September 25

3 Bulan Al-Zaytun Merubah Sikap Diam-mu

Alhamdulillahirrobbil’alamin….sejak bertemu keponakan di Kampus Hijau Al-Zaytun minggu kemarin sampai balik kerumah bahkan saat sepenggal kisah tentang mas Faiz mulai beredar di Google, syukur kami tidak pernah berhenti.

Ya Allah ya Rahman ya Rahim selain sebagai terimakasih kami yang tiada hingganya, kami sebagai paman dan bibi merasa makin mantap dengan Al-Zaytun sebagai tempat pendidikan yang benar-benar nyata dalam hal membimbing, mendidik, membina serta mengayomi para santrinya sehingga  tumbuh kembang anak-anak kami di Kampus Hijau Al-Zaytun dengan hitungan bulan bisa merubah sikap yang kurang positif menjadi yang positif.

Padahal jika dilihat dari tingkatan sekolah MI (Madrasah Ibtidaiyah), mas Fais sudah Kelas 6 looooo masuk Al-Zaytun. Hanya dengan 3 bulan mas Fais bisa memberi kejutan untuk Bapak dan Ibunya yang mana kedua orang tuanya dulu selalu menilai dia anak yang tidak pintar, pemalu, pemalas dan banyak lagi stempel-stempel negatif buat mas Faiz.

Keluar dari stempel-stempel negatif diatas…..Yang paling kita soroti perubahan mas Fais 3 bulan terakhir (Juli, Agustus, September 2016) adalah yang dulunya ketika diajak ngomong, hanya senyum terkadang malah melamun seperti konsentrasinya kemana-mana. Saat ditanya, jawabannya selalu di simpen di kantong baju alias susah untuk memberi jawaban  sebatas ya atau tidak. Bikin bertanya-tanya nich….kenapa mas Faiz ini? mungkin karakternya introvet kali ya……jadi keluar dech jurus Psikologinya……

Eeeeee….tidak tahunya kemarin saat berkunjung ke Al-Zaytun tidak bisa distop obrolan dia, mulai bercerita tentang teman kamarnya, tentang teman yang sok jagoan, tentang sepak bola dan basket yang lagi diikutinya serta tentang ustad dan ustadzahnya yang keren-keren, dan soal kegokilan adeknya (Fatan) juga dilaporin ke kita-kita…tanpa kita tanya mas Faiz sekarang sudah meluncur sendiri kayak mobil hilang remnya…..dia berhenti kalau si kakak Fatan menyela untuk berbagi cerita juga…hehehe

Yang bikin ketawa lagi, ibunya Mas Faiz atau kakak perempuan suami saya sekarang di rumah merasa tidak di hiraukan anaknya karena sering bilang “apa tidak kangen ya Faiz ini ke ibu dan bapaknya? kok tidak pernah telpon?”. Kenapa bisa seperti itu karena mas Faiz sudah merasa nyaman dengan segala kegiatan yang dilakukan di Al-Zaytun sampai-sampai kalau disuruh telpon ibunya, dia menolak karena asik dengan kegiatan.

Alhamdulillah…….seperti foto di atas  “ketika adekmu (Fatan berbaju merah) bisa duluan tertawa bahagia saat belajar, sekarang Mas Faiz (berbaju biru muda) bisa ikutan tertawa bebas dengan tatapan ke depan menunjukkan keberanianmu untuk menjalani masa depan.

Dari perubahan tersebut kami menyimpulkan ada perbedaan yang sangat kuat antara pendidikan di rumah dengan Al-Zaytun yaitu “Pembiasaan“….kalau dirumah belum tentu kebiasaan yang positif bisa terus kita berikan untuk anak-anak secara rutin dan tepat waktu. Sebagai contoh sederhana saja yaitu “sarapan atau makan pagi kalau di Al-Zaytun para santri mulai jam 05.30 WIB makanan sudah tersedia di kantin santri dan santripun pukul 06.30 WIB harus nyampek gedung sekolah, kalau dirumah kadang-kadang ada atau malah tidak pernah sarapan. Kalau masalah komunikasi kemungkinan dirumah anak merasa selalu salah sering kena marah, kalau di Al-Zaytun setiap santri diberi kebebasan yang sama untuk selalu tampil didepan kelas, bergantian untuk menjadi imam saat sholat, ada berbagai lomba yang menunjang kegiatan komunikasi santri biar lancar. Selain itu kebiasaan atau pendidikan yang ada di Al-Zaytun bukan sembarang kebiasaan loooooo.

