January 31

Seberapa Besar Faktor Lingkungan Mempengaruhi Anak

lingkungan

 

Menurut Prof. Dr. Jalaludin Rahmat, pakar komunikasi dan penulis buku ‘psikologi komunikasi’, faktor genetik atau keturunan bisa dikalahkan oleh faktor lingkungan dan nutrisi. “Nurture atau lingkungan bisa mengalahkan nature atau warisan biologis jika otak terus distimulasi,” jelas Jalaludin.

Dengan ungkapan tokoh diatas, saya sangat mendukung akan kebenarannya.Disamping itu saya juga percaya setiap anak secara genetik diberi kemampuan yang luarbiasa sama dari Tuhan. Tidak ada yang namanya anak gagal. Lain cerita jika pola asuh (lingkungan) salah atau kurang mendukung. Semua itu bisa dilihat dari kehidupan sehari-hari anak kita. contoh kecil “anak saya adalah anak pemberani, secara pola asuh (lingkungan luar) sering menakut-nakuti dengan cerita hantu, atau distimulus terus menerus dengaan ketakutan maka anak saya sekarang agak penakut jika sendirian, takut gelap.

Dari contoh kecil diatas, kita sebagai orang tua harus segera peka terhadap perubahan-perubahan pada anak kita. Sehingga kita bisa segera mengatasi faktor lingkungan luar yang berefek buruk pada perkembangan anak kita.

 

gaged

 

Contoh yang agak besar : anak-anak kita sekarang hidup pada zaman yang super canggih, penuh alat Gadged yang bermacam-macam dan mudah di peroleh. Dari alat canggih itu anak kita bisa mudah mencari semua yang mereka inginkan. Apalagi sekarang berita pornografi, kekerasan adalah berita yang sepertinya sengaja di kemas dengan berbagai cara agar anak-anak muda kita rusak secara karakter, mental sehingga terbentuklah seperti robot atau hewan cara berfikir anak kita nantinya. Menakutkan sekali…..

Selain lingkungan sangat buruk mempengaruhi perkembangan anak, nutrisi yang dikonsumsi juga serba instan…lengkap sudah penderitaan anak-anak kita kedepannya.

Ada satu pakar lagi yang menyebutkan bahwa sumber manusia di negara tercinta kita sangat mengkhawatirkan. Yaitu Bapak Adre, beliau mengatakan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia saat ini ada di urutan ke 109 dari 179 negara. “Artinya sudah miskin, bodoh, sakit, sombong pula,” ujar Adre. Padahal sebentar lagi Indonesia akan memasuki tantangan milenium 3 yang merupakan era competitive intelligence.

Semoga bukan ketakutan,ketidakpedulian yang melanda kita sebagai orangtua, akan tetapi motivasi dan praktek untuk melindungi anak sehingga bisa merubah pandangan tentang anak-anak indonesia yang bodoh, miskin, sakit, sombong, menjadi anak-anak yang takut akan Tuhan, bertanggungjawab, kaya hati, kaya segalanya, pintar, cerdas,kreatif, dan penuh kasih sayang.

 

Alhamdulillahirrobbil”alamin……

Category: Parenting, Pendidikan | Comments Off on Seberapa Besar Faktor Lingkungan Mempengaruhi Anak
March 31

Hebatnya Al-Quran

Cerita saya kali ini………sebagian besar saya mendapat inspirasi setelah membaca tulisan teman fb saya…..karena isi tulisannya sangat luarbiasa dan bisa membuat saya semakin yakin bahwa Al-Quran itu benar-benar petunjuk kita dalam menentukan hidup ini. Karena rasa terharu dan bangga itulah, yang memotivasi saya untuk mengulang tulisan teman tersebut ke dalam cerita saya.

Dengan harapan, semoga semakin banyak teman-teman yang membaca tulisan tentang  hebatnya Al-Quran ini..sampai-sampai bisa merubah persepsi buruk tentang agama islam dan kitab Al-Quran itu sendiri. Serta semakin mencintai islam tentunya……

aq1

Yaaaaa, inilah tulisan tentang Al-Quran tersebut……………….

Jika kita buat ilustrasi cerita kehidupan, yaitu dengan menghubungkan dari surat ke-1 sampai dengan surat ke-7, dst, ditutup dengan surat 114 (dengan hanya berdasarkan arti judul surat, dan isi surat secara global), maka dapatlah kita membaca sebuah kisah, sbb:

Berawal (1.Al-Fatihah/ pembuka) dari kisah tentang memelihara sapi betina (2.Al-Baqoroh) yang dilakukan oleh keluarga Imron (3.Ali-Imron), karena di kelola dg kasih sayang layaknya seorang ibu/wanita (4. Al-Nisa) sehingga sapi tersebut berkembang biak menjadi harta yang berlimpah sehingga dapat diwariskan.

sapi

Bahkan karena dikelola dengan managemen yang baik akhirnya, sapi tersebut dapat membuat kemajuan bagi Negara /pemerintah. Semua hasil kerja itu dapat dinkmati oleh seluruh bangsa, Sehingga bangsa tersebut dapat menikmati daging dan susunya sebagai hidangan keseharian (5. Al-Maa’idah / hidangan).

