February 25

Bayi Hebat Karena Pemberian Stimulus yang Tepat

Masa bayi adalah masa yang sangat bergantung pada orang dewasa. Masa-masa yang penuh keajaiban dan perubahan. Mulai dari tangisan kencang saat pertama keluar dari rahim sang ibu, kemampuan alami menghisap puting payudara, menarik mulut ke samping kanan dan kiri atau tersenyum, mulai menunjukkan kemampuan mengkoordinasikan otot-otot pada tubuhnya seperti mengangkat tangan, mengangkat kaki, tengkurap, merayap, merangkak, duduk, berdiri dan berjalan.

Sebelum masa itu tercapai, si Kecil akan melalui serangkaian tahapan yang butuh perhatian dan dukungan Anda.

Dukungan dan perhatian yang dimaksut adalah sikap tanggap yang cepat terhadap tanda-tanda yang ditunjukkan bayi kita. Sikap yang cepat tanggap itulah yang akan memunculkan stimulus-stimulus atau rangsangan-rangsangan yang kita berikan untuk mendukung kehebatan bayi dalam menghadapi perubahan perkembangannya.

Berikut ini stimulus-stimulus yang saya berikan pada kedua bayi saya, semoga bisa menjadi pilihan anda untuk membantu kehebatan bayi anda dalam menjalankan proses tumbuh kembangnya.

1. Tersenyum

Pada minggu pertama senyuman tanpa makna itu biasanya sudah muncul dan itu menunjukkan bahwa kita harus selalu ceria saat bersama bayi, mengajaknya komunikasi. Karena stimulus tersebut akan membuat nyaman dan tentram si bayi sehingga bayi kita merasa tidak sendirian dan nantinya akan membentuk rasa percaya diri dan keberanian. Untuk bayi kami pertama kali bisa senyum pada hari ke lima.

2. Tengkurap dan merayap

Ada sebagian bayi yang sudah bisa menengkurapkan dirinya ketika usianya berusia 2 bulan, sementara ada pula sebagian lainnya yang bisa menengkurapkan tubuhnya ketika bayi berusia 3 atau 4 bulan. Itu artinya, fase perkembangan tengkurap bayi antara bayi satu dengan bayi lain mengalami perbedaan dan tidak dapat disamakan. Namun saja, secara umum bayi akan mulai bisa melakukan usaha untuk tengkurap sendiri disaat umur 3 hingga 6 bulan. (Sumber : Mengetahui Kapan Bayi Bisa Tengkurap Sendiri – Bidanku.com).

Untuk perkembangan ini bayi kami usia 5,5 bulan baru bisa tengkurap sendiri. dan stimulus sejak usia bayi baru lahir sudah ditengkurapkan, sambil dipijet2 punggungnya.

Untuk tahap merayap, bayi kami melewatinya sebentar banget. hanya merayap 1-2 rayapan sudah dan itu berlangsung beberapa hari saja.

3. Duduk

Pada usia 4-7 bulan adalah rentang bayi belajar duduk sampai bisa duduk tanpa bantuan. Bayi saya usia 6 bulan bisa duduk sendiri.

Dalam tahap ini kita bisa menstimulus dengan menarik kedua tangan bayi saat tiduran sampai posisi duduk, jika kepala bayi sudah kuat dan mengikuti gerakan tarikan kita, itu berarti bayi sudah harus sering kita latih dengan gaya tarikan tersebut. Kemudian jika sudah lancar, bayi kita dudukan dengan menyandar sambil samping kanan kiri, depan kita kasih penopang, kalau anak saya bantal sebagai penopangnya, saat posisi ini lakukan berbagai kegiatan seperti bemain ci luk ba, memberi mainan sekalian melatih bayi untuk menggenggam benda. Untuk anak saya stimulus ini saya lakukan sampai dedek mulai mengenal MPASI usia 5,5 bulan. Berhubung kita tidak punya kursi makan bayi, dengan cara memberi penopang itu belajar duduk sambil makan. Dan hasilnya luarbiasa, usia 6 bulan penopangnya tinggal bagian belakang saja dan mulai bisa duduk sendiri.