Pembiasaan yang bagaimana yaaaa???

Pembiaasaan atau kebiasaan yang tertata dengan baik dan benar serta adanya pengontrolan, pengawasan dan ketegasan ketika berjalannya kebiasaan-kebiasaan tersebut. Tata tertib inipun tidak hanya berlaku untuk santri bahkan guru dan semua orang yang berkepentingan dalam pendidikan harus mematuhinya. Sehingga di Al-Zaytun benar-benar mewujudkan Semboyan “Tut wuri handayani”, atau aslinya: ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani. Arti dari semboyan ini adalah: ing ngarsa sung tulada (di depan, seorang pendidik harus memberi teladan atau contoh tindakan yang baik), ing madya mangun karsa (di tengah atau di antara murid, guru harus menciptakan prakarsa dan ide), dan tut wuri handayani (dari belakang seorang guru harus bisa memberikan dorongan dan arahan).

Semboyan inipun juga berlaku dan terus turun temurun untuk para santri senior ketika bertanggung jawab saat membimbing santri-santri di bawah mereka. Untuk hasil………” Alhamdulillah kedua buah hati kami mendapatkan perubahan yang sangat luarbiasa positif setiap bulannya”.

Semoga true story ini bermanfaat untuk para orangtua, paman/bibi, kakek&nenek atau kakak dan para guru jangan pernah ragu untuk menempatkan buah hati kalian kepada tempat yang terbaik untuk mereka.

Walhamdulillahirrobbil’alamin……….

Category: Al-Zaytun Kita, Cerita Anak, Cerita Sang Ibu | Comments Off on 3 Bulan Al-Zaytun Merubah Sikap Diam-mu
September 21

Tuhan Memilih-ku Lahir Kembali

Image result for tuhan melahirkanku

Yaaaa………. Tuhan ku, terima kasih Engkau telah memilihku diantara berjuta-juta sel telur  bahkan tak terhitung jumlahnya dalam rahim sang ibu.

Engkau menjadikan aku sang pemenang diantara calon pemenang-pemenang yang lainnya.

Kasih sayang-Mu yang tidak pernah berhenti tercurah untuk-ku, seharusnya aku selalu bersyukur kepada-Mu Tuhan.

Karena kesombongan-kulah, aku selalu melupakan kasih sayang-Mu. Diri ini terus dan terus merasa kurang, aku sering mengeluh mengapa aku hidup di dunia ini jika tidak sehebat dia?, mengapa aku tidak sekaya dia dan mengapa aku tidak seberuntung  serta sepintar dia?….Kenapa Engkau melahirkanku di dunia ini?, siapa saya sebenarnya Tuhan?

Keluh kesah ini apakah hanya diriku yang merasakannya?….berhari-hari, berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun aku selalu mengeluh dan mencari jawaban dari pertanyaan itu.

Banyak orang bilang, “hanya engkau sendiri yang bisa merubah apa yang ada dalam dirimu, nak”. jika engkau hanya berkeluh kesah maka engkau akan hidup dalam dunia yang gelap tanpa cahaya Tuhan sedikitpun”.

jika engkau terus berkeluh kesah akan kekuranganmu, maka pintu kehidupanmu akan terus tertutup dari indahnya kehidupan yang sesungguhnya.

Ada orang yang pernah bertanya padaku,”Siapa dirimu?” aku langsung marah dan menjawab,”aku ya manusia aku seorang perempuan, pelajar di salah satu kampus swasta ternama di jawa timur”, dengan lantang dan sombong kala itu.

Orang itu bertanya lagi dengan pertanyaan yang sama, sayapun menjawab dengan makin geram dan suara tambah keras dengan jawaban yang sama juga. Orang itu hanya tersenyum sok imut saat melihat kemarahan saya.

Akhirnya pembicaraan saat itu saya akhiri dengan pulang ke kos-kosan dengan memendam pertanyaan Orang itu. sampai-sampai aku mencari beberapa literatur di perpustakaan kampus untuk mencari jawaban dari pertanyaan “Who Am I?”. Dan ternyata tidak semudah itu untuk menemukan jawaban dari pertanyaan tersebut.

Memang ada benarnya dari pertanyaan sederhana itu, aku hanya bisa menjawab diriku secara fisik saja. tetapi secara sejati yang Tuhan kehendaki aku tidak mengetahui sama sekali, “siapa saya, why saya hidup di dunia ini? dan banyak lagi pertanyaan yang sangat mendasar yang tidak aku fahami selama ini.” Betapa bodohnya saya, betapa sombongnya saya di mata Tuhan.

