February 10

Haruskah Jauh supaya Aku Mandiri

fatanok

Hampir dua tahun, aku jauh dari umi dan abi. Usia ku 8 tahun. Usia 8 tahun adalah usia dimana anak-anak masih enak-enak bermanja-manja dirumah dengan ayah dan bundanya, masih minta disuapin, masih ini/itu dikerjakan ayah/bundanya atau pembantu jika punya pembantu. Pergi sekolah minta antar/jemput dan banyak lagi yang jelas mereka berbeda dengan kami di pesantren. Saya sejak usia 6 tahun sudah belajar atau membiasakan serba sendiri tanpa umi dan abi. Mulai bangun tidur pukul 04.00, hanya umi pengasuh yang membangunkan, itupun hanya sambil lalu membangunkannya, karena bukan saya saja yang harus dibangunkan umi pengasuh. Jika saya tidak punya semangat untuk bangun sendiri, otomatis saya ketinggalan teman-teman. selain bangun tidur, mandi, makan berangkat sekolah semua saya kerjakan sendiri dan sekolahpun kita jalan kaki. Pulang sekolah saya hanya bertemu teman-teman yang kondisinya sama dengan saya, tidak ada orang tua yang membantu melepas sepatu, baju seragam kita. Sampai malam kegiatan seperti mengaji, belajar dan makan malam tetap sendiri, sampai tidurpun, kita tidak ada yang meninakbobokan, jika panas kita kipas-kipas sendiri, jika badan gatal digigit nyamuk kita garuk dan kasih obat gatal sendiri.

Apakah seperti diatas, termasuk kategori anak mandiri?…jika iya “maka benar agar mandiri, saya harus jauh dari orangtua, karena jika saya masih sekolah dekat rumah, hal-hal diatas kemungkinan besar, saya belum bisa melakukannya.

Sungguh capek, dan kerja keras yang tidak boleh berhenti untuk mandiri…..proses yang sangat melelahkan ini, meskipun saya belum mandiri banget seperti teman-teman yang lain, waktu liburan di kampung banyak orang bilang bangga pada saya, karena “saya kelihatan lebih dewasa untuk anak seusia saya, saya lebih berani, penuh semangat, lebih percaya diri”. Wajarlah karena mereka melihat anak-anak yang dibiasakan manja, serba enak, atau serba kecukupan di rumah.

Kata orang pintar dan hasil studi menunjukkan bahwa orang yang lebih mandiri adalah orang yang bahagia! Hal ini karena kita merasa lega dan sukacita ketika kita dapat mengambil hidup kita dibawah tangan kita sendiri.

Studi diatas benar, saya terlatih mandiri sehingga oranglain melihat saya lebih percaya diri, selalu ceria, berani dan selalu semangat jika melakukan sesuatu.

Akan tetapi, aku terkadang masih berfikir: “kenapa umi dan abi menyekolahkan aku jauh dari mereka?”…saat fikiran itu muncul “umi pengasuh, Ibu/Bapak guru dan teman-teman yang menjawab…”kita disini biar lebih mandiri, bertanggung jawab dan tidak tergantung pada orangtua” karena kemandirian  sejak dini akan melatih dan bermanfaat saat kita dewasa kelak. Agar tidak mudah dibodohi orang.

Di dalam buku, anak usia 2 atau 3 tahun mempunyai  sebuah tahapan perkembangan yang mana anak-anak ingin memiliki otonomi/kebebasan yang lebih luas. Tetapi para orangtua kebanyakan tidak memahami perubahan atau ciri-ciri yang ditunjukkan anak-anak mereka, sehingga orangtua terkadang terlalu melindungi anak. Ketika anak ingin naik kursi atau meja, kita melarangnya, “jangan, nanti jatuh”. Ketika anak memegang Hp mahal yang baru kita beli, “awas nanti rusak”, Nah, karena sering dilarang anak menjadi pasif dan hanya menunggu apa yang kita berikan atau kita perbolehkan. Ketika hal ini terjadi bertahun-tahun, tanpa sadar kita sudah menanamkan atau membentuk pola dalam diri anak kita, untuk menjadi pasif karena takut dan kemandirianpun tidak anak miliki. Jadi orangtua perlu tahu tentang pentingnya perkembangan otonomi tersebut. Anak makin kita beri kebebasan yang tertata maka anak kita akan menjadi anak yang mandiri, bukan anak yang manja.

