March 8

Cara Menjaga Psikologis Anak Ketika Sekolah Jauh dari Orang Tua

tumbuh kembangPsikologis anak disini adalah Tahapan-tahapan tumbuh kembang perilaku anak-anak mulai usia 0 bulan sampai usia 12/13 tahun. Yang mana setiap perilaku mereka sangat dipengaruhi oleh stimulus-stimulus disekitar mereka. Masa-masa perkembangan di usia anak-anak ini adalah masa keemasan mereka yang sering disebut golden age. yaitu masa-masa penting anak yang tidak bisa diulang”. dan masa ini anak paling mudah menerima setiap respon tanpa ada penyaringan. anak mudah meniru semua apa yang mereka lihat. Beberapa pakar menyebutkan sedikit perbedaan tentang rentang waktu masa golde age, yaitu 0-2 th, 0-3 th, 0-5 th atau 0-8 th, namun semuanya sepakat bahwa awal-awal tahun pertama kehidupan anak adalah masa-masa emas mereka.

Karena itu menjaga psikologis anak saat jauh dengan orangtua sangat penting untuk proses masa depan mereka.

Dalam  “AyoBercerita” ini saya hanya akan membahas tentang cara menjaga psikologis anak saat sekolahnya jauh dengan orangtua. Sesuai fakta ternyata diperlukan beberapa tahapan untuk menjaga keindahan perilaku anak saat sekolah berjauhan dengan orangtua, Dengan tahapan-tahapan ini di harapkan kita tidak menyakiti anak, tidak membuat trauma anak saat jauh dengan orangtua, bahkan tidak membuat anak senang memberontak dengan orangtua, agar kasih sayang tetap melekat dalam diri anak, meskipun jauh dengan orangtua.

Tahapan pertama

karakter

Kita sebagai orangtua harus faham kenapa anak sekolah jauh dari orangtua. Sehingga tidak asal-asalan dan ikut-ikutan saat menaruh di tempat yang jauh agar memudahkan kita, dan kita bebas dari tanggung jawab dari kesejahteraan dan hidup mereka. STOP! jangan sampai niatan itu terlintas sedikitpun dari pemikiran kita sebagai orangtua. Karena sebuah niatan dari orangtua adalah sangat fatal akibatnya untuk tumbuh kembang psikologis anak. Dan tentunya akan menentukan keberhasilan atau kesuksesan masa depan mereka kelak.

Jadi tujuan untuk membuat anak lebih baik dan bermanfaat untuk hidup mereka itulah yang menjadi alasan utama kita sebagai orangtua. Jangan sia-siakan pengorbanan anak-anak kita selama mereka berjauhan dengan kita. Oleh karena itu kita harus benar-benar menjaga kasih sayang, berhubungan yang terbaik dengan mereka walaupun berjauhan.

Tahapan kedua

Sejak jauh-jauh hari, anak perlu difahamkan tentang tujuan kita menyekolahkan anak jauh dari orangtua. Dengan tujuan agar anak mempunyai waktu yang cukup untuk berfikir dan bertanya tentang alasan kenapa harus sekolah berjauhan dengan orangtuanya.

Untuk anak kami sendiri sejak anak berusia 3 tahun sudah kami jelaskan “nanti ketika sekolah dasar, Fatan sekolah jauh dari kami”.

hebat

Awalnya anak kami menolak, tetapi reaksi itu hal yang sangat wajar dan pasti terjadi. kami sudah meyakini penolakan itu pasti terjadi. Karena keyakinan itulah yang membuat kami orangtua dengan penuh kesabaran untuk menjelaskan kenapa harus jauh sekolahnya. Lama-lama anak kami mau menerimanya.

Alasan-alasan kami sudah saya tulis di “Mengapa Harus Boarding School”.

Tahapan ketiga

menangis

Saat di tempat yang baru, anak harus menemukan kenyamanan dan kesenangan ketika tinggal di sekolah yang jauh tersebut. baru kita tinggal dan lepas sendirian. Sehingga perlu komunikasi khusus dengan anak akan hal itu.

Ada anak yang bisa langsung beradaptasi ditempat yang baru, sehingga bisa langsung ditinggal kedua orangtuanya, mereka hanya bersama dengan ibu pendampingnya saja. Akan tetapi ada anak yang perlu pendampingan dari kedua orangtua atau salah satu dari orangtua mereka. Sebelum mereka menemukan kenyamanan.

Untuk anak kami perlu 2 bulan untuk menemukan kenyamanan tersebut. Baru bisa kami tinggal. Walaupun rencananya 6 bulan saya menemani anak, tetapi anak kami alhamdulillah dua bulan sudah menyuruh saya pulang dan untuk saat ini kita punya perjanjian, setiap satu bulan sekali saya harus menjenguknya dan menemani di asrama selama 6 hari.

bohong

Kesepakatan-kesepatan itulah yang masih diperlukan untuk anak sekecil ini. Dan tidak kalah pentingnya kita harus menepati janji terhadap kesepakatan tersebut. karena untuk menjaga kepercayaan anak pada korangtua, dan secara otomatis secara psikologis sangat mendukung baik anak, kasih sayang kita masih kepegang oleh mereka. Seandainya kita pada waktu tertentu tidak bisa menepatinya, kita harus memberi tahu dengan jujur dan diusahakan ada ganti rugi yang akan kita berikan karena kesalahan kita tersebut. Jangan sekali-kali memberi alasan yang tiak jujur, karena dampak nya, anak tidak akan mempercayai kita lagi, dan kesedihan akan terbawa dan mempengaruhi perilaku anak. Pada awalnya anak juga akan menolak alasan yang jujur tersebut, akan tetapi mereka lama-lama bisa menerima, bahkan akan membuat mereka tampak dewasa. Dibandingkan dengan alasan yang penuh kebohongan.

Tahapan keempat

Jangan pernah meninggalkan anak sebelum anak mau kita tinggalkan. Jangan pernah lelah memberi nasehat pada anak yang merengek, yang tidak mau kita tinggal. Mereka masih butuh dukungan dan motivasi yang tinggi dari orangtua.

guru

Perlu kerja sama dengan para guru disekolah, ibu-ibu pendamping, pengurus asrama. Agar anak mendapat kenyamanan saat sekolah disana.

Banyak orangtua yang merasa kecewa dengan perbuatan mereka, karena mereka asal-asalan meninggalkan mereka. Sehingga para orangtua tersebut harus kembali ke sekolah untuk menemani mereka dan butuh waktu yang lebih lama lagi untuk memahamkan mereka.

Be Sociable, Share!


Copyright 2017. All rights reserved.

Posted March 8, 2015 by Nur Widayati in category "Parenting