4. Merangkak

Di rentang usia antara 7-10 bulan, bayi akan mulai merangkak. Bayi kedua saya 6bulan mulai merangkak. Tahapan ini sangat penting karena bisa melatihnya menggerakkan lengan dan kaki pada waktu yang bersamaan.

Setelah kuat duduk secara reflek bayi akan menaruh kedua tangan di lantai dan mengangkat pantat sehingga lutut atau tumit kedua kaki sebagai tumpuan. Jika gerakan itu muncul kita harus memberinya motifasi, bisa dengan tepuk tangan sambil “ayo adek bisa merangkak” sambil taruh mainan kesukaannya di depannya, dan yang penting kita posisikan diri kita seperti posisi bayi sambil merangkak maju sedikit demi sedikit. Jangan satu dua kali saja melakukan stimulus ini, harus terus menerus sampai anak bisa lancar merangkak dari satu tempat ke tempat lain.

5. Berdiri dengan bantuan

Diusia antara 7-9 bulan, bayi mulai berpegangan benda didekatkan untuk mengangkat tubuhnya dalam posisi berdiri.

Untuk bayi kami pada bulan ke 7 ini, menunjukkannya dengan cara saat di tempat tidur bawah, dia mengangkat kedua tangannya untuk meraih pinggiran kasur bagian atas sambil sebentar-sebentar melihat kita dan suara “hehehe”keluar”, wah…ini saatnya kita memberi bantuan untuk memegangi bayi biar bisa berdiri sambil bayi tetap berpegangan, dengan tujuan bayi biar mengetahui cara berdiri jika tubuh belum kuat harus berpegangan dengan benda didekatnya. Jangan lupa saat bayi melakukan kemajuan “reward berupa pujian,pelukan dan ciuman terus diberikan”, agar bayi makin percaya diri, berani untuk mengeksplorasi berbagai gerakan.

Untuk usia 8 bulan, bayi kami sudah mulai berdiri sendiri dengan melepas pegangannya dan mampu 2 detik dia bertahan berdiri sendiri. Kemampuan berdiri sendiri ini berbarengan dengan kemampuan merambatnya. Akan tetapi merambatnya masih di tempat tidur dengan bantuan tumpukan  bantal guling untuk berpegangan sambil merambat. Bayi kita akan penuh keceriaan dengan tertawa ciri khas bayi saat dia bisa melakukan hal baru.

6. Berdiri sempurna dan Berjalan  akan saya tulis pada kesempatan berikutnya saat bayi kami  melewati tahap perkembangan ini.

Biasanya tahapan bisa berdiri tanpa bantuan ini terjadi pada usia 9-12 bulan. Dan untuk tahap berjalan biasa terjadi pada usia 12-18 bulan, akan tetapi ada bayi melangkahkan kaki pertama kali ada yang diusia 9-12 bulan.

Sebenarnya untuk tahapan-tahapan perkembangan diatas tanpa stimulus bisa dilaluinya sesuai tingkat kematangan pada bayi.. Akan tetapi dengan adanya stimulus yang diberikan akan sangat membantu bayi untuk lebih berani, percaya diri untuk bergerak dan uji coba hal baru, karena semakin bayi sering latihan dan sering mencobalah yang akan cepat mencapai tahap-tahap perkembangan. Jika bayi belum matang untuk melakukan gerakan juga akan menolak kok bayi kita…kalau sudah menolak jangan dipaksa ya bunda…tetapi jika sudah melebihi usia perkembangan kita harus lebih kreatif caranya saat memberi stimulus.

Setuju ya Bunda dan Ayah, pemberian stimulus adalah bagian terpenting untuk bayi anda, jika ingin tumbuh kembang sang bayi bisa berkembang secara optimal.

Memang benar perkembangan tiap anak berbeda-beda, terutama jika si Kecil lahir prematur. Bayi prematur biasanya mengalami keterlambatan dalam tumbuh kembangnya. Akan tetapi sikap responsif kita sebagai orangtua terhadap clue-clue atau tanda-tanda yang ditunjukkan oleh bayi kita sangat penting untuk menjadikan bayi kita hebat.

Sumber http://www.alodokter.com/perkembangan-bayi-kapan-si-kecil-mulai-berjalan

Be Sociable, Share!


Copyright 2017. All rights reserved.

Posted February 25, 2016 by Nur Widayati in category "Perkembangan Anak