Dari buku itulah, alasan abi dan umi memutuskan menyekolahkan saya ditempat yang tepat buat membentuk kemandirian saya. Yaitu di Ma’had Al-Zaytun merupakan pusat pendidikan pengembangan budaya toleransi dan perdamaian.

Jadi dengan sekolah jauh, Abi dan umi memberi saya suatu kesempatan untuk melakukan apa yang saya mampu lakukan. Itulah kunci untuk membantu saya memiliki karakter mandiri, percaya diri, dan mampu mengerjakan segala sesuatu dengan tanggung jawab penuh.

Category: Cerita Anak | Comments Off on Haruskah Jauh supaya Aku Mandiri
February 5

Tangismu Menghentikanku

tangismu

Saat aku sibuk di dapur, engkau terbangun dan menangis…saat itu juga, wajan, panci, kompor aku tinggal

Saat aku asik mencuci pakaian, terdengar rengekan minta gendong…saat itu juga, sabun, bak, baju aku tinggal begitu saja

Saat aku terlena di depan komputer, tangisan keras tiba-tiba terdengar…saat itu juga aku langsung mendekatimu

Saat aku asik megal-megol mengepel lantai, rasa laparmu membuat tangismu terdengar…saat itu juga aku tinggal untuk menyuapimu

Sayang….tangisanmu sangat menggetarkan hati dan bisa menghipnotis setiap langkah kaki-ku

Sayang….tangisanmu adalah gambaran perasaanmu

Sayang….semakin sering tangisanmu terdengar…semakin sering kita bersentuhan

Sayang….disaat engkau sudah bisa ngomong…..tangisanmu akan jarang terdengar

 

Category: Puisi bunda | Comments Off on Tangismu Menghentikanku
February 5

Ciri-Ciri Sekolah yang Baik untuk Anak Zaman Sekarang

malam hari

Jika kita mencari di Google “ciri-ciri sekolah yang baik” akan bermunculan banyak sekali ciri-ciri tersebut, ironisnya buat saya bukan membantu tapi makin membingungkan. Ada yang menyebutkan 18 ciri, ada yang 8 ciri, dan banyak lagi. Salah satunya semakin banyak murid yang daftar berarti sekolah tersebut baik dan layak untuk sekolah anak kita, contoh lagi semakin mahal biaya maka semakin bagus sekolah tersebut.

Pada zaman sekarang, hanya satu ciri saja yang dibutuhkan sekolah untuk anak kita yaitu Sekolah yang mengajak anak-anak kita kembali pada sang Pencipta. Sehingga anak-anak kita akan lebih memahami siapa mereka?, memahami tugas selama dibumi?, memahami akan maksut dan tujuan Tuhan menciptakan manusia. Jika ciri ini benar-benar dipraktekkan, maka semua ciri-ciri yang lain akan mengikuti dibelakangnya, seperti anak nyaman belajar, anak senang-ceria, semangat belajarnya tinggi, dan banyak lagi. Jika rasa nyaman, senang, semangat saat belajar secara otomatis materi apapun akan lebih mudah di fahami oleh mereka. Satu lagi, Saya yakin jika anak-anak kita memahami akan jati dirinya sejak dini akan bisa bertanggung jawab dan menjaga indahnya bumi ini.

Tidak seperti yang kita lihat sekarang banyak sekolah bermunculan dengan slogan yang luarbiasa indahnya tetapi prakteknya sekedar slogan saja. Semoga segera bertaburan sekolah-sekolah yang kembali pada sang pencipta. Agar terselamatkan anak-anak generasi bangsa tercinta kita.

Category: Pendidikan | Comments Off on Ciri-Ciri Sekolah yang Baik untuk Anak Zaman Sekarang