May 31

Hikmah Ramadhan saat di Kakak

 


Rabu kemarin,tepatnya tanggal 24 Mei 2017 kita sekeluarga lagi di ma’had untuk menjemput keponakan kelas 6, dikarenakan untuk kelas 6 sudah diperkenankan liburan di masyarakat duluan. Selain jemput, sekalian jenguk si jagoan yang kelas 3, siapa lagi kalau bukan kakak Fatan.

Alhamdulillah lagi…saat berada di ma’had hari Sabtunya adalah awal bulan Ramadhan…jadinya makin seruuu dan membuat bulan Ramadhan kali ini merupakan momen special kita..

Gimana tidak sepesial? kita bisa teraweh bareng kakak di Al-hayat, bisa sahur, berbuka bareng…yang biasanya jarak kurang lebih 600 KM memisahkan kebersamaan kita dengan kakak. Yaaaa Alhamdulillah awal Ramadhan tahun ini kita bisa membukanya dengan kumpul bersama.

Selain itu ada dedek Fakhrin yang menemani kita untuk tahun ini di Ma’had…selamat datang ya dedeek…

Yang tidak kalah seruuunya…ada ilmu tentang toleransi yang di sampaikan Syaekh Al-Zaytun pada saat di akhir sholat Jum’at…Walaupun saya tidak dengar langsung dari Beliau…tetapi sumber yang saya dapat sangat akurat looo…hehehe siapa lagi kalau bukan suami tercinta…hahahaha…makanya saya berani menulis di sini dech…siapa tahu cerita toleransi ini bisa menambah wawasan dan bisa kita terapkan dalam diri kita….khususnya si penulisnya dooong.

Haaiiiii…masih pada mau baca cerita tentang toleransi yang saya dapat yaaa…

ok dech…yuk kita mulai bercerita…

Karena saat Jum’at kemarin, malam harinya sudah malam Ramadhan pastinya membahas tentang toleransi ketika kita berpuasa. Ada satu poin yang menurut saya harus tertulis dan masuk dalam cerita ngalor ngidul saya…..yaitu: kata suami:”kita yang puasa harus menghormati yang tidak puasa serta yang puasa jangan mengharap untuk dihormati” …kalimat itulah yang saya tangkap dan inget tentunya….jika ada kata yang salah mohon pembenarannya yaa…

Isi dari kalimat itu…luarbiasa looo menurut saya sih…karena selama ini selalu yang terdengar “yang tidak puasa harus menghormati yang puasa dong”…jadinya jika otak kita terbiasa dengan anjuran tersebut…wajarlah kita terkadang mengajarkan pada anak-anak kita untuk menilai buruk pada orang yang tidak puasa….seharusnya kitalah yang menjalankan puasa, harus pintar dan arif bijaksana loooo… karena yang berpuasalah orang yang benar-benar memahami makna apa itu ibadah….

Ibadah puasa adalah salah satu ibadah yang mudah dan nikmat jika dilaksanakan dengan pemahaman ilmu dan ketidakterpaksaan…menurut saya lagi…selama ini ada keterpaksaan looo para teman saudara tetangga kita yang tidak puasa..gimana tidak terpaksa coba… jika semua toko atau warung yang berjualan berbau makanan atau minuman yang membatalkan puasa harus tutup..kita harus sadar dooong saudara,teman, tetangga kita tidak semua menjalankan puasa kan? jadinya yaa memang kita yang berpuasa yang harus menghormati mereka yang tidak puasa…setuju tidak?????

Alhamdulillah…di sekolah kakak mempunyai motto kembangkan budaya toleransi dan budaya perdamaian…tidak hanya motto looo yaa…di sana benar-benar dari usia dini sudah mulai tertata dengan baik dalam arti mereka menerapkan toleransi dan perdamaian itu dalam lingkungan asrama,sekolah dan tentunya di masyarakat saat liburan..

