April 30

Kebahagiaan Rahmatanlil’alamin

Bahagiaaaaaa.…aku sungguh bahagia….kalimat ini sering sekali terdengar dan bahkan mudah terucap oleh banyak orang. Akan tetapi apa sih sebenarnya makna bahagia itu? “apa dengan uang bermilyar-milyar kita sudah bahagia?”, atau menjadi orang yang terhormat dan terpandang  itu alasan yang membuat kita bahagia?”. Atau dengan berkuasa di mana-mana juga membuat kita berbahagia?

Mungkin benar alasan-alasan diatas adalah sumber kebahagiaan kita. Akan tetapi uang, kehormatan dan kekuasaan hanya bersifat sementara, mudah diperoleh dan sangat mudah hilang.

Pada zaman penuh kebahagiaan palsu ini, banyak orang banting sana/sini…tidak kenal saudara, tidak kenal kawan hanya untuk mencari uang sebanyak-banyaknya agar kehidupan mereka bahagia. Sebenarnya jika kita renungkan dengan hati, fikiran yang penuh cinta pada Tuhan,  uang dan kekayaan itu merupakan sesuatu yang lebih rendah dari diri kita sendiri. Uang dan kekayaan hanya bersifat sementara. Sungguh rugi jika tujuan kita hidup di dunia ini hanya untuk mencari uang. Karena Tuhan itu sudah bersifat Arrahman-Arrahim…maha pengasih dan penyayang…sudah jelas jika kita mau bekerja keras kita pasti akan dapat uang banyaaaaaaaaaaaak sesuai yang kita inginkan. Benar tidak????

Jadi uang itu bukan sebuah tujuan, karena uang hanya alat untuk mendapatkan sesuatu yang lain. Memang, tanpa uang kita tidak bisa makan atau membeli kebutuhan sehari-hari, namun semua apa yang kita inginkan itu ada batas usianya, tidak kekal atau tetap selamanya. Padahal kebahagiaan yang dicari manusia itu sesuatu yang tetap dan sempurna.

Saya sangat sepakat dengan salah satu ustad terkenal di negara Indonesia ini, beliau mengatakan “jika tujuan kita bekerja hanya untuk uang, mending tidak usah bekerja”…”jika kita berdagang hanya untuk mendapatkan mobil mewah, rumah mewah, mending tidak usah berdagang”. Karena hal ini kita sudah menggantikan Tuhan dengan uang, mobil mewah dan rumah mewah. Nilai ibadah pada Tuhan sudah hilang.

Contoh lagi…..

Apakah kekuasaan adalah kebahagiaan kita?

Bukan…kekuasaan sama dengan uang, kekuasaan hanya alat perantara untuk mencapai sesuatu. Lagipula seperti sekarang, para pemimpin kita dengan mudahnya memanfaatkan kekuasaannya hanya untuk memperkaya diri sendiri atau untuk pamer kehebatan dengan orang lain. Jadi sudah jelas kekuasaan bukanlah inti dari kebahagiaan itu sendiri, karena kebahagiaan haruslah merupakan sesuatu yang benar-benar baik, dan tidak dapat berubah menjadi kejahatan.

Kebagiaan itu adalah sesuatu yang kekal, tetap dalam diri setiap manusia. Kita tahu sesuatu yang kekal itu adalah sesuatu yang berhubungan dengan keberadaan Tuhan sang pencipta.

Seperti dalam Al-Quran surat An-Nahl : 97

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS. An-Nahl : 97)

Jadi kebahagiaan itu merupakan kehidupan yang sangat baik dari Tuhan. Untuk mencapai kebahagiaan itu tidak mudah..harus dilalui dengan berbagai ujian dan cobaan. Jika semua manusia bisa mengerjakan amal saleh dengan melewati ujian-ujian dari Tuhan maka kehidupan yang penuh kebahagiaan akan diberikan oleh Tuhan. (tenang, nyaman, damai, aman, makmur dan sejahteralah kita)

Betapa bahagia dan bangganya saudara-saudara kita yang uangnya melimpah, di hormati semua orang, mempunyai jabatan yang tinggi, dan mereka bisa memanfaatkan semua itu dengan benar, mereka memanfaatkan semua alat-alat perantara dunia itu untuk lebih dekat dan lebih mencintai Tuhan sang pencipta, Uang yang melimpah dimanfaatkan untuk kesejahteraan banyak orang, jabatan yang tinggi untuk menciptakan kedamaian sehingga semua orang akan bahagia dan kehormatan mereka manfaatkan untuk memberikan tauladan yang penuh budi pekerti bukan untuk menyombongkan dirinya. Jika kita semua bisa seperti itu maka bahagialah dan indah hidup ini.

Seandainya tetangga, teman, saudara kita masih banyak yang kekurangan, masih banyak pencurian, pembunuhan dan banyak hal yang menakutkan di sekitar kita, maka apakah kita bisa bahagia??????????? TIDAK.

Kebahagiaan yang rahmatan lil’alamin atau kebahagian yang memberi manfaat untuk semuanya itulah kebahagiaan sejati. Jadi jika ada satu makluk ciptaan Tuhan yang belum bahagia berarti kebahagiaan itu belum sempurna atau hanya kebahagiaan pribadi.

Bisa kita rasakan dan lihat kehidupan sekarang ini masih sangat jauh dari bahagia rahmatanlil’alamin……………….

Walhamdulillahirrobbil’alamin……….

 

Be Sociable, Share!


Copyright 2017. All rights reserved.

Posted April 30, 2016 by Nur Widayati in category "Love