October 12

Hikmah di balik Menumpuknya Piring Kotor di Dapur

Image result for cucian piring numpuk

Waaaah para bunda di manapun berada, kalau ngomongin cucian piring yang menumpuk tak berarutan, kalau saya: “geleng-geleng kepala yang ada sambil badan terasa lemas dan hati berkata kapan aku bisa bebas dari mencuci piring……khayalan terkadang muncul….”seandainya punya teman yang bisa mencuci pasti dapurku tidak seruwet ini, seandainya aku punya kantong ajaib doraemon, tinggal bilang bimsalabim adagedabra….piring kotorku seketika bersih dan langsung menempati tempatnya masing-masing” hehehehehh…..tangisan si kecil mengingatkanku untuk segera mencuci piring.

Jika para bunda yang sehari-harinya di rumah untuk mengurus keindahan rumah, pekerjaan yang satu ini pasti tidak bisa dihindari dan bisa berkali-kali dilakukan dalam setiap harinya.

Setiap cucian menumpuk banyak, dalam hati berkata  rasa malas yang menyebabkan hal ini, menumpuk itu karena dari satu piring tidak segera di cuci sehingga piring-piring kotor selanjutnya ikutan duduk manis dengan segala sisa kotoran yang ada….akhirnya secara tidak sadar….saatnya makan  kebingungan mencari piring bersih di rak…..dan terkadang karena malas mencuci, mulut berucap “nanti aja dech…nunggu piring bersih dulu”….hahaha akhirnya makan siangpun terlewatkan.

Inti cerita kali ini sebenarnya bukan masalah bersih atau kotor sebuah piring akan tetapi sebuah permasalahan yang ada dalam diri kita. Kita tahu kok berat ringan sebuah masalah setiap individu itu awalnya tidak jauh beda dengan awal mula menumpuknya piring kotor tersebut.

Bagaimana tidak, ada masalah satu tidak segera diselesaikan…”nanti ajalah…ini kan hanya sepele”….”besok ajalah semua ini salah dia”…..dan banyak lagi kata-kata untuk mempertahankan diri agar diri kita tampak kuat dan percaya diri.

Secara tidak kita sadari….kesalahan ringan atau sepele itu saat kita mau tidur tiba-tiba terlintas di depan mata…dan dengan sadarnya kita stop untuk menutup erat masalah itu.

Eeeeeeee…..pada waktu berikutnya kita mendapat masalah yang sama dan kita menganggap hal tersebut sesuatu yang sepele lagi….”….dengan sengaja kita tutup lagi tanpa memperdulikan akibat dari masalah itu.

Tanpa kita sadari, tiba-tiba muncul berbagai pertanyaan “looo kenapa ya aku sering di bohongi pacarku?….kenapa ya aku susah melupakan dia?

Pertanyaan itu muncul karena otak kita capek, otak kita juga pintar looooo otak kita tujuannya untuk mengingatkan kita agar jangan suka menumpuk masalah…..bisa meledak nich isi otakku…(kata otak)…meskipun hanya sepele tetapi bisa menumpuk menjadi luar biasa berat, tidak ada uang 1000 kalau tidak ada 10 rupiah dan lama-lama membuat diri kita tidak nyaman atau bahkan bisa membuat rasa berani kita hilang, percaya diri kita memudar…..

Kata sang guru :

Pertama “jika kita mau naik kelas maka selesaikan soal atau teka-teki yang menunggu di hadapanmu”. (Entah itu benar atau salah jawaban kita yang penting kita telah menyelesaikannya. Sehingga kita akan tahu benar dan salah dan akan tahu cara memperbaiki kesalahan-kesalahan kita)

Kedua “Masalah itu muncul karena kita takut menghadapi konsekwensi yang akan kita terima”

Dari 2 kalimat diatas hanya ada satu kata yang bisa menyelesaikan yaitu “keberanian” (jika salah ya katakan salah lalu minta maaf dan perbaiki kesalahan) “(jika itu tugas kita maka harus kita kerjakan dengan sungguh-sungguh dan jika tidak sanggup ya katakan tidak sanggup), “(kalau resikonya kita harus menangis ya harus siap dibilang cengeng), (resikonya harus berjauhan ya harus siap di tinggal)

keberanian di atas menurut pendapat saya looooo…..

Jika rasa berani ini hilang dalam diri kita maka diri kita akan terkungkung dalam tubuh kita sendiri….kita akan susah bergerak ke kanan atau ke kiri bahkan kita akan kehilangan sebuah pilihan akan masa depan.

Jika jelek pemandangan rumah karena menumpuknya piring kotor maka bisa di bersihkan dengan hitungan detik. Akan tetapi jelek karena masalah yang kita timbulkan perlu proses yang lama dan semua tergantung setiap individu.

Semoga bermanfaat….

Mohon maaf dan saran jika ada kesalahan

Alhamdulillahirrobbil’alamin…..

 

Category: Cerita Sang Ibu | Comments Off on Hikmah di balik Menumpuknya Piring Kotor di Dapur
October 8

Foto Kalian telah Menghipnotis-ku

Setelah si kecil tidur dengan lelap, aku cepat-cepat ke ruang komputer untuk menulis cerita yang indah, seindah foto kalian berdua.

Foto kakak yang berbaju kuning ini baru saya dapatkan tadi pagi lewat salah satu walisantri yang lagi ngawal santri di Ma’had. Foto ini diambil ketika kak Fatan mau refresing ke Haurgelis untuk berenang, yang mana olah raga  ini memang kesukaan dia banget, pasti maunya kalau diajak.

Kamu tahu kak………

Senyum pelitmu itu seolah menggodaku agar aku segera memelukmu, tatapan matamu yang sedikit genit tapi lembut penuh pesona seakan-akan menarikku untuk berlari menciummu.

Tuhan….. aku ucapkan terima kasih, dengan foto ini aku bisa merasakan kalau kakak di sana senang, ceria dan semangat meskipun tanpa kehadiran kami bertiga.

Kamu tahu kak………

Adek Fakhrin ketika melihat pertama kali fotomu, dia heboh banget dengan suara teriakan khasnya “hahaha” sambil menunjukkan kelima jarinya di gambar dalam HP…senyumnyapun tidak jauh beda di foto ini. Saat itu juga adek mengambil HP umi lalu di bawa keluar masuk kamar sambil berputar-putar…..umi hanya bisa bengong dan tertawa kecil melihat tingkah bahagia adekmu.

Ya Tuhan dengan tertawanya adek Fakhrin itu menunjukkan bahwa dia tahu kalau dalam HP ada gambar kakaknya….Terima kasih untuk kesekian kalinya Tuhan berkat Engkau anak-anak kami mendapatkan kasih sayang yang bisa membuat mereka saling mengenali dan menyayangi satu sama lain.

Heh…ehek…ehek….terdengar si dedek bangun, sepertinya adek minta minum. Setelah rasa haus hilang adek tertidur lagi, saya melanjutkan cerita indahnya…..heeemmm

Hebatnya, foto kalian berdua saat malam ini telah menghipnotisku untuk berimajinasi sampai keatas mendung yang kebetulan mau turun hujan….sambil tersenyum saya berdoa semoga sampai tua, sampai Tuhan mengambil kalian rasa bahagia itu terus kalian pancarkan dalam setiap perilaku kalian. Alhamdulillahirrobbil’alamin…………………………..

Kebahagiaan kalian ada…… karena Tuhan ada dalam diri kalian…………..

 

Category: Cerita Sang Ibu, Love | Comments Off on Foto Kalian telah Menghipnotis-ku