April 1

Keunikan Usia 9 Bulan Pada Bayi Ku

Pada perkembangan bayi, tiap bulannya sangat unik dan amazing, kita akan mendapatkan banyak pelajaran, keanehan, kebingungan (kok gini ya…kok bisa ya…dll) pada bayi kita.

Bayi sudah mulai menguasai beberapa gerakan seperti merangkak, belajar duduk dan juga belajar berdiri. Jadi kita dituntut lebih waspada untuk menjaganya agar keamanan dan kesehatan bayi tetap terjaga.

Kita akan rugi besar jika kehilangan masa-masa setiap perubahan pada bayi kita, yang mana perubahannya sangat cepat dan ketika kita ingin mengulangnya kita tidak bisa ulang lagi masa-masa tumbuh kembangnya.

Pada Bayi dengan usia 9 bulan, dia sudah mulai menjadi penjelajah, mau melakukan semua hal dengan sendirian, marah jika disuapin….waaaw pokoknya makin luarbiasa bayi di usia 9 bulan.

Bayi sudah mulai bisa merangkak, menuju ke bebarapa tempat, bahkan tempat yang sempit pun menjadi kesukaan dia.

Seperti pada foto anak kami di samping…..dia jika dalam keadaan sehat dan fit….semua tempat didatangi dan saat melihat kursi, kasur, dan benda disampingnya langsung buat bantuan untuk berdiri. kalau sudah berdiri dia melihat ke  saya sambil senyum dan melepas tangan satunya….seperti mau menunjukkan bahwa “hore aku bisa berdiri”…hahaha….(seandainya dedek bisa bicara).

Uniknya lagi sejak usia 9 bulan lebih 2 minggu, bayi kami super merengek jika saya tidak kelihatan di depan matanya…..berarti dedek mulai merasa ketakutan jika sang ibu akan pergi tidak kembali..hik…hik….Perlu kita ketahui perubahan emosi ketakutan sendiri, takut ditinggal orang terdekatnya itu pasti akan dihadapi semua bayi. Dan itu memberi clue pada kita, sudah waktunya kita memberi stimulus atau materi belajar tentang kehadiran atau ketidakhadiran orang terdekat.

Sebelum kita pergi kita jelaskan “sayang, umi mau kedapur sebentar” si bayi pasti menangis…dan kita terus saja berjalan kedapur sambil bersuara. dengan tujuan bayi akan belajar untuk mengetahui bahwa sang ibu ada didekat bayi. Proses untuk membuat nyaman bayi saat sendirian tidak instan terjadi…Tetapi butuh waktu lama dan kekonsistenan kita sebagai ibu untuk terus membimbingnya.

Bayi kami juga mulai senang naik turun kasur…jika kita pura-pura kejar, dedek tambah tertawa-tawa sambil cepat-cepat mencapai yang dia tuju. Tepuk tangan dedek sudah mulai tertata, dalam arti jika mendengar lagu “kalau kau suka hati tepuk tangan”- “maka dedek langsung merespon dengan bertepuk tangan.

Satu lagi yang kadang membuat saya geleng-geleng kepala..apa itu “dedek suka membuang-buang pakaian yang sudah tertata rapi, membongkar benda-benda dalam kotak. Saat seperti inilah kita harus siapkan kotak sendiri dengan isi mainan yang dia suka…jadi kalau dedek mau memporak porandakan pakaiannya atau benda-benda bukan miliknya…kita harus langsung memberi kotak khusus dia, persediaannya jangan hanya satu kotak, karena bayi itu juga mudah bosan dan pintar mengidentifikasi benda loooo (yah ini dah bosen…maka akan cari yang baru). Amazingkan…..

Perkembangan bayi usia 9 bulan setiap anak berbeda-beda….dan perbedaan itu bukan menentukan kepandaian atau kecerdasan pada bayi.

Category: Perkembangan Anak | Comments Off on Keunikan Usia 9 Bulan Pada Bayi Ku
March 6

Mengapa MPASI (Makanan Pendamping ASI) Diberikan pada Bayi Usia 6 Bulan???

MPASI adalah kepanjangan dari Makanan Pendamping Air Susu Ibu, karena pada usia tertentu kandungan dalam ASI kita ada unsur gizi yang hilang, padahal gizi tersebut sangat dibutuhkan oleh bayi untuk tumbuh kembang mereka. Karena itulah makanan pendamping ASI mulai atau harus diberikan pada bayi kita.

Menurut berbagai studi yang telah di teliti oleh pihak WHO, seperti yang dijelaskan oleh dr.Klara Yuliarti, SpA(K), beliau ini dr Spesialis Anak, Konsultan Nutrisi dan Penyakit Metabolik Anak, bahwa 54 negara berat dan panjang atau tinggi bayi usia sekitar 4-6 bulan itu mengalami penurunan. Usia 4-6 bulan adalah usia untuk memulai memberi makan Dan Alasan menurunnya berat dan panjang bayi karena turunnya kwalitas makanan bayi karena orang tua tidak punya biaya untuk memberi makan yang baik, atau tidak tahu makanan yang baik itu bagaiman. Selain itu tingginya tingkat infeksi pada bayi karena kurang dijaga kebersihan disekiar bayi padahal bayi mulai banyak mengeksplorasi kemampuannya.

Dari hasil penelitian, ASI memenuhi energi pada bayi hanya sampai usia 6 bulan tetapi sebagian besar, karena setiap orang itu berbeda-beda. Akan tetapi pada usia setelah 6 bulan energi itu mutlak tidak mencukupi pada bayi, jadi harus dipenuhi dari makan tambahan. Kenapa?? karena kadar protein pada ASI sudah turun sejak usia 4 bulan. Unsur energi tersebut adalah protein dan lemak. Karena itulah makanan mulai dibutuhkan untuk memberikan kekurangan protein dan lemak tersebut pada bayi kita.