Dan karena sudah berpengalaman mengelola sapi betina, maka keluarga tersebut semakin meningkatkan kesejahteraannya dengan memelihara binatang ternak (6. Al-An’am) yang lain, yang akhirnya dapat juga berkembang biak dengan pesat, sehingga menjadikan keluarga tersebut mencapai puncak (7. Al-A’raf) tertinggi kesuksesan, dst. Itulah yang seharusnya dikerjakan oleh manusia (114. An Nas).

sukses

Luarbiasa kan….teman-teman…..Al-Quran ini memang penyempurna kitab-kitab suci sebelumnya. Al-Quran ini bukan main-main dalam penciptaannya.. Allah sudah dengan sangat jelas dan terencana secara sempurna tentang kehidupan kita baik itu di dunia ataupun kehidupan setelah wafatnya kita.

Semuanya sudah diatur dalam Al-Quran……baik dalam kehidupan berumahtangga, bertetangga bahkan sampai bernegarapun, sebenarnya sudah diatur oleh Al-Quran ini.

Tergantung pilihan kita wahai teman-teman……….mau menggunakan Al-Quran sabagai petunjuk dalam menjalani hidup ini atau setengah-setengah dalam menjalankan Al-Quran atau tidak sama sekali menggunakannya.

Alhamdulillahirrobbil’alamin………………….

Category: Pendidikan | Comments Off on Hebatnya Al-Quran
March 19

Aku Ingin Jadi Ragi Bukan Peuyeum

ragi

Apa itu Ragi ?………………………” Ragi adalah sejenis makhluk hidup bersel satu, atau biasa disebut mikroorganisme. Ragi termasuk dalam golongan fungi, satu golongan dengan jamur.  Selain itu………dalam pembuatan penganan seperti tapai/tape atau roti, peranan ragi sangatlah penting.  Ragi akan bekerja bila ditambahkan dengan gula dan kondisi suhu yang hangat. Kandungan karbondioksida yang dihasilkan akan membuat suatu adonan menjadi mengembang dan terbentuk pori – pori.

Lalu Peuyeum itu apa dooong……. ?

peuyeum

Peuyeum atau tape singkong adalah makanan khas Kota Bandung 
yang memiliki rasa manis, sedikit asam dan beraroma alkohol. 
Peuyeum ini dibuat dari singkong yang difermentasikan menggunakan ragi.
Orang sering mengatakan peuyeum sama dengan tape singkong, 
tetapi sebenarnya terdapat perbedaan yaitu peuyeum lebih kering daripada tape. 

“Why?………………. Aku Ingin Jadi Ragi Bukan Peuyeum”

Teman-teman….dari sedikit makna ragi dan peuyeum diatas, tentunya teman-teman sudah mempunyai gambaran “Why? Aku Ingin Jadi Ragi Bukan Peuyeum”.

Ragi adalah bahan pengembang yang bisa mengembangkan apapun itu.  jika ragi itu diletakkan di suatu bahan tertentu, entah itu bahan kue, kedelai, singkong, minuman dll.. ragi akan sangat berperan untuk menjadikan semua itu sesuatu yang tentunya lebih enak dimakan,  lebih indah jika dilihat, lebih bermanfaat untuk orang banyak. Bukan sebagai perusak bahan yang ditempatinya seperti tanaman benalu.

kalau peuyeum ?………………… memang…….. peuyeum adalah sesuatu yang manis, enak dan legit banget jika di makan, jika dicium sangat menggoda untuk memakannya……..akan tetapi peuyeum jika diletakkan dimanapun atau jika tidak masuk dalam tubuh kita, peuyeum akan membusuk dan merusak tempat yang ditempatinya. hanya akan dibuang ditempat sampah, karena menjadi sesuatu yang tidak berguna. Bahkan kalau dibiarkan akan menambah kekotoran, kerusakan semakin meluas dimana-mana.

silah

Alasan itulah kenapa saya ingin jadi Raginya dibanding peuyeum.. saya ingin menjadi sosok yang bermanfaat buat orang banyak bahkan menjadi kepribadian yang bisa mengaitkan kembali benang-benang silahturahmi umat manusia, khususnya umat yang seiman dengan saya yang berceceran entah kemana..… saya harus bisa mengembangkan apa yang Tuhan percayakan kepada saya. Saya harus menjadi sosok yang bermanfaat bukanya sosok yang merusak suatu tatanan kehidupan yang indah seperti yang diinginkan Allah Swt.

Seperti yang teman-teman lihat di sekitar anda…….banyak orang yang terlihat manis bicaranya, manis penampilannya, tetapi mereka bukannya bermanfaat untuk kebaikan bersama, tetapi mereka menjadi manusia yang merusak semua apa yang dipercayakan Allah Swt pada mereka.

kata mutiara

Category: Pendidikan | Comments Off on Aku Ingin Jadi Ragi Bukan Peuyeum