February 17

Herpes Zoster Menguji Kesendirian sang Ibu

Hasil gambar untuk ibu

Ya Allah…ya Allah…ya Allah…..adalah suara rintihan ibu yang sering  terdengar ketika virus varisela berulah menusuk-nusuk sebagian tubuh sang ibu. Rintihan itu bisa terdengar setiap saat, meskipun ibu berusaha menyembunyikan rintihan itu, kami anak, menantu dan cucumu tetap mendengarnya ibu…jangan kau simpan sendiri rasa sakit itu..menangislah jika ingin menangis karena kami siap menghapus air matamu ibu bahkan hanya itu yang bisa kami berikan untuk meringankan rasa sakitmu.

Seandainya saja aku bisa memprediksikan kapan rasa sakit itu muncul maka aku akan berubah menjadi obat yang bisa menghilangkan rasa sakit itu.

paragraf diatas sedikit gambaran bahwa sakit herpes itu rasanya sangat sakit…Biar tidak terbawa sakit….ayooooo belajar apa sih Herpes Zoster itu….karena kejadian ini akhirnya saya sedikit tahu tentang herpes…

Sebelum belajar tentang apa itu Herpes Zoster, saya sedikit bercerita awal mula munculnya sakit herpes zoster pada ibu kami.

Kurang lebih 3 minggu yang lalu sakit pada pinggul ibu kambuh lagi, kebetulan kami ada rencana untuk ke madura. Karena kami tinggal di tempat yang berbeda, otomatis ibu mamper kerumah saya dulu. Ibu tinggal di Banyuwangi dan saya di Sidoarjo.

Singkat cerita, setelah dari madura kami mengantar ibu ke salah satu Rumah Sakit yang dekat dengan rumah kami. Alhamdulillah tidak perlu antri lama…setelah ketemu dokter UGD, ibu melakukan tes urine dan diambil darah untuk mengetahui penyebab rasa sakit pada pinggulnya. 1 jam kemudian hasil tes sudah selesai dan kami tahu jawaban awal yang menyebabkan rasa sakit pada ibu…apa itu….ternyata tingkat kolesterol ibu 1000 lebih yang seharusnya 100an, kolesterol ibu 10x lipat dari seharusnya. Karena kolesterol yang tinggi itulah, kemungkinan terbesar rasa sakit itu muncul, sedikit lega kami mendengar hasil tes itu karena bukan penyakit yang berbahaya.

Setelah resep diperoleh kami pulang…dan dua minggu lagi ibu harus kontrol. Karena pekerjaan di Banyuwangi banyak dan tidak bisa ditinggal akhirnya ibu pulang ke Banyuwangi.

Seminggu berjalan, alhamdulillah rasa sakit mulai berkurang, tetapi anehnya sakit di tempat lain bermunculan. Sakit yang dirasakan ibu sekarang sangat sakit luarbiasa dan kulit yang dirasa sakit itu seperti kulit mati, jika disentuh atau ditekan tidak merasakan apa-apa. Dua hari kemudian muncullah bintik-bintik pada kulit yang sakit itu, karena tidak tahu itu sakit apa ibu mengoleskan minyak pada kulit, bukannya sembuh eee tambah hari tanbah sakit sampai-sampai tidak bisa tidur dibuatnya. Karena ibu khawatir kemudian telepon kami dan menceritakan rasa sakit itu…karena saat itu kami ada acara ke Malang dan pekerjaan ibu di rumah juga belum selesai maka ibu harus menahan rasa sakit itu.

Alhamdulillah sesuai jadwal dengan dokter, akhirnya kami bisa mengantarkan ibu kontrol. Sedikit kecewa sih…..dokter pertama yang merawat ibu keluar kota, apa boleh buat sudah jauh-jauh datang, ya ibu tetap kontrol walaupun dengan dokter yang baru. Setelah diperlihatkan bintik-bintik yang bermunculan pada bagian punggung sebelah kanan, dokter langsung bilang wah “ibu kena herpes tua ini, dan rasanya luarbiasa sakit looo bu”. Heeemmm benar-benar sakit dok, jawab ibu. Akhirnya diberi resep untuk menghilangkan nyeri karena herpes ini adalah salah satu penyakit yang tidak bisa hilang seketika dan harus kontrol terus. Saat itu Dokter mengharuskan ibu seminggu lagi kontrol. Sedikit kecewa lagi karena sakit pinggul yang pertama tidak ada jawabannya, karena ketika ditanyakan, dokter jawab tidak usah khawatirkan kolesterol hasil yang kemarin. Yang penting herpesnya ini disembuhkan dulu. Benar juga sih kata dokter. setelah resep selesai kamipun menebus dan langsung pulang.

Yaaaaa itulah sedikit cerita herpes zoster yang menguji kesendirian ibu. Why sendiri? karena bapak saya sudah hampir 3 tahun meninggal. Ibu tinggal dengan kakak satu-satunya, masih bujang lagi…jadi bisa dibayangkan betapa repotnya dan perlu kerja keras untuk ibuku. salam luarbiasa buat ibu.

Untuk mengenal sedikit herpes zoster saya mengambil artikel dari http://www.alodokter.com/herpes-zoster.

Herpes zoster adalah infeksi pada saraf dan kulit di sekitarnya. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang sama dengan virus penyebab cacar air, yaitu varisela zoster. Virus varisela yang menetap di sekitar tulang belakang atau dasar dari tulang tengkorak tubuh bahkan setelah cacar air sembuh, dapat kembali aktif di kemudian hari dan menyebabkan herpes zoster.

Gejala-gejala Herpes Zoster

Apabila mengalami herpes zoster, gejala pertamanya adalah rasa sakit. Rasa sakit tersebut bisa berupa rasa panas seperti terbakar atau rasa seperti tertusuk benda tajam. Selain itu terkadang muncul rasa gatal dan mati rasa pada bagian yang terkena.

Ruam kemudian akan muncul serta berubah menjadi luka melepuh berisi air yang gatal dan menyerupai bintil cacar air. Lepuhan lalu akan mengering dan berubah menjadi koreng dalam beberapa hari.

Gejala herpes zoster hanya muncul pada satu sisi tubuh sesuai dengan saraf yang terinfeksi.

Selain itu, gejala awal penyakit ini terkadang dapat bervariasi. Sebagian kecil pengidap mengalami rasa nyeri tapi tanpa ruam. Berikut adalah gejala-gejala lain yang mungkin menyertai gejala utama:

Herpes zoster umumnya bukan penyakit yang tergolong serius atau berakibat fatal dan akan sembuh sendiri setelah 14-28 hari. Tetapi, Anda sebaiknya segera menghubungi dokter jika merasakan gejala dan tanda klinis di atas, apalagi jika pernah menderita cacar air. Penanganan sedini mungkin akan menurunkan risiko komplikasi.

Buat ibu semoga cepat sembuh dan bisa beraktifitas seperti sebelumnya dan doa-doamu terus kami rindukan..Kami sayang IBU

Alhamdulillahirrobbil’alamin semoga ceritaku kali ini bermanfaat untuk semua.

Category: Cerita Sang Ibu, kesehatan, Love | Comments Off on Herpes Zoster Menguji Kesendirian sang Ibu
October 16

Ridhoilah Selalu Pikiran dan Perilakunya Tuhan

Lagi cari ide buat menulis …eeeeeeeee muncul foto ini di Fecebook….jreng…jreng…cerita tentang sosok yang ada di foto ini yuuuuuukkk.

Setiap melihat suamiku ini…dimanapun berada, kapanpun waktunya, apapun kondisinya, selalu hati berdoa semoga Alloh selalu meridhoi dan menunjukkan setiap fikiran dan tindak tanduk beliau.

lanjut lagi yoooookkkk….tema ini tertunda 3 hari dech…..

Kebetulan tokoh dalam tulisan ini, satu minggu ke depan nginep di tempat penuh kenangan kita berdua…huk….uhuk….yaitu kota Malang kota tak terlupakan.

Jadi bebas mau menulis apa saja…hehehe

Sebelum berangkat ke Malang tadi pagi, suamiku bilang “alhamdulillah saya dapat ilmu lagi”

Saya bertanya “ilmu apa, bi?”…….

Abi menjawab “yang kita benci itu kebatilan dalam individu, bukan membenci sosok individunya, karena setiap individu itu adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, yang mana Tuhan tidak pernah menciptakan individu yang jelek apalagi gagal”.