Intinya jika kita bisa mempraktekkan untuk menghormati orang yang tidak puasa dengan membiarkan orang yang tidak puasa melakukan aktifitasnya seperti hari-hari biasa..membiarkan para penjual untuk berjualan seperti bulan-bulan lainnya maka pikiran dalam otak kita hanya yang positiflah yang keluar…indah bukan jika semua orang selalu berfikiran positif?…pasti penyakit akan menjauh dari tubuh kita, pasti indah hidup bertetangga, pasti penuh berkah kehidupan kita..

yaaa inilah hikmah selama berada di ma’had tempat kakak belajar tentang kehidupan yang mau saya ceritakan….semoga bermanfaat….

 

May 19

Kacamata Berbeda

Image result for Perbedaan

Tiga hari yang lalu entah kenapa saya ingin jalan-jalan mengelilingi komplek perumahan yang dari dulu tidak ada hal yang membuat ku merasa waow gitu looohhhh tinggal di lingkungan ini. Padahal dulu saya yang menggebu-gebu untuk beli rumah di komplek ini.

Haahhh sudahlah jangan terus-terusan mengeluh yaaaa….entar kebawa arus negatif dech…..arus apaan tuuuh?? yaaaa arus menyalahkan diri sendiri, menyalahkan orang lainlah atau ujung-ujungnya menyalahkan Sang pemilik pikiran…Astagfirullah…

Balik ke tema yuuukkkkk….

Sebenarnya saat jalan-jalan komplek waktu itu ada satu percakapan antara saya dengan tetangga yang mengispirasi kembali tulisanku….

waaahhhh ternyata ada yang membuat waoow juga loooo…

Waowwnya itu pastinya membuat diri ini sadar akan indahnya perbedaan yang diciptakan Tuhan.

Semua teman-teman yang biasa membaca tulisan saya pasti sudah tahu tentang gambaran sekolah anak saya yang di Al-Zaytun, jadi wajarlah tetanggapun sebagian besar mengetahui juga tentang itu….Alhamdulillah dengan keunikan dan perbedaan tindakan untuk menyekolahkan anak kami jauh disana yang mana usianya masih kecil, jika saya bertemu dengan tetangga hal itu bisa buat basa-basi untuk memulai percakapan….entah itu hanya tanya”kakak tidak libur/kapan njenguk kesana”. Percakapan sepele itu akan terasa indah jika ada saling timbal balik yang saling menguntungkan.

Kenapa saya membuat judul “Kacamata Berbeda”???????

Karena setiap individu, setiap kata-kata yang dikeluarkan dari mulut kita pasti akan berbeda entah itu volume bicaranya, entah itu logatnya ada yang jawa,madura,batak dan banyak lagi. Bahkan kita terkadang bisa merasakan kok omongannya menyakitkan, menyenangkan dan terkadang membuat kita bosen jika ngobrol dengannya. Dan yang luarbiasa lagi isi kata-katanya bisa merubah perilaku seseorang dari yang jelek menjadi yang baik atau sebaliknya. Luarbiasa bukan dengan perpaduan antara mulut,gigi dan lidah bisa menghasilkan sesuatu yang besar. Benar tidak?

Padahal Tuhan menciptakan makhluknya tanpa ada cacat sedikitpun, jadi manusia itu awal mulanya sama…terus apa yang membedakan kok ada orang yang mengasikkan, menjengkelkan saat bicara???? Apa dooong???

Untuk menjawab itu, menurut versi saya yang masih perlu banyak guru dan ilmu ini, saya mengambil contoh sebuah kacamata. Karena kacamata itu bisa dimaknai secara fisik atau non fisik.

Kalau secara fisik ciri-cirinya yang pasti ada dua kaca untuk dua mata kita, ada alat untuk menempelkan agar kacamata tidak jatuh. Akan tetapi dibalik bentuknya ada ukuran min/plus yang berbeda setiap individu yang memakainya. Ukuran min/plus itulah manusia atau kita sendiri yang menyebabkannya, bukan sang pencipta.

