July 23

Selamat Tinggal Sahabat

Sahabatku………

Engkau sangat aku sayangi

Tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa

Karena engkau melupakan sahabat sejatimu

Sahabat pemilik para sahabat kita

Bukankah engkau yang akan rugi jika engkau menjauhi sahabat sejati

Semoga engkau cepat mendapat teguran akan sahabat-sahabat barumu.

Hanya kalimat “selamat tinggal sahabatku”

Engkau tahukan, Sahabat sejati akan memberi maaf setiap kesalahan kita

Sahabat sejati adalah teman yang paling menyayangi kita diantara sang penyayang

Sahabat sejati adalah teman yang dekat, bahkan sangat dekat dalam diri kita bahkan melebihi kita sendiri

Sahabat sejati adalah yang memahami segala sesuatu yang baik atau buruk buat kita

Sahabat sejati adalah yang tahu berapa lama lagi kita akan ada di jagad raya ini

Kembalilah dalam pelukan sahabat sejati kita, teman

Agar kita selalu bersama-sama dengan Sang pemilik Para sahabat

Untuk mendapatkan Cahaya penerang dalam menerangi setiap langkah kita

Category: Love, Puisi bunda | Comments Off on Selamat Tinggal Sahabat
February 5

Tangismu Menghentikanku

tangismu

Saat aku sibuk di dapur, engkau terbangun dan menangis…saat itu juga, wajan, panci, kompor aku tinggal

Saat aku asik mencuci pakaian, terdengar rengekan minta gendong…saat itu juga, sabun, bak, baju aku tinggal begitu saja

Saat aku terlena di depan komputer, tangisan keras tiba-tiba terdengar…saat itu juga aku langsung mendekatimu

Saat aku asik megal-megol mengepel lantai, rasa laparmu membuat tangismu terdengar…saat itu juga aku tinggal untuk menyuapimu

Sayang….tangisanmu sangat menggetarkan hati dan bisa menghipnotis setiap langkah kaki-ku

Sayang….tangisanmu adalah gambaran perasaanmu

Sayang….semakin sering tangisanmu terdengar…semakin sering kita bersentuhan

Sayang….disaat engkau sudah bisa ngomong…..tangisanmu akan jarang terdengar

 

Category: Puisi bunda | Comments Off on Tangismu Menghentikanku
January 4

Takutku sebagai Semangatku

takut

Takutku sebagai Semangatku

Aku takut jauh dari anak-ku

Aku takut jika tidak melihat anak-ku

Aku takut jika anak-ku menangis

Aku takut jika anak-ku marah

Aku takut jika anak-ku tidak makan

Aku takut jika anak-ku tidak bisa tidur

Aku khawatir jika anak-ku sakit

Aku khawatir jika anak-ku bertengkar

Aku khawatir jika anak-ku kesepian

Aku cemas jika anak-ku tidak semangat

Aku cemas jika anak-ku tidak punya teman

Aku cemas jika anak-ku sedih

Stop…stop…stop….

Ketakutanku, kekhawatiranku, kecemasanku adalah emosi buruk yang harus saya hadapi

 jika aku mengikuti terus emosi yang buruk itu

maka anak-anak ku tidak akan menjadi makhluk Tuhan seperti yang diinginkan Tuhan

Teruslah berjuang anak-ku sayang

walaupun kita berjauhan

Tuhan selalu melindungi dan menjagamu

ceria

Category: Puisi bunda | Comments Off on Takutku sebagai Semangatku