Pada suatu hari disaat usiaku tidak anak-anak lagi atau sudah memasuki remaja akhir, aku sangat bersyukur untuk beribu-ribu bahkan tak terhitung untuk-Mu ya Tuhan…aku merasa telah lahir kedua kalinya di dunia ini, yang dulunya aku tahu kelahiranku berkat kehebatan ibuku, yang sejatinya hanya Engkau ya Tuhan yang telah melahirkan aku lewat perantara sang ibu.

Terimakasih juga buat orang yang berdiskusi tentang “WHO am I”…karena membuat saya belajar dan belajar kembali tentang makna siapa saya? untuk apa tuhan menciptakan saya di bumi ini?….alhamdulillah dari pertanyaan yang sangat krusial bahkan mendasar tersebut membuatku makin dekat dengan kitabMu Tuhan dan semoga jalan yang semua sudah ada dalam kitabMu bisa saya jalankan dan Ridho-Mu selalu menyertaiku..perlu diketahui ternyata jawaban dari pertanyaan-pertanyaan diatas semua ada dalam kitab suci kita.

Terima kasih Tuhan Engkau memilihku untuk lahir kembali dengan memahami berbagai macam tujuan yang Engkau rencanakan dalam kitab-Mu.

Alhamdulillahirrobbil’alamin…………….

 

Category: Cerita Sang Ibu | Comments Off on Tuhan Memilih-ku Lahir Kembali
September 5

Obrolan Para Ibu

Kemarin sore, ada acara rutin ibu-ibu yaitu PKK yang biasa malam hari selepas magrib, untuk bulan ini yang punya rumah bisanya sore hari. Seperti biasa karena super sibuknya para ibu di tempat saya, dan warganya juga masih belum banyak jadi yang bisa hadir sekitar 10 orang.

Setelah beberapa acara selesai sampai pembagian tempat bulan depan, kami mengobrol dengan asik dan ramai sampai-sampai mau mendengarkan yang mana, karena satu cerita belum selesai cerita yang lain sudah terdengar, hehehe.

Maklum kita jarang ketemu dan bisa ngobrol akrab seperti momen PKK kemarin.

Inti obrolan kemarin menurut saya adalah keluh kesah tentang pekerjaan yang membuat para ibu kelelahan bahkan kebingungan antara berhenti atau pindah kerja dan lain-lain.

Yang pasti ada benturan antara kebutuhan uang dan kemampuan yang notabene sebagai seorang perempuan yang mana secara fisik tidak sekuat laki-laki.

Ada satu ibu yang harus mondar-mandir Surabaya-Jakarta, ada yang terbentur dengan aturan perusahaanlah, ada yang ingin menjadi ibu rumah tangga tetapi kondisi keuangannya nanti bagaimana?. obrolan sore itu terus mengalir sampai-sampai waktu magrib sebentar lagi dan obrolan tanpa ada solusi akhirnya diberhentikan.

Jadi wajarlah saya menyimpulkan obrolan itu sebagai keluh kesah sesama ibu yang sama-sama membutuhkan tempat untuk bercerita. Berhubung saya hanya ibu rumah tangga yang tidak tahu tentang dunia kerja, tetapi sedikit mengerti tentang peran dan tanggung jawab seorang ibu atau istri atau seorang perempuan, hanya tertawa kecil, terkadang senyum sambil mulut tertutup dan kepala manggut-manggut saat mendengar obrolan seru itu.

Mau komentar, siapa saya? saya hanya seorang ibu rumah tangga.

Saya hanya bersyukur terus dalam hati saat itu, bagaimana tidak selama ini saya hanya dirumah saja, tidak khawatir telat dan dimarahi bos, hanya masak jika yang dimasak ada, hanya membersihkan rumah yang kotor, hanya menjaga agar si kecil tidak menangis biar tersenyum selalu, yang penting membuat suami bahagia. Meskipun tidak ada hari libur, tidak ada waktu istirahat makan siang dan gaji juga tidak rutin kadang telat. Tetapi bagi saya pekerjaan dirumah ini adalah pekerjaan yang paling mulia.

Banyak orang bilang jadi ibu rumah tangga itu pekerjaan yang paling enak….Kata hati saya” kalau enak kenapa para ibu tidak mau di rumah saja biar jadi ibu rumah tangga?”. hahahaha

Salam super buat ibu rumah tangga……….

 

 

Category: Cerita Sang Ibu | Comments Off on Obrolan Para Ibu