March 19

Aku Ingin Jadi Ragi Bukan Peuyeum

ragi

Apa itu Ragi ?………………………” Ragi adalah sejenis makhluk hidup bersel satu, atau biasa disebut mikroorganisme. Ragi termasuk dalam golongan fungi, satu golongan dengan jamur.  Selain itu………dalam pembuatan penganan seperti tapai/tape atau roti, peranan ragi sangatlah penting.  Ragi akan bekerja bila ditambahkan dengan gula dan kondisi suhu yang hangat. Kandungan karbondioksida yang dihasilkan akan membuat suatu adonan menjadi mengembang dan terbentuk pori – pori.

Lalu Peuyeum itu apa dooong……. ?

peuyeum

Peuyeum atau tape singkong adalah makanan khas Kota Bandung 
yang memiliki rasa manis, sedikit asam dan beraroma alkohol. 
Peuyeum ini dibuat dari singkong yang difermentasikan menggunakan ragi.
Orang sering mengatakan peuyeum sama dengan tape singkong, 
tetapi sebenarnya terdapat perbedaan yaitu peuyeum lebih kering daripada tape. 

“Why?………………. Aku Ingin Jadi Ragi Bukan Peuyeum”

Teman-teman….dari sedikit makna ragi dan peuyeum diatas, tentunya teman-teman sudah mempunyai gambaran “Why? Aku Ingin Jadi Ragi Bukan Peuyeum”.

Ragi adalah bahan pengembang yang bisa mengembangkan apapun itu.  jika ragi itu diletakkan di suatu bahan tertentu, entah itu bahan kue, kedelai, singkong, minuman dll.. ragi akan sangat berperan untuk menjadikan semua itu sesuatu yang tentunya lebih enak dimakan,  lebih indah jika dilihat, lebih bermanfaat untuk orang banyak. Bukan sebagai perusak bahan yang ditempatinya seperti tanaman benalu.

kalau peuyeum ?………………… memang…….. peuyeum adalah sesuatu yang manis, enak dan legit banget jika di makan, jika dicium sangat menggoda untuk memakannya……..akan tetapi peuyeum jika diletakkan dimanapun atau jika tidak masuk dalam tubuh kita, peuyeum akan membusuk dan merusak tempat yang ditempatinya. hanya akan dibuang ditempat sampah, karena menjadi sesuatu yang tidak berguna. Bahkan kalau dibiarkan akan menambah kekotoran, kerusakan semakin meluas dimana-mana.

silah

Alasan itulah kenapa saya ingin jadi Raginya dibanding peuyeum.. saya ingin menjadi sosok yang bermanfaat buat orang banyak bahkan menjadi kepribadian yang bisa mengaitkan kembali benang-benang silahturahmi umat manusia, khususnya umat yang seiman dengan saya yang berceceran entah kemana..… saya harus bisa mengembangkan apa yang Tuhan percayakan kepada saya. Saya harus menjadi sosok yang bermanfaat bukanya sosok yang merusak suatu tatanan kehidupan yang indah seperti yang diinginkan Allah Swt.

Seperti yang teman-teman lihat di sekitar anda…….banyak orang yang terlihat manis bicaranya, manis penampilannya, tetapi mereka bukannya bermanfaat untuk kebaikan bersama, tetapi mereka menjadi manusia yang merusak semua apa yang dipercayakan Allah Swt pada mereka.

kata mutiara

Category: Pendidikan | Comments Off on Aku Ingin Jadi Ragi Bukan Peuyeum
March 8

Cara Menjaga Psikologis Anak Ketika Sekolah Jauh dari Orang Tua

tumbuh kembangPsikologis anak disini adalah Tahapan-tahapan tumbuh kembang perilaku anak-anak mulai usia 0 bulan sampai usia 12/13 tahun. Yang mana setiap perilaku mereka sangat dipengaruhi oleh stimulus-stimulus disekitar mereka. Masa-masa perkembangan di usia anak-anak ini adalah masa keemasan mereka yang sering disebut golden age. yaitu masa-masa penting anak yang tidak bisa diulang”. dan masa ini anak paling mudah menerima setiap respon tanpa ada penyaringan. anak mudah meniru semua apa yang mereka lihat. Beberapa pakar menyebutkan sedikit perbedaan tentang rentang waktu masa golde age, yaitu 0-2 th, 0-3 th, 0-5 th atau 0-8 th, namun semuanya sepakat bahwa awal-awal tahun pertama kehidupan anak adalah masa-masa emas mereka.

Karena itu menjaga psikologis anak saat jauh dengan orangtua sangat penting untuk proses masa depan mereka.

Dalam  “AyoBercerita” ini saya hanya akan membahas tentang cara menjaga psikologis anak saat sekolahnya jauh dengan orangtua. Sesuai fakta ternyata diperlukan beberapa tahapan untuk menjaga keindahan perilaku anak saat sekolah berjauhan dengan orangtua, Dengan tahapan-tahapan ini di harapkan kita tidak menyakiti anak, tidak membuat trauma anak saat jauh dengan orangtua, bahkan tidak membuat anak senang memberontak dengan orangtua, agar kasih sayang tetap melekat dalam diri anak, meskipun jauh dengan orangtua.

Tahapan pertama

karakter

Kita sebagai orangtua harus faham kenapa anak sekolah jauh dari orangtua. Sehingga tidak asal-asalan dan ikut-ikutan saat menaruh di tempat yang jauh agar memudahkan kita, dan kita bebas dari tanggung jawab dari kesejahteraan dan hidup mereka. STOP! jangan sampai niatan itu terlintas sedikitpun dari pemikiran kita sebagai orangtua. Karena sebuah niatan dari orangtua adalah sangat fatal akibatnya untuk tumbuh kembang psikologis anak. Dan tentunya akan menentukan keberhasilan atau kesuksesan masa depan mereka kelak.

Jadi tujuan untuk membuat anak lebih baik dan bermanfaat untuk hidup mereka itulah yang menjadi alasan utama kita sebagai orangtua. Jangan sia-siakan pengorbanan anak-anak kita selama mereka berjauhan dengan kita. Oleh karena itu kita harus benar-benar menjaga kasih sayang, berhubungan yang terbaik dengan mereka walaupun berjauhan.

Tahapan kedua

Sejak jauh-jauh hari, anak perlu difahamkan tentang tujuan kita menyekolahkan anak jauh dari orangtua. Dengan tujuan agar anak mempunyai waktu yang cukup untuk berfikir dan bertanya tentang alasan kenapa harus sekolah berjauhan dengan orangtuanya.

Untuk anak kami sendiri sejak anak berusia 3 tahun sudah kami jelaskan “nanti ketika sekolah dasar, Fatan sekolah jauh dari kami”.

hebat

Awalnya anak kami menolak, tetapi reaksi itu hal yang sangat wajar dan pasti terjadi. kami sudah meyakini penolakan itu pasti terjadi. Karena keyakinan itulah yang membuat kami orangtua dengan penuh kesabaran untuk menjelaskan kenapa harus jauh sekolahnya. Lama-lama anak kami mau menerimanya.

Alasan-alasan kami sudah saya tulis di “Mengapa Harus Boarding School”.

Tahapan ketiga

menangis

Saat di tempat yang baru, anak harus menemukan kenyamanan dan kesenangan ketika tinggal di sekolah yang jauh tersebut. baru kita tinggal dan lepas sendirian. Sehingga perlu komunikasi khusus dengan anak akan hal itu.

Ada anak yang bisa langsung beradaptasi ditempat yang baru, sehingga bisa langsung ditinggal kedua orangtuanya, mereka hanya bersama dengan ibu pendampingnya saja. Akan tetapi ada anak yang perlu pendampingan dari kedua orangtua atau salah satu dari orangtua mereka. Sebelum mereka menemukan kenyamanan.

Untuk anak kami perlu 2 bulan untuk menemukan kenyamanan tersebut. Baru bisa kami tinggal. Walaupun rencananya 6 bulan saya menemani anak, tetapi anak kami alhamdulillah dua bulan sudah menyuruh saya pulang dan untuk saat ini kita punya perjanjian, setiap satu bulan sekali saya harus menjenguknya dan menemani di asrama selama 6 hari.

bohong

Kesepakatan-kesepatan itulah yang masih diperlukan untuk anak sekecil ini. Dan tidak kalah pentingnya kita harus menepati janji terhadap kesepakatan tersebut. karena untuk menjaga kepercayaan anak pada korangtua, dan secara otomatis secara psikologis sangat mendukung baik anak, kasih sayang kita masih kepegang oleh mereka. Seandainya kita pada waktu tertentu tidak bisa menepatinya, kita harus memberi tahu dengan jujur dan diusahakan ada ganti rugi yang akan kita berikan karena kesalahan kita tersebut. Jangan sekali-kali memberi alasan yang tiak jujur, karena dampak nya, anak tidak akan mempercayai kita lagi, dan kesedihan akan terbawa dan mempengaruhi perilaku anak. Pada awalnya anak juga akan menolak alasan yang jujur tersebut, akan tetapi mereka lama-lama bisa menerima, bahkan akan membuat mereka tampak dewasa. Dibandingkan dengan alasan yang penuh kebohongan.

Tahapan keempat

Jangan pernah meninggalkan anak sebelum anak mau kita tinggalkan. Jangan pernah lelah memberi nasehat pada anak yang merengek, yang tidak mau kita tinggal. Mereka masih butuh dukungan dan motivasi yang tinggi dari orangtua.

guru

Perlu kerja sama dengan para guru disekolah, ibu-ibu pendamping, pengurus asrama. Agar anak mendapat kenyamanan saat sekolah disana.

Banyak orangtua yang merasa kecewa dengan perbuatan mereka, karena mereka asal-asalan meninggalkan mereka. Sehingga para orangtua tersebut harus kembali ke sekolah untuk menemani mereka dan butuh waktu yang lebih lama lagi untuk memahamkan mereka.

Category: Parenting | Comments Off on Cara Menjaga Psikologis Anak Ketika Sekolah Jauh dari Orang Tua
March 8

Senangnya Aku

senang

Horeeeeeeeeeeeeeeee.…..Setiap bulan saya ada peningkatan yang menuju kebaikan. Abi dan Umi sih yang bilang begitu, jadi membuat aku senang looooo.

Teman-teman mau tahu kebaikan apa itu?

Saya dulu, anak yang susah berbagi apapun dengan temanku, atau siapapun dech…. dengan Abipun terkadang saya juga sulit untuk berbagi. Semenjak saya jauh dengan Abi dan Umi, saya berlatih atau dilatih untuk menjadi anak yang manis alias baik dengan penuh kasih sayang kepada semua orang….Alhamdulillah sedikit demi sedikit saya bisa menjadi anak yang senang berbagi, baik itu ilmu, kue, mainan. Bahkan ketika Umi berkunjung ke tempat saya, sekarang saya sudah bisa berbagi dengan teman saat sakit. Maksutnya “ada teman sekamar sakit, saya tidak marah kalau Umi lebih perhatian dan menjaga teman saya yang sakit loooo” hebatkan….hehehe.

berbagi

Ditempat belajar saya sekarang, selain Abi-Umi, Umi pendamping, para guru, teman-temankulah yang luarbiasa menurut saya, karena saya bisa belajar dan meniru perilaku mereka setiap detik, setiap menit dan berbulan-bulan. Jika ada perilaku yang buruk yang saya tiru, teman-teman juga sudah saling mengingatkan loooooo. Selama di asramapun pengawasan dari para Guru, Umi pendamping bahkan kakak-kakak juga membantu saya untuk membimbing mana yang baik dan buruk. Sehingga sangat membantu untuk merubah perilaku kejelekan saya.

sholat

Setelah Umi 1 bulan tidak melihat saya. Saat menjenguk “Umi kaget looo”, karena saya sudah bisa menjadi imam saat sholat berjamaah dengan teman-teman. Tidak hanya berdiri di depan yang saya peroleh dari para guru di sekolah, tetapi mulai dari bacaan niat sholat, gerakan sholat sampai doa selesai sholat saya sudah bisa dengan lancar…. teman-teman yang lainpun juga bisa seperti itu. Luarbiasa buat bpk/ibu guru-ku, karena proses belajar yang menyenangkan bisa dengan cepat kami serap dan terapkan dalam sehari-hari.

Saya juga anak yang pemarah, jika ada sesuatu yang tidak saya suka, saya langsung marah-marah dengan mulut kedepan, mata melotot sambil suara keras. Sampai-sampai orang yang melihat saya saat marah, mereka bilang ” kok sampai begitu ya”. Ada kasus  saat itu “saya itu anaknya kurang suka kalau pintu kamar ditutup tanpa seijin saya” kemudian ada teman tiba-tiba menutup pintu saat saya ada diluar kamar, saya melihat hal itu, saya langsung lari kekamar dan menendang kencang pintu sampai terbuka, secara otomatis bunyi pintu kencang banget saat terbuka, setelah terbuka saya langsung mencari siapa yang menutup pintu, setelah ketemu, saya langsung mendorong dan marah-marah pada nya. Saat itu juga umi melerai kami.

pemarah

Karena itulah umi langsung menjelaskan kepada Umi pendamping dan teman-teman kalau saya itu sangat marah kalau pintu itu tertutup jika saya ada diluar kamar. Jadi perlu waktu untuk merubah ketakutakan saya itu.

Akhirnya, karena kepintaran dan kesabaran umi pendamping untuk merubah ketakutan saya, tanpa sadar saya sudah bisa cuek seandainya pintu kamar tertutup saat saya diluar. Kemungkinan kalau saya tidak sekolah jauh dengan orangtua, katakutan saya ini sampai sekarang belum hilang dech…..

Ini yang susah juga buat saya, mau tahu?……saya itu anaknya paling menolak untuk berjabat tangan dengan orang lain dan mengucapkan salam saat bertemu mereka, apalagi mengucapkan salam saat keluar masuk ruangan looooooo…..

silaturrahim

Karena lingkungan sangat mencontohkan saya untuk setiap bertemu dengan orang lain untuk berjabat tangan dan mengucapkan salam…akhirnya saya juga bisa mengikuti kebiasaan tersebut. Walaupun tidak sebaik teman yang lain.. tapi kata Umi saya sudah luarbiasa dan hebat. Senangnya Aku….hahaha.

Teman-teman ternyata lingkungan sangat penting untuk tumbuh kembang saya loooo….sudah saya buktikan dan hasilnya bisa teman-teman baca diatas. Perlu diketahui jika lingkungan sudah kondusif maka tidak perlu paksaan, perilaku-perilaku yang kurang baik dalam diri saya bisa berubah menjadi yang lebih baik. Semoga saya bisa menjadi anak yang membanggakan untuk semua orang dan bermanfaat untuk mereka….

Alhamdulillahirrobbil’alamin………………..

Category: Cerita Anak | Comments Off on Senangnya Aku