Ada penelitian dari Amerika juga, yaitu diteliti oleh Katrin Dewey (salah satu pakar sekali tentang MPASI di Amerika yang sering menulis untuk WHO)…Kebutuhan gizi pada bayi yang harus dipenuhi dalam ASI sejak usia 6 bulan yang paling banyak adalah zat besi karena dalam ASI kandungan zat besi itu benar-benar hilang. Selain zat besi ada vitamin D dan seng. Untuk vitamin D khusus berlaku pada negara Amerika karena kebutuhan vitamin D anak Indonesi sudah terpenuhi dengan matahari yang setiap hari memancar di atas kita, kalau di Amerika matahari tidak pasti. Hasil penelitian ini juga yang menguatkan jika makanan pendamping harus diberikan.

Berhubung harus tepat waktu dalam pemberian makan pada bayi yang berarti MPASI diberikan saat ASI tidak mencukupi lagi, maka pada usia 6 bulanlah bayi harus mulai di beri makan pendamping untuk menopang kebutuhan gizi pada bayi kita. Jika tidak segera diberikan maka akan banyak hal yang akan menghambat tumbuh kembang sang bayi.

Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=P9gWuXZcibg

Panduan MPASI – dr Klara Yuliarti, dokter spesialis anak (Part 2)

 

Category: Parenting, Perkembangan Anak | Comments Off on Mengapa MPASI (Makanan Pendamping ASI) Diberikan pada Bayi Usia 6 Bulan???
March 5

Apa Benar Menyusui itu Menyimpan Perahan Asi Sebanyak-Banyaknya di Kulkas???

Untuk menjawab pertanyaan judul artikel di atas saya bersumber pada dr Tiwi, yang mempunyai nama panjang dr. I Gusti Ayu Nyoman Partiwi beliau adalah dr spesialis anak yang 13 tahun terakhir bekerja di RSIA Bunda Jakarta, beliau selalu menekankan ASI itu membacanya menyusui, karena di masyarakat banyak yang bangga akan hasil susu perahannya yang banyak tetapi banyinya kecil-kecil.

Menurut beliau otak bayi itu butuh dua hal yaitu ASI dan proses pemberian ASI itu sendiri. Di negara kita ini memang yang dipopulerkan adalah kata-kata ASI jadi dalam masyarakat yang diingat hanya Air Susu IBU dan mengabaikan proses yang lain, bahkan proses yang diabaikan inilah sesuatu yang sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang bayi kita.

Jadi wajar banyak para ibu banyak-banyakan mengumpulkan hasil perahan ASI dan menumpuk penuh dalam kulkas. karena para ibu menganggap “Anak saya sudah cukup dengan ASI saja”.

ASI sangat bagus dilakukan secara exsklusif selama 6 bulan tetapi jika syarat di bawah ini tidak diabaikan. Apa saja syarat tersebut….

  1. menyusui bukan hanya sekedar memberi nutrisi yang bagus
  2. menyusui juga memberi kekebalan
  3. menyusui juga menstimulasi dan attachment (untuk syarat ketiga ini memang hasilnya tidak bisa dilihat secara langsung seperti ciri-ciri tumbuh bayi yaitu berat badan, tinggi, lingkar kepala akan tetapi jika stimulasi diberikan dengan benar bayi kita akan menjadi anak secure yang menyenangkan orang lain, mudah berempati mudah beradaptasi dan kapan hasil ini akan kita lihat mungkin 5 tahun atau lebih.
  4. menyusui juga mencegah penyakit jangka panjang

Perlu kita ketahui proses antara interaksi dan sentuhan mulut bayi dan puting payudara sang ibu sangat besar untuk menstimulasi semua panca indra bayi, baik itu rasa pedas yang dimakan ibu, bau keringat ibu, sentuhan lembut atau kasar si ibu. Jadi interaksi dan sentuhan itu akan memberi input ke otak agar bayi kita cerdas.

Selain semua panca indra terlatih semua otot bagian wajah ikut terlatih untuk bergerak. Beda ceritanya jika bayi kita munyusu dengan botol susu, bayi kita hanya satu bagian otot yang terlatih. Dari akibat gerakan otot itulah jika bayi yang terbiasa ngedot atau minum dengan botol akan menolak jika dipindah menyusui langsung pada payudara ibu. Karena bayi bisa minum payudara jika posisi ASI berisi penuh dan jika kosong bayi akan kesusahan karena dibutuhkan gerakan-gerakan semua otot pada bagian wajahnya. Memang awal-awal bayi masih mau menyusu langsung tetapi jika botol terus-terusan diberikan maka antara 2-3 bulan kemudian bayi tidak mau.

Karena itulah proses menyusui adalah proses menstimulasi pada bayi saat menyusu.

Pentingnya lagi ketrampilan mulut untuk menghisap, menelan, mengunyah itu akan berpengaruh pada ketrampilan bicara bayi.

Jadi ASI adalah investasi terbesar untuk anak-anak kita.

Catatan “stimulasi adalah proses belajar tidak ada yang bim salabim bisa….jadi bayi-bayi pintar itu karena ada proses stimulasi atau latihan-latihan yang terus menerus secara konsisten”

Semoga dengan sedikit gambaran di atas bisa memberi gambaran untuk menjawab judul artikel saya.

Biar lebih jelas dan seru silahkan tonton youtube dr Tiwi ya….

 

 

 

 

 

 

Category: Perkembangan Anak | Comments Off on Apa Benar Menyusui itu Menyimpan Perahan Asi Sebanyak-Banyaknya di Kulkas???