Untuk kacamata non fisik saya menyebutnya kacamata pikiran.  Pikiran-pikiran kita itupun bisa memunculkan persepsi atau pendapat yang berbeda jadi bisa dibilang kacamata pikiran inipun memiliki banyak jenis dan fungsinya. Kacamata pikiran ini juga kadang disebut dengan paradigma kali yaaa. Paradigma memberi kita sudut pandang tertentu terhadap suatu masalah. Kacamata pikiran ini membuat kita memandang segala sesuatu dalam suatu bingkai kacamata itu. Warna dunia jadi memiliki warna seperti kacamata tersebut. Kemungkinan hampir semua orang manusia memiliki kacamata ini.

Dan banyaknya pengalaman serta bacaan-bacaan buku, mendengarkan berbagai ceramah, menonton sehingga pikiran kita bisa diajak lebih fleksibel dan terbuka untuk menerima segala informasi dan pastinya bisa memilah-milah mana informasi yang baik dan buruk sesuai perkembangan zaman, tidak kaku atau kolot dalam menanggapi masalah yang setiap hari bahkan setiap jam muncul dengan  wajah berbeda. Hal-hal itulah yang akan mempengaruhi indahnya, bagusnya, dewasanya, keterbukaan, sempitnya kita dalam memandang masalah.

OK….Alhamdulillah…cerita ngalor ngidul ku kali ini bisa mengobati rasa kangenku sudah lama tidak utak/atik huruf di keybord cantikku…..

 

February 20

Proses Menghentikan Diapers Dengan Nyaman

Image may contain: 1 person, sitting

“Adek mau pipis?…”heeh, sambil dengan anggukan dedek Fakhrin menjawab pertanyaan saya siang tadi”….dengan cepatnya saya langsung menggendongnya dan membawa ke kamar mandi, eeee pipis benar dia”….pelukan, ciuman serta kata-kata hebat, pintar langsung saya berikan untuk memuji dia. Ingat pujian yang tidak berlebihan dan tepat pada waktunya sangat membantu perkembangan koqnitifnya seperti si kecil tahu “oooo seperti ini looo prilaku yang harus saya lakukan” jadi tanpa dia sadari aturan benar salah, baik/buruk, boleh/tidak sudah mulai dibiasakan.

Bagi saya, luarbiasa loooo kejadian seperti di atas , karena yang biasanya saat tidur, ketika dia menggeliat-gliat menandakan kalau mau buang air kecil dan saat di gendong ke kamar mandi dia menolak, marah sambil menangis, tetapi hari ini dengan mata terbuka dan menjawab dengan manisnya”heeh” waowww respon yang benar-benar saya tunggu.

Saya menunggu respon seperti itu butuh waktu kurang lebih 8 bulan….ketika adek Fakhrin usia 12 bulan sampai sekarang 20 bulan adalah mulainya saya mengenalkan dia tentang toilet training (pipis/eek di kamar mandi)…targetnya sih usia dua tahun bebas dari diapers. Alhamdulillah saat ini dirumah sudah bebas diapers, ketika bepergian atau menginap di rumah saudara saja diapers masih dipakai. Cukup lama juga ya…..hahaha…bagi saya ya memang lama….karena  proses untuk meninggalkan kebiasaan itu sangat lama dan panjaaaaang. Karena itulah semakin dini menghentikan pemakaian diapers maka akan semakin mudah dan yang pasti akan mendukung tahapan-tahapan perkembangan pada bayi, khususnya perkembangan sensoriknya.

Apa itu perkembangan sensorik? yaitu perkembangan ke 5 indra bayi kita (indera penglihatan, rasa, sentuhan, penciuman, dan pendengaran). Jadi dengan tidak menggunakan diapers atau popok sekali pakai, bayi kita telah melatih indra sentuhannya, dia bisa merasakan oooo  saya mau pipis/eek. Jadi terlatih pula koqnitifnya untuk mengajak dia agar tidak pipis atau eek sembarangan biasa disebut NGOMPOL. Karena alasan itulah jangan sampai terlambat kita menghentikan pemakaian diapers.

Dengan proses yang lama dan menyenangkan maka hasilnya juga akan mengasikkan…kalimat itu yang menjadikan modal awal saya untuk menghentikan pemakaian diapers kedua anak kami.

Untuk detailnya modal pertama ini saya membuat target yang mana setiap dua bulan ada peningkatan perlakuan. Seperti bulan 12 sampai 14 bulan gencar-gencarnya mengenalkan kalau pipis atau eek di kamar mandi sambil observasi. Bulan 14 sampai 16 bulan siang hari bebas dari diapers, bulan 16 sampai 18 siang malam bebas diapers. Untuk bulan 18 sampai sekarang tahap pemantapan untuk ekspansi keluar…. hahahaha kayak pemilihan gubernur aja.

Modal kedua saya harus bekerja keras, why? karena tenaga kita harus terforsir untuk selalu mengawasi gerak-gerik anak kita, dengan maksut agar tahu petunjuk yang diberikan ketika mau pipis atau eek. Setiap anak berbeda loooo tanda-tanda yang ditunjukkan…jadi yaaa kerja keras untuk mengetahuinya, selain itu kita jangan bosen-bosen mengingatkan agar pipis atau eek itu di toilet.

Kerja keras yang benar-benar saya rasakan adalah pada waktu malam hari, karena terkadang rasa kantuk membuat males saya untuk menaturnya (mengantarkan si kecil ke toilet), tapi alhamdulillah karena sudah niat melatih toilet training saya tetap manaturnya walaupun dengan mata kriyip-kriyip (orang jawa bilang). Kebetulan kalau tidur, adek Fakhrin memberi petunjuk kalau mau pipis, dianya bergerak ke kanan/kiri sambil bersuara “e..e…e” seperti minta minum tapi ketika di beri minum dia menolak, saat itulah waktu yang tepat untuk menggendong ke kamar mandi.

Modal ketiga sabar dan selalu tersenyum jika anak kita berulang-ulang masih ngompol dan eeknya bercecer ke mana-mana.

Modal keempat Reward atau hadiah jika bayi kita bisa pipis dan eek pada tempat yang sudah kita kenalkan padanya.

Dan jangan lupa sebelum tidur malam kita biasakan pipis dulu.

Pada dasarnya bayi kita itu memiliki jam khusus kok untuk pipis dan eek, jadi jika kita memahaminya akan memudahkan kita untuk menatur si bayi tercinta kita. Sehingga dengan mengetahui kapan waktu kebiasaan dia pipis kita siap-siap untuk menggendongnya ke toilet. Jam khusus untuk bayi kita itu siang hari sekitar pukul 06.00 wib sampai 07.00 wib dan sekitar pukul 11.00 wib sampai pukul 13.00 wib. Untuk malam harinya antara pukul 20.00 wib sampai 21.00 wib dan antara pukul 00.00 wib sampai 01.00 wib.

Oya kalau untuk buang air besar bayi kita biasanya sehari satu kali, bisa pagi hari atau siang hari.

Sekarang juga sudah ada celana khusus toilet training kok, jika buah hati kita pipis maka tidak akan bercecer kemana-mana, bagusnya si kecil bisa merasakan kalau celananya basah. Maka semakin memudahkan kita untuk melatih toilet training.

Ke empat modal itulah yang saya lakukan. Dengan tetap ceria dan tersenyum tidak ada rasa malas dan capek untuk kebaikan buah hati kita.

Alhamdulillahirrobbil’alamin………………

 

 

Category: Cerita Sang Ibu, Parenting | Comments Off on Proses Menghentikan Diapers Dengan Nyaman