April 1

200 Kata Lebih Sejarah Ma’had Al-Zaytun

mazAl-Zaytun, sebuah lembaga pendidikan terpadu milik bangsa, yang menjadi salah satu pilar pencerdasan bangsa yang bermotto Toleransi dan Perdamaian.

Al-Zaytun diresmikan Presiden RI BJ Habibie pada tanggal 27 Agustus 1999.

Al-Zaytun lahir dari proses panjang, perwujudan mimpi, kerinduan, perenungan, pemikiran dan cita-cita Seorang putera bangsa Syaykh Abdussalam Panji Gumilang bersama para sahabat.

Ide Syaykh Al-Zaytun dilatarbelakangi oleh perjalanan sejarah bangsa Indonesia dan sejarah umat manusia di dunia pada abad ke 20. Abad 20 adalah abad yang perlu di iktibari karena terjadinya berbagai perang.

Angan beliau menerawang, kedepannya tidak boleh terjadi perang lagi di dunia. Setidaknya, Indonesia harus DAMAI !!!!

Karena itulah, ide beliau berkembang dan melahirkan solusi bahwa untuk menciptakan keseimbangan dunia yang damai, minimal terjadi di Indonesia.

Indonesia harus damai, hanya dengan keseimbangan intelektual.

Keseimbangan intelektual itu dapat diwujudkan dengan menciptakan pendidikan yang baik. Pendidikan yang bervisi pengembangan budaya toleransi dan budaya perdamaian.

Maka, muncullah wujud impian beliau sebuah gedung pendidikan yang tidak hanya megah, kokoh tetapi penuh dengan para generasi penerus bangsa yang mempunyai cita-cita tinggi akan kemajuan, kedamaian serta toleransi antar manusia dalam negara Indonesia dan seluruh dunia, yaitu Ma’had Al-Zaytun. Yang berlokasi di Desa Mekarjaya, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Jika dirunut dari sejak proses terwujudnya kesepakatan pendirian Yayasan Pesantren Indonesia, yang merupakan induk Al-Zaytun, sejak tgl 1 Juni 1993. Maka tahun 2016 ini, Al-Zaytun memasuki tahun ke 23. Dalam kurun 23 tahun, selama 6 tahun merupakan fase persiapan menuju kelahiran secara resmi pada tanggal 27 Agustus 1999.

Sumber: ” Al-Zaytun Sumber Inspirasi, Penulis Drs.Ch.Robinn Simanullang, Penerbit Pustaka Tokoh Indonesia, 2015″

Be Sociable, Share!


Copyright 2017. All rights reserved.

Posted April 1, 2016 by Nur Widayati in category "Al-Zaytun Kita