March 5

Kegagalan Lomba Pertama-ku

teman

Pada awal-awal sekolah di Ma’had Al-Zaytun, sungguh sesuatu banget buat saya. Disamping penuh perjuangan untuk beradaptasi dengan teman-baru, ibu baru, tempat tidur yang baru, dan banyak lagi “pokoknya semua serba baru”. Rasanya kayak permen nano-nano, yang rasanya asin-manis-asam-mungkin sedikit ada pahit juga..hehehe

Teman-teman mau tahu, awal semester kls 1 ini saya luarbiasa banget looooo….kata “Abi-Umi saya sih…”. Bagaimana tidak luarbiasa, karena saya salahsatu peserta lomba yang diadakan di sekolah, dan hebatnya langsung ditunjuk Bpk/Ibu Guru loooo….Mau tahu lomba apa? “lomba Asmaul husna”, lomba ini tidak hanya sekedar menghafal saja, tetapi kalau saya ingin menjadi pemenang, harus bisa memahami apa itu Asmaul Husna. Tidak mudah-kan untuk menjadi yang luarbiasa….Untuk mengikuti lomba tersebut ada beberapa tahapan latihan yang harus saya ikuti..kalau tidak salah, tahapan pertama saya harus hafal bacaan Asmaul Husna, kemudian tahapan kedua harus bisa menulis apa saja bacaan Asmaul Husna tersebut, kemudian ada tahapan untuk sahut-sahutan bacaan Asmaul Husna, contoh kalau ustadzah atau Ustad membaca 3 bacaan asmaul Husna yang pertaman maka saya dan teman-teman yang lain harus melanjutkan bacaan selanjutnya secara urut dan benar. Alhamdulillah sampai tahap ini saya bisa menjalankan dengan baik dan cepat loooo.

JUARA

Kalau tidak salah, tahapan latihan lomba tersebut kita jalani antara 1 atau 2 bulan dech…..Singkat cerita saya dan teman-teman sudah siap dan mantap untuk melaju melawan kakak kls 2 dan 3.. kami dan para guru yakin pasti kita bisa menang.

Saya tidak lupa juga memberi kabar pada Abi dan Umi dirumah setiap perkembangan tentang persiapan lomba ini. Ketika saya sudah hafal 10-35-50 sampai 100 Asmaul Husna. Mereka selalu mensuport dan memberi pujian setiap apa yang saya kerjakan dan dapatkan. Hal itulah salah satunya yang membuat saya semangat mengikuti lomba ini.

Tanpa sadar waktu lomba sudah semakin dekat, dan kami semua senang dan tidak sabar menunggu hari itu. Apa yang terjadi …..”Ternyata lomba yang sudah saya nanti-nantikan tidak seperti yang saya harapkan….hemmm “waktu itu di sekolah lagi musim kena wabah cacar atau cangkrangen”…ada beberapa teman yang sudah kena dan gugur untuk tidak ikut lomba….pada saat itu Umi pendamping saya mendapat arahan dari berbagai guru kls 1, agar saya dijaga dengan baik agar tidak tertular cacar tersebut…..setelah mendapat arahan tersebut saya disuruh minum yang banyak dan diberi vitamin dech…pokoknya saya harus sehat dan menjaga kesehatan.

sakit-1

Apapun sudah kami kerjakan, akan tetapi kondisi tubuh saya tidak mendukung agar tidak tertular….akhirnya saya tertular juga sakit cacar itu..kalau tidak salah lomba kurang 4 hari lagi….bintik-bintik merah ditubuh saya sudah pada keluar, walaupun belum banyak..para guru langsung menyuruh saya untuk banyak istirahat dan minum air kelapa setiap harinya…Umi pendamping saya juga sudah memberi saya air kelapa, obat dari dokter..saya juga sudah meminum semua itu….Tetapi saat hari lomba berlangsung “saya belum kunjung sembuh juga dan bahkan bintik-bintik merah semakin banyak keluar dan menutupi hampir seluruh muka dan badan saya”.

Sedih dan sedikit jengkel sih saya, karena tidak bisa ikut lomba…..melihat kesedihan saya itu Umi pendamping dan para guru memberi pemahaman pada saya “lomba ini belum waktunya untuk Fatan, masih banyak lagi lomba-lomba yang akan diselenggaran oleh sekolah dan Fatan bisa ikut lagi dan bisa menjadi juara dech….” Lama-lama saya juga merasa enjoy dan melupakan kegagalan saya untuk mengikuti lomba tersebut.

salah, gagal

Tidak lupa juga saya memberi kabar pada Abi-Umi di rumah tentang kegagalan saya yang pertama ini. Abi-Umi mendengar kabar itu bilang pada saya ” tidak apa-apa sayang, mas Fatan sudah hebat kok, karena sudah berusaha keras untuk mengikuti lomba itu dan Abi-Umi bangga sama mas Fatan, walaupun tidak jadi ikut lomba, ok!”.

Senang sekali saya mendengar jawaban Abi-Umi tersebut….saya sayang Abi dan Umi…

Sampai jumpa bulan depan……

Category: Cerita Anak | Comments Off on Kegagalan Lomba Pertama-ku