March 5

Apa Benar Menyusui itu Menyimpan Perahan Asi Sebanyak-Banyaknya di Kulkas???

Untuk menjawab pertanyaan judul artikel di atas saya bersumber pada dr Tiwi, yang mempunyai nama panjang dr. I Gusti Ayu Nyoman Partiwi beliau adalah dr spesialis anak yang 13 tahun terakhir bekerja di RSIA Bunda Jakarta, beliau selalu menekankan ASI itu membacanya menyusui, karena di masyarakat banyak yang bangga akan hasil susu perahannya yang banyak tetapi banyinya kecil-kecil.

Menurut beliau otak bayi itu butuh dua hal yaitu ASI dan proses pemberian ASI itu sendiri. Di negara kita ini memang yang dipopulerkan adalah kata-kata ASI jadi dalam masyarakat yang diingat hanya Air Susu IBU dan mengabaikan proses yang lain, bahkan proses yang diabaikan inilah sesuatu yang sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang bayi kita.

Jadi wajar banyak para ibu banyak-banyakan mengumpulkan hasil perahan ASI dan menumpuk penuh dalam kulkas. karena para ibu menganggap “Anak saya sudah cukup dengan ASI saja”.

ASI sangat bagus dilakukan secara exsklusif selama 6 bulan tetapi jika syarat di bawah ini tidak diabaikan. Apa saja syarat tersebut….

  1. menyusui bukan hanya sekedar memberi nutrisi yang bagus
  2. menyusui juga memberi kekebalan
  3. menyusui juga menstimulasi dan attachment (untuk syarat ketiga ini memang hasilnya tidak bisa dilihat secara langsung seperti ciri-ciri tumbuh bayi yaitu berat badan, tinggi, lingkar kepala akan tetapi jika stimulasi diberikan dengan benar bayi kita akan menjadi anak secure yang menyenangkan orang lain, mudah berempati mudah beradaptasi dan kapan hasil ini akan kita lihat mungkin 5 tahun atau lebih.
  4. menyusui juga mencegah penyakit jangka panjang

Perlu kita ketahui proses antara interaksi dan sentuhan mulut bayi dan puting payudara sang ibu sangat besar untuk menstimulasi semua panca indra bayi, baik itu rasa pedas yang dimakan ibu, bau keringat ibu, sentuhan lembut atau kasar si ibu. Jadi interaksi dan sentuhan itu akan memberi input ke otak agar bayi kita cerdas.

Selain semua panca indra terlatih semua otot bagian wajah ikut terlatih untuk bergerak. Beda ceritanya jika bayi kita munyusu dengan botol susu, bayi kita hanya satu bagian otot yang terlatih. Dari akibat gerakan otot itulah jika bayi yang terbiasa ngedot atau minum dengan botol akan menolak jika dipindah menyusui langsung pada payudara ibu. Karena bayi bisa minum payudara jika posisi ASI berisi penuh dan jika kosong bayi akan kesusahan karena dibutuhkan gerakan-gerakan semua otot pada bagian wajahnya. Memang awal-awal bayi masih mau menyusu langsung tetapi jika botol terus-terusan diberikan maka antara 2-3 bulan kemudian bayi tidak mau.

Karena itulah proses menyusui adalah proses menstimulasi pada bayi saat menyusu.

Pentingnya lagi ketrampilan mulut untuk menghisap, menelan, mengunyah itu akan berpengaruh pada ketrampilan bicara bayi.

Jadi ASI adalah investasi terbesar untuk anak-anak kita.

Catatan “stimulasi adalah proses belajar tidak ada yang bim salabim bisa….jadi bayi-bayi pintar itu karena ada proses stimulasi atau latihan-latihan yang terus menerus secara konsisten”

Semoga dengan sedikit gambaran di atas bisa memberi gambaran untuk menjawab judul artikel saya.

Biar lebih jelas dan seru silahkan tonton youtube dr Tiwi ya….

 

 

 

 

 

 

Be Sociable, Share!


Copyright 2017. All rights reserved.

Posted March 5, 2016 by Nur Widayati in category "Perkembangan Anak