Setelah mendengar hal tersebut saya berfikir  dan mencoba memaknai ilmu itu ” Memang benar jika kita membenci orangnya maka apapun baiknya ucapan, ajakan atau apa saja yang keluar dari orang yang kita benci maka kita tidak akan mendengarkankannya apalagi mengikutinya”.

Akan tetapi jika yang kita utamakan sifat atau karakter dan kepribadian dalam sesorang maka seberat apapun orang itu menghina, menyakiti kita maka tidak akan menutupi sifat atau perilaku yang baik pada seseorang tersebut dimata kita. Kita akan terus welcome terhadap ilmu yang dibawanya, kita akan terus berdampingan dengan damai dan indahnya. Karena rasa kebencian hanya akan membatasi gerak-gerik kita pada puncak kesuksesan dimata Tuhan.

Ilmu-ilmu seperti itulah yang aku banggakan dari suamiku. Semoga sifat yang baik yang bisa mendekatkan padaMu Tuhan dekatkan pada kami dan sifat buruk yang bisa menjauhkan kami dariMu Tuhan, jauhkan dari kami.

Sehat dan lancar selalu untuk suamiku….(Maannajah) dan untuk kedua buah hatiku…

Terima kasih Tuhan atas limpahan karunia dan rezeki kepada keluarga kami sampai detik ini….

Alhamdulillahirrobbil’alamin…………………

 

 

 

 

 

 

Category: Cerita Sang Ibu, Love | Comments Off on Ridhoilah Selalu Pikiran dan Perilakunya Tuhan
October 8

Foto Kalian telah Menghipnotis-ku

Setelah si kecil tidur dengan lelap, aku cepat-cepat ke ruang komputer untuk menulis cerita yang indah, seindah foto kalian berdua.

Foto kakak yang berbaju kuning ini baru saya dapatkan tadi pagi lewat salah satu walisantri yang lagi ngawal santri di Ma’had. Foto ini diambil ketika kak Fatan mau refresing ke Haurgelis untuk berenang, yang mana olah raga  ini memang kesukaan dia banget, pasti maunya kalau diajak.

Kamu tahu kak………

Senyum pelitmu itu seolah menggodaku agar aku segera memelukmu, tatapan matamu yang sedikit genit tapi lembut penuh pesona seakan-akan menarikku untuk berlari menciummu.

Tuhan….. aku ucapkan terima kasih, dengan foto ini aku bisa merasakan kalau kakak di sana senang, ceria dan semangat meskipun tanpa kehadiran kami bertiga.

Kamu tahu kak………

Adek Fakhrin ketika melihat pertama kali fotomu, dia heboh banget dengan suara teriakan khasnya “hahaha” sambil menunjukkan kelima jarinya di gambar dalam HP…senyumnyapun tidak jauh beda di foto ini. Saat itu juga adek mengambil HP umi lalu di bawa keluar masuk kamar sambil berputar-putar…..umi hanya bisa bengong dan tertawa kecil melihat tingkah bahagia adekmu.

Ya Tuhan dengan tertawanya adek Fakhrin itu menunjukkan bahwa dia tahu kalau dalam HP ada gambar kakaknya….Terima kasih untuk kesekian kalinya Tuhan berkat Engkau anak-anak kami mendapatkan kasih sayang yang bisa membuat mereka saling mengenali dan menyayangi satu sama lain.

Heh…ehek…ehek….terdengar si dedek bangun, sepertinya adek minta minum. Setelah rasa haus hilang adek tertidur lagi, saya melanjutkan cerita indahnya…..heeemmm

Hebatnya, foto kalian berdua saat malam ini telah menghipnotisku untuk berimajinasi sampai keatas mendung yang kebetulan mau turun hujan….sambil tersenyum saya berdoa semoga sampai tua, sampai Tuhan mengambil kalian rasa bahagia itu terus kalian pancarkan dalam setiap perilaku kalian. Alhamdulillahirrobbil’alamin…………………………..

Kebahagiaan kalian ada…… karena Tuhan ada dalam diri kalian…………..

 

Category: Cerita Sang Ibu, Love | Comments Off on Foto Kalian telah Menghipnotis-ku