Kenangan Kamar 208

208

208 adalah nomor kamar pertama saat aku tinggal di asrama Persahabatan Ma’had Al-Zaytun. Dikamar itu banyak kenangan sedih, dan menyenangkan. Di kamar 208 ini ada 10 anak yang tinggal. Kamar kami sangat luas, meskipun yang tinggal 10 anak, kami masih bisa main bola di kamar, main petak umpet di dalam kamar saat waktunya tidur siang. Kalau ketahuan umi pengasuh tidak tidur pasti kena marah….

Kamar mandi ada 3 kamar, jadi setiap kegiatan tidak sampai tertinggal, karena antrinya tidak panjang dech….kecuali saya yang bisa terlambat, karena saya belum bisa seperti teman yang lain, teman-teman saat dibangunkan umi pengasuh ada yang langsung bangun dan langsung lepas baju lalu mandi, ada yang hanya dengar adzan langsung bangun, ada yang bangun tapi tidur lagi di lantai sambil nunