February 27

Tuhan Kita Sama

zaytun

Pertama kali saya membaca judul “Tuhan Kita Sama” , otak saya diajak berfikir keras untuk memaknai judul tersebut. Judul tersebut saya temukan di buku Al-Zaytun Sumber Inspirasi (ASI).

Karena sangat luarbiasa makna yang terkandung dari “Tuhan Kita Sama” akhirnya saya tulis juga di www.AyoBercerita. Bertujuan ingin berbagi dengan semua orang tentang makna yang terkandung didalamnya. Akan tetapi pembahasan yang saya tulis hanya sebatas kemampuan ilmu saya loooooo……sebelumnya jika ada salah atau kurang saya mohon bimbingan dari semua….

Dalam buku Al-Zaytun Sumber Inspirasi, Hal:46, disebutkan oleh sang penulis, Drs.Ch.Robin Simanullang yang notabene seorang kristiani menyatakan bahwa, Syaykh Panji Gumilang menggenggam tangan saya saat pamitan mau pulang, dan syaykh berucap:”Terima kasih juga anda sudi datang kemari, tapi saya meminta jangan mengatakan beda aliran. Tuhan kita sama, udah selesai. Anda beriman kita beriman, itu kesamaannya. Nggak usah dikatakan benar tidak benar. Yang tahu benar itu cuma yang diatas sana (Allah). Yang penting kita praktekkan kebenaran, kita berjalan pada nilai-nilai kebenaran, nanti yang diatas sana yang akan menilainya. INDONESIA KALAU SUDAH BEGITU,  UDAH BERES. Karena kita majemuk. Kalau tidak begitu, susah. Justru saya yang minta anda jangan pakai istilah beda aliran. Aliran kita sama karena kita sama-sama ciptaan Tuhan. Itu konsep Ilahinya.”

Luarbiasa bukan makna diatas, hanya orang yang mempunyai toleransi tinggi yang bisa memahami seluruh agama, bukan untuk dimusuhi dan memusuhi, bukan untuk dikatakan paling benar dan paling salah. Pantas saja Syaykh Al-Zaytun (As Panji Gumilang) mendapat gelar tokoh toleransi dan perdamaian dunia.

Selama ini saya memandang orang yang berbeda agama dengan saya itu, selalu saya anggap salah dan mereka musuh agama saya (tetapi tidak kejam-kejam amat looo)…, tetapi saya selalu welcome dengan orang lain agama. Saya kasih contoh, sebut saja artis Mika Tambayong (bukan berarti saya penyuka cewek loo…hahaha, maklum lagi kenceng-kencengnya  LGBT nich…), sudah cantik, pintar dan blablabla… setelah tahu kalau dia bukan islam, langsung kecewa dech…“ya…kok kristen sih, eman lo”..ya begitulah respon saya sama orang selain islam. Itu dulu waktu jaman anak sekolahan yang masih fanatik dengan agama nenek moyang alias agama keturunan.

Tetapi semenjak anak kami sekolah di Al-Zaytun, saya banyak belajar tentang apa itu agama, apa itu manusia, bagaimana toleransi  itu membawa kedamaian semua manusia dan banyak lagi. Dan yang terpenting, setelah membaca buku Al-Zaytun Sumber Inspirasi makin memahami kenapa Allah menciptakan agama itu berbeda-beda. Kita itu sama-sama ciptaan Allah, kita harus sama dan bareng-bareng mengerjakan tugas yang diperintahkanNya. Benar dan salah hanya milik Allah semata.

Dan sangat benar kita harus mencari dan mencari terus, belajar dan belajar terus untuk mencari sebuah kebenaran menurut Allah.

Satu lagi, jika semua orang berfikiran seperti yang disampaikan syayh Al-Zaytun diatas, pasti tidak akan ada yang bilang “cara ibadahku yang benar, cara merayakan hari kebesaran ku yang paling tepat dan banyak lagi”..maka akan bener-bener damailah negri tercinta kita bahkan kedamaian dunia akan tercapai. Amiiiin

Alhamdulillahirrobbil’alamin…

 

Category: Al-Zaytun Kita | Comments Off on Tuhan Kita Sama
February 25

Bayi Hebat Karena Pemberian Stimulus yang Tepat

Masa bayi adalah masa yang sangat bergantung pada orang dewasa. Masa-masa yang penuh keajaiban dan perubahan. Mulai dari tangisan kencang saat pertama keluar dari rahim sang ibu, kemampuan alami menghisap puting payudara, menarik mulut ke samping kanan dan kiri atau tersenyum, mulai menunjukkan kemampuan mengkoordinasikan otot-otot pada tubuhnya seperti mengangkat tangan, mengangkat kaki, tengkurap, merayap, merangkak, duduk, berdiri dan berjalan.

Sebelum masa itu tercapai, si Kecil akan melalui serangkaian tahapan yang butuh perhatian dan dukungan Anda.

Dukungan dan perhatian yang dimaksut adalah sikap tanggap yang cepat terhadap tanda-tanda yang ditunjukkan bayi kita. Sikap yang cepat tanggap itulah yang akan memunculkan stimulus-stimulus atau rangsangan-rangsangan yang kita berikan untuk mendukung kehebatan bayi dalam menghadapi perubahan perkembangannya.

Berikut ini stimulus-stimulus yang saya berikan pada kedua bayi saya, semoga bisa menjadi pilihan anda untuk membantu kehebatan bayi anda dalam menjalankan proses tumbuh kembangnya.

1. Tersenyum

Pada minggu pertama senyuman tanpa makna itu biasanya sudah muncul dan itu menunjukkan bahwa kita harus selalu ceria saat bersama bayi, mengajaknya komunikasi. Karena stimulus tersebut akan membuat nyaman dan tentram si bayi sehingga bayi kita merasa tidak sendirian dan nantinya akan membentuk rasa percaya diri dan keberanian. Untuk bayi kami pertama kali bisa senyum pada hari ke lima.

2. Tengkurap dan merayap

Ada sebagian bayi yang sudah bisa menengkurapkan dirinya ketika usianya berusia 2 bulan, sementara ada pula sebagian lainnya yang bisa menengkurapkan tubuhnya ketika bayi berusia 3 atau 4 bulan. Itu artinya, fase perkembangan tengkurap bayi antara bayi satu dengan bayi lain mengalami perbedaan dan tidak dapat disamakan. Namun saja, secara umum bayi akan mulai bisa melakukan usaha untuk tengkurap sendiri disaat umur 3 hingga 6 bulan. (Sumber : Mengetahui Kapan Bayi Bisa Tengkurap Sendiri – Bidanku.com).

Untuk perkembangan ini bayi kami usia 5,5 bulan baru bisa tengkurap sendiri. dan stimulus sejak usia bayi baru lahir sudah ditengkurapkan, sambil dipijet2 punggungnya.

Untuk tahap merayap, bayi kami melewatinya sebentar banget. hanya merayap 1-2 rayapan sudah dan itu berlangsung beberapa hari saja.

3. Duduk

Pada usia 4-7 bulan adalah rentang bayi belajar duduk sampai bisa duduk tanpa bantuan. Bayi saya usia 6 bulan bisa duduk sendiri.

Dalam tahap ini kita bisa menstimulus dengan menarik kedua tangan bayi saat tiduran sampai posisi duduk, jika kepala bayi sudah kuat dan mengikuti gerakan tarikan kita, itu berarti bayi sudah harus sering kita latih dengan gaya tarikan tersebut. Kemudian jika sudah lancar, bayi kita dudukan dengan menyandar sambil samping kanan kiri, depan kita kasih penopang, kalau anak saya bantal sebagai penopangnya, saat posisi ini lakukan berbagai kegiatan seperti bemain ci luk ba, memberi mainan sekalian melatih bayi untuk menggenggam benda. Untuk anak saya stimulus ini saya lakukan sampai dedek mulai mengenal MPASI usia 5,5 bulan. Berhubung kita tidak punya kursi makan bayi, dengan cara memberi penopang itu belajar duduk sambil makan. Dan hasilnya luarbiasa, usia 6 bulan penopangnya tinggal bagian belakang saja dan mulai bisa duduk sendiri.

4. Merangkak

Di rentang usia antara 7-10 bulan, bayi akan mulai merangkak. Bayi kedua saya 6bulan mulai merangkak. Tahapan ini sangat penting karena bisa melatihnya menggerakkan lengan dan kaki pada waktu yang bersamaan.

Setelah kuat duduk secara reflek bayi akan menaruh kedua tangan di lantai dan mengangkat pantat sehingga lutut atau tumit kedua kaki sebagai tumpuan. Jika gerakan itu muncul kita harus memberinya motifasi, bisa dengan tepuk tangan sambil “ayo adek bisa merangkak” sambil taruh mainan kesukaannya di depannya, dan yang penting kita posisikan diri kita seperti posisi bayi sambil merangkak maju sedikit demi sedikit. Jangan satu dua kali saja melakukan stimulus ini, harus terus menerus sampai anak bisa lancar merangkak dari satu tempat ke tempat lain.

5. Berdiri dengan bantuan

Diusia antara 7-9 bulan, bayi mulai berpegangan benda didekatkan untuk mengangkat tubuhnya dalam posisi berdiri.

Untuk bayi kami pada bulan ke 7 ini, menunjukkannya dengan cara saat di tempat tidur bawah, dia mengangkat kedua tangannya untuk meraih pinggiran kasur bagian atas sambil sebentar-sebentar melihat kita dan suara “hehehe”keluar”, wah…ini saatnya kita memberi bantuan untuk memegangi bayi biar bisa berdiri sambil bayi tetap berpegangan, dengan tujuan bayi biar mengetahui cara berdiri jika tubuh belum kuat harus berpegangan dengan benda didekatnya. Jangan lupa saat bayi melakukan kemajuan “reward berupa pujian,pelukan dan ciuman terus diberikan”, agar bayi makin percaya diri, berani untuk mengeksplorasi berbagai gerakan.

Untuk usia 8 bulan, bayi kami sudah mulai berdiri sendiri dengan melepas pegangannya dan mampu 2 detik dia bertahan berdiri sendiri. Kemampuan berdiri sendiri ini berbarengan dengan kemampuan merambatnya. Akan tetapi merambatnya masih di tempat tidur dengan bantuan tumpukan  bantal guling untuk berpegangan sambil merambat. Bayi kita akan penuh keceriaan dengan tertawa ciri khas bayi saat dia bisa melakukan hal baru.

6. Berdiri sempurna dan Berjalan  akan saya tulis pada kesempatan berikutnya saat bayi kami  melewati tahap perkembangan ini.

Biasanya tahapan bisa berdiri tanpa bantuan ini terjadi pada usia 9-12 bulan. Dan untuk tahap berjalan biasa terjadi pada usia 12-18 bulan, akan tetapi ada bayi melangkahkan kaki pertama kali ada yang diusia 9-12 bulan.

Sebenarnya untuk tahapan-tahapan perkembangan diatas tanpa stimulus bisa dilaluinya sesuai tingkat kematangan pada bayi.. Akan tetapi dengan adanya stimulus yang diberikan akan sangat membantu bayi untuk lebih berani, percaya diri untuk bergerak dan uji coba hal baru, karena semakin bayi sering latihan dan sering mencobalah yang akan cepat mencapai tahap-tahap perkembangan. Jika bayi belum matang untuk melakukan gerakan juga akan menolak kok bayi kita…kalau sudah menolak jangan dipaksa ya bunda…tetapi jika sudah melebihi usia perkembangan kita harus lebih kreatif caranya saat memberi stimulus.

Setuju ya Bunda dan Ayah, pemberian stimulus adalah bagian terpenting untuk bayi anda, jika ingin tumbuh kembang sang bayi bisa berkembang secara optimal.

Memang benar perkembangan tiap anak berbeda-beda, terutama jika si Kecil lahir prematur. Bayi prematur biasanya mengalami keterlambatan dalam tumbuh kembangnya. Akan tetapi sikap responsif kita sebagai orangtua terhadap clue-clue atau tanda-tanda yang ditunjukkan oleh bayi kita sangat penting untuk menjadikan bayi kita hebat.

Sumber http://www.alodokter.com/perkembangan-bayi-kapan-si-kecil-mulai-berjalan

Category: Perkembangan Anak | Comments Off on Bayi Hebat Karena Pemberian Stimulus yang Tepat
February 22

Anak Pesantrenkah ini ?????

Bukan, anak pesantren kan biasanya pakai sarung dan peci.

Bukan, anak pesantren kok pakai jas dan berdasi , keren amat.

Bukan, anak pesantren biasanya penampilannya suka ketinggalan jaman, kalau ini modern banget. 

Wajar, kalau banyak orang menganggap anak pesantren ketinggalan jaman, kurang gaul, kumuh dalam hal berpenampilan. Karena selama ini anak pesantren penampilannya memang tidak pernah lepas dari sarung dan pecinya, bahkan jalan-jalan di luar pesantren juga tetep pakai sarung dan peci.

Maaf sebelumnya bukan berarti saya tidak setuju kalau santri pakai sarung dan peci ya….tetapi akan lebih terlihat sesuai dengan jaman, maka sangat mendukung jika pakaiannya berjas dan berdasi.

Akan tetapi penampilan yang keren ini adalah penampilan sebagian santri rijal atau laki-laki di pesantren Al-Zaytun Indramayu Jawa Barat, yang sedang melakukan sholat berjamaah disela-sela kegiatan mereka.

Bukan para aktor korea yang lagi akting looooo……heeeeem. Indahkan jika melihat para generasi bangsa kita benar-benar rapi, tertata penuh kedisiplinan dalam setiap perilakunya.

Satu lagi jika selain penampilan anak-anak kita cara berfikirnya selalu dijiwai dengan spirit berakhlak mulia, berpengetahuan luas, berpikiran bebas dan berbadan sehat. InsyaAllah akan sanggup diarahkan kepada sistem modern dalam segala hal.

Saya menulis seperti ini, bukan omong doang ya…., tapi saya ikut terlibat langsung sebagian kegiatan di pesantren Al-Zaytun, karena saya juga salah satu walisantri yang mempercayakan buah hati kami pada pesantren Al-Zaytun. Secara tidak langsung mengetahui kegiatan pesantren.

Selain tampilan fisik/luar para santri Al-Zaytun, Sejak usia dini atau setara dengan tingkat SD, anak kami dan santri lainnya sudah diajarkan hidup penuh kasih sayang, perdamainan dan toleransi seperti dalam (http://ayobercerita.com/indahnya-hidup-toleransi/). Dan yang luarbiasa mereka tidak sekedar hafalan, mengaji, ibadah ritual tetapi mereka diajak untuk benar-benar mengaplikasikan apa yang telah dipelajari mereka.

Alhamdulillahirrobbil’alamin, setiap bulan selama 2 tahun di Al-Zaytun selalu menunjukkan tumbuh kembang yang membaik. mulai dari hilangnya sifat egois, ke akuan, sifat cuek, tidak mau berbagi, dan banyak lagi dan yang pasti anak kami sejak usia 6 tahun (tahun pertama) sudah bisa menjadi imam sholat berjamaah di kelas dengan bacaan sholat yang lancar (sungguh terkejut saya), bisa memimpin doa setelah sholat berjamaah, dan yang jelas kemandirian nya luarbiasa meroket. Dan hebatnya lagi semua anak juga mengalami tumbuh kembang yang meningkat, walaupun bidang yang berbeda, entah itu olahraga, kesenian, akademik, yang penting semua dilandasi berakhlak mulia. Dicatat ya….tempat pendidikan itu sukses jika semua siswanya bisa sukses bersama.

Category: Al-Zaytun Kita | Comments Off on Anak Pesantrenkah ini ?????