February 20

Proses Menghentikan Diapers Dengan Nyaman

Image may contain: 1 person, sitting

“Adek mau pipis?…”heeh, sambil dengan anggukan dedek Fakhrin menjawab pertanyaan saya siang tadi”….dengan cepatnya saya langsung menggendongnya dan membawa ke kamar mandi, eeee pipis benar dia”….pelukan, ciuman serta kata-kata hebat, pintar langsung saya berikan untuk memuji dia. Ingat pujian yang tidak berlebihan dan tepat pada waktunya sangat membantu perkembangan koqnitifnya seperti si kecil tahu “oooo seperti ini looo prilaku yang harus saya lakukan” jadi tanpa dia sadari aturan benar salah, baik/buruk, boleh/tidak sudah mulai dibiasakan.

Bagi saya, luarbiasa loooo kejadian seperti di atas , karena yang biasanya saat tidur, ketika dia menggeliat-gliat menandakan kalau mau buang air kecil dan saat di gendong ke kamar mandi dia menolak, marah sambil menangis, tetapi hari ini dengan mata terbuka dan menjawab dengan manisnya”heeh” waowww respon yang benar-benar saya tunggu.

Saya menunggu respon seperti itu butuh waktu kurang lebih 8 bulan….ketika adek Fakhrin usia 12 bulan sampai sekarang 20 bulan adalah mulainya saya mengenalkan dia tentang toilet training (pipis/eek di kamar mandi)…targetnya sih usia dua tahun bebas dari diapers. Alhamdulillah saat ini dirumah sudah bebas diapers, ketika bepergian atau menginap di rumah saudara saja diapers masih dipakai. Cukup lama juga ya…..hahaha…bagi saya ya memang lama….karena  proses untuk meninggalkan kebiasaan itu sangat lama dan panjaaaaang. Karena itulah semakin dini menghentikan pemakaian diapers maka akan semakin mudah dan yang pasti akan mendukung tahapan-tahapan perkembangan pada bayi, khususnya perkembangan sensoriknya.

Apa itu perkembangan sensorik? yaitu perkembangan ke 5 indra bayi kita (indera penglihatan, rasa, sentuhan, penciuman, dan pendengaran). Jadi dengan tidak menggunakan diapers atau popok sekali pakai, bayi kita telah melatih indra sentuhannya, dia bisa merasakan oooo  saya mau pipis/eek. Jadi terlatih pula koqnitifnya untuk mengajak dia agar tidak pipis atau eek sembarangan biasa disebut NGOMPOL. Karena alasan itulah jangan sampai terlambat kita menghentikan pemakaian diapers.

Dengan proses yang lama dan menyenangkan maka hasilnya juga akan mengasikkan…kalimat itu yang menjadikan modal awal saya untuk menghentikan pemakaian diapers kedua anak kami.

Untuk detailnya modal pertama ini saya membuat target yang mana setiap dua bulan ada peningkatan perlakuan. Seperti bulan 12 sampai 14 bulan gencar-gencarnya mengenalkan kalau pipis atau eek di kamar mandi sambil observasi. Bulan 14 sampai 16 bulan siang hari bebas dari diapers, bulan 16 sampai 18 siang malam bebas diapers. Untuk bulan 18 sampai sekarang tahap pemantapan untuk ekspansi keluar…. hahahaha kayak pemilihan gubernur aja.

Modal kedua saya harus bekerja keras, why? karena tenaga kita harus terforsir untuk selalu mengawasi gerak-gerik anak kita, dengan maksut agar tahu petunjuk yang diberikan ketika mau pipis atau eek. Setiap anak berbeda loooo tanda-tanda yang ditunjukkan…jadi yaaa kerja keras untuk mengetahuinya, selain itu kita jangan bosen-bosen mengingatkan agar pipis atau eek itu di toilet.

Kerja keras yang benar-benar saya rasakan adalah pada waktu malam hari, karena terkadang rasa kantuk membuat males saya untuk menaturnya (mengantarkan si kecil ke toilet), tapi alhamdulillah karena sudah niat melatih toilet training saya tetap manaturnya walaupun dengan mata kriyip-kriyip (orang jawa bilang). Kebetulan kalau tidur, adek Fakhrin memberi petunjuk kalau mau pipis, dianya bergerak ke kanan/kiri sambil bersuara “e..e…e” seperti minta minum tapi ketika di beri minum dia menolak, saat itulah waktu yang tepat untuk menggendong ke kamar mandi.

Modal ketiga sabar dan selalu tersenyum jika anak kita berulang-ulang masih ngompol dan eeknya bercecer ke mana-mana.

Modal keempat Reward atau hadiah jika bayi kita bisa pipis dan eek pada tempat yang sudah kita kenalkan padanya.

Dan jangan lupa sebelum tidur malam kita biasakan pipis dulu.

Pada dasarnya bayi kita itu memiliki jam khusus kok untuk pipis dan eek, jadi jika kita memahaminya akan memudahkan kita untuk menatur si bayi tercinta kita. Sehingga dengan mengetahui kapan waktu kebiasaan dia pipis kita siap-siap untuk menggendongnya ke toilet. Jam khusus untuk bayi kita itu siang hari sekitar pukul 06.00 wib sampai 07.00 wib dan sekitar pukul 11.00 wib sampai pukul 13.00 wib. Untuk malam harinya antara pukul 20.00 wib sampai 21.00 wib dan antara pukul 00.00 wib sampai 01.00 wib.

Oya kalau untuk buang air besar bayi kita biasanya sehari satu kali, bisa pagi hari atau siang hari.

Sekarang juga sudah ada celana khusus toilet training kok, jika buah hati kita pipis maka tidak akan bercecer kemana-mana, bagusnya si kecil bisa merasakan kalau celananya basah. Maka semakin memudahkan kita untuk melatih toilet training.

Ke empat modal itulah yang saya lakukan. Dengan tetap ceria dan tersenyum tidak ada rasa malas dan capek untuk kebaikan buah hati kita.

Alhamdulillahirrobbil’alamin………………

 

 

Category: Cerita Sang Ibu, Parenting | Comments Off on Proses Menghentikan Diapers Dengan Nyaman
February 17

Herpes Zoster Menguji Kesendirian sang Ibu

Hasil gambar untuk ibu

Ya Allah…ya Allah…ya Allah…..adalah suara rintihan ibu yang sering  terdengar ketika virus varisela berulah menusuk-nusuk sebagian tubuh sang ibu. Rintihan itu bisa terdengar setiap saat, meskipun ibu berusaha menyembunyikan rintihan itu, kami anak, menantu dan cucumu tetap mendengarnya ibu…jangan kau simpan sendiri rasa sakit itu..menangislah jika ingin menangis karena kami siap menghapus air matamu ibu bahkan hanya itu yang bisa kami berikan untuk meringankan rasa sakitmu.

Seandainya saja aku bisa memprediksikan kapan rasa sakit itu muncul maka aku akan berubah menjadi obat yang bisa menghilangkan rasa sakit itu.

paragraf diatas sedikit gambaran bahwa sakit herpes itu rasanya sangat sakit…Biar tidak terbawa sakit….ayooooo belajar apa sih Herpes Zoster itu….karena kejadian ini akhirnya saya sedikit tahu tentang herpes…

Sebelum belajar tentang apa itu Herpes Zoster, saya sedikit bercerita awal mula munculnya sakit herpes zoster pada ibu kami.

Kurang lebih 3 minggu yang lalu sakit pada pinggul ibu kambuh lagi, kebetulan kami ada rencana untuk ke madura. Karena kami tinggal di tempat yang berbeda, otomatis ibu mamper kerumah saya dulu. Ibu tinggal di Banyuwangi dan saya di Sidoarjo.

Singkat cerita, setelah dari madura kami mengantar ibu ke salah satu Rumah Sakit yang dekat dengan rumah kami. Alhamdulillah tidak perlu antri lama…setelah ketemu dokter UGD, ibu melakukan tes urine dan diambil darah untuk mengetahui penyebab rasa sakit pada pinggulnya. 1 jam kemudian hasil tes sudah selesai dan kami tahu jawaban awal yang menyebabkan rasa sakit pada ibu…apa itu….ternyata tingkat kolesterol ibu 1000 lebih yang seharusnya 100an, kolesterol ibu 10x lipat dari seharusnya. Karena kolesterol yang tinggi itulah, kemungkinan terbesar rasa sakit itu muncul, sedikit lega kami mendengar hasil tes itu karena bukan penyakit yang berbahaya.

Setelah resep diperoleh kami pulang…dan dua minggu lagi ibu harus kontrol. Karena pekerjaan di Banyuwangi banyak dan tidak bisa ditinggal akhirnya ibu pulang ke Banyuwangi.

Seminggu berjalan, alhamdulillah rasa sakit mulai berkurang, tetapi anehnya sakit di tempat lain bermunculan. Sakit yang dirasakan ibu sekarang sangat sakit luarbiasa dan kulit yang dirasa sakit itu seperti kulit mati, jika disentuh atau ditekan tidak merasakan apa-apa. Dua hari kemudian muncullah bintik-bintik pada kulit yang sakit itu, karena tidak tahu itu sakit apa ibu mengoleskan minyak pada kulit, bukannya sembuh eee tambah hari tanbah sakit sampai-sampai tidak bisa tidur dibuatnya. Karena ibu khawatir kemudian telepon kami dan menceritakan rasa sakit itu…karena saat itu kami ada acara ke Malang dan pekerjaan ibu di rumah juga belum selesai maka ibu harus menahan rasa sakit itu.

Alhamdulillah sesuai jadwal dengan dokter, akhirnya kami bisa mengantarkan ibu kontrol. Sedikit kecewa sih…..dokter pertama yang merawat ibu keluar kota, apa boleh buat sudah jauh-jauh datang, ya ibu tetap kontrol walaupun dengan dokter yang baru. Setelah diperlihatkan bintik-bintik yang bermunculan pada bagian punggung sebelah kanan, dokter langsung bilang wah “ibu kena herpes tua ini, dan rasanya luarbiasa sakit looo bu”. Heeemmm benar-benar sakit dok, jawab ibu. Akhirnya diberi resep untuk menghilangkan nyeri karena herpes ini adalah salah satu penyakit yang tidak bisa hilang seketika dan harus kontrol terus. Saat itu Dokter mengharuskan ibu seminggu lagi kontrol. Sedikit kecewa lagi karena sakit pinggul yang pertama tidak ada jawabannya, karena ketika ditanyakan, dokter jawab tidak usah khawatirkan kolesterol hasil yang kemarin. Yang penting herpesnya ini disembuhkan dulu. Benar juga sih kata dokter. setelah resep selesai kamipun menebus dan langsung pulang.

Yaaaaa itulah sedikit cerita herpes zoster yang menguji kesendirian ibu. Why sendiri? karena bapak saya sudah hampir 3 tahun meninggal. Ibu tinggal dengan kakak satu-satunya, masih bujang lagi…jadi bisa dibayangkan betapa repotnya dan perlu kerja keras untuk ibuku. salam luarbiasa buat ibu.

Untuk mengenal sedikit herpes zoster saya mengambil artikel dari http://www.alodokter.com/herpes-zoster.

Herpes zoster adalah infeksi pada saraf dan kulit di sekitarnya. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang sama dengan virus penyebab cacar air, yaitu varisela zoster. Virus varisela yang menetap di sekitar tulang belakang atau dasar dari tulang tengkorak tubuh bahkan setelah cacar air sembuh, dapat kembali aktif di kemudian hari dan menyebabkan herpes zoster.

Gejala-gejala Herpes Zoster

Apabila mengalami herpes zoster, gejala pertamanya adalah rasa sakit. Rasa sakit tersebut bisa berupa rasa panas seperti terbakar atau rasa seperti tertusuk benda tajam. Selain itu terkadang muncul rasa gatal dan mati rasa pada bagian yang terkena.

Ruam kemudian akan muncul serta berubah menjadi luka melepuh berisi air yang gatal dan menyerupai bintil cacar air. Lepuhan lalu akan mengering dan berubah menjadi koreng dalam beberapa hari.

Gejala herpes zoster hanya muncul pada satu sisi tubuh sesuai dengan saraf yang terinfeksi.

Selain itu, gejala awal penyakit ini terkadang dapat bervariasi. Sebagian kecil pengidap mengalami rasa nyeri tapi tanpa ruam. Berikut adalah gejala-gejala lain yang mungkin menyertai gejala utama:

Herpes zoster umumnya bukan penyakit yang tergolong serius atau berakibat fatal dan akan sembuh sendiri setelah 14-28 hari. Tetapi, Anda sebaiknya segera menghubungi dokter jika merasakan gejala dan tanda klinis di atas, apalagi jika pernah menderita cacar air. Penanganan sedini mungkin akan menurunkan risiko komplikasi.

Buat ibu semoga cepat sembuh dan bisa beraktifitas seperti sebelumnya dan doa-doamu terus kami rindukan..Kami sayang IBU

Alhamdulillahirrobbil’alamin semoga ceritaku kali ini bermanfaat untuk semua.

Category: Cerita Sang Ibu, kesehatan, Love | Comments Off on Herpes Zoster Menguji Kesendirian sang Ibu
October 17

Dua Kata Populer untuk Santri MI Al-Zaytun

Image result for lauk tambahanMalam Kamis minggu lalu saat kita ngobrol ditelepon, di awal obrolan ceria seperti biasa, eeeee tidak lama kemudian suaranya terdengar mau mewek alias akting. Dalam hati heeeemmm…mau minta sesuatu dech. Kenapa saya bilang akting karena sikap melo melo gitu sudah menjadi kebiasaan dia jika menginginkan sesuatu. Jika apa yang dia mau dan kita kabulkan, hoooooooo langsung seketika berubah ceria dan cerita panjang lebar dech.

Dasar anak cerdik….hehehe

Kembali ke isi pembicaraan malam itu:

Fatan :Assalamu’alaikum, mi”

Umi:”Wa’alaikumussalam”

Fatan:”kapan Abi kesini, mi?”

Umi : ” besok saat menjemput kak Fatan libur semester”.

Fatan: “haa masih lama…(di sini dah mulai akting sedihnya)”

Umi: “loooo, sebentar lagi kak….. liburannya, sekarang sudah pertengahan oktober, liburnya bulan Desember awal”

 Fatan: “iya tapi masih lama”…

Fatan: “umi…umi…aku mau dikirimin jajanan dan lauk tambahan kayak Muharram kemarin”

Umi: “ooooo, boleh…boleh…tapi umi tidak janji loooo ya”

Fatan: “iya..iya….kirim kripik pedes, usus krispi, lalu eeeee…sambel terasi…hehhe”….umi….umi…iya ya ternyata sebentar lagi liburannya…kok cepet ya?” (sudah lupa akting sedihnya…haaaaaa)

Umi: “apanya yang cepet kak?”

Fatan: “semester satu ini rasanya cepet banget, beda dengan semester dua dech…”

Umi: ” ada-ada aja kakak ini, ya sama to kak, wong sama-sama 5 bulannya” (Biasa muncul keceriaannya, karena apa yang dia minta di rasa dia dapat)

Fatan:”hehehe…iya ya mi”

Dari cuplikan obrolan diatas, para sahabat mungkin sudah tahu maksut judul yang saya buat.

Belum tahu yaaaaaaaaaaaaa….

Kami berduapun mendengar dua kata ini, pertama kali ketika Anak kami minta dibelikan stik panjang rasanya gurih di kantin santri, “setiap mau makan ke kantin santri kak Fatan membawanya. Tetapi sejak kelas dua setahu kami, kebiasaan tersebut tidak pernah dia kerjakan lagi. Mungkin bosen juga dia…Akhir-akhir bulan ini saja kak Fatan mulai mengeluh lagi dengan minta dikiriminlah atau minta sama umi pengasuhnya.

Yaaaa dua kata populer itu sudah mulai kejawab yaitu segala sesuatu yang dibawa Fatan atau santri lainnya saat ke kantin santri yaitu “Lauk tambahan”, bisa berupa stik panjang khas mahad yang biasa di jual di toko santri, bisa kripik singkong pedas, abon, kecap pedas, sambel dan banyak lagi. Padahal menu yang disediakan Ma’had saya rasa sudah mencukupi untuk kelengkapan gizinya.

Anak kami kalau ditanya, kenapa kok membawa lauk tambahan? dia menjawab ” biar ada sedikit beda atau lebih mantaaappp”.

Akan tetapi semua lauk tambahan itu juga atas ijin abi-abi yang menjaga kantin santri loooo, tidak sembarangan boleh dibawa dan di makan.

Haaaaaaaaaaa semoga cerita “lauk tambahan” ini sedikit berguna untuk para orangtua jika berkunjung menjenguk buah hati yang kebetulan sekolah di pesantren,, jangan lupa membawakannya, pasti sang buah hati anda senang sekali menerimanya.

Alhamdulillahirrobbil’alamin…………………………..

 

Category: Cerita Anak, Cerita Sang Ibu | Comments Off on Dua Kata Populer untuk Santri MI Al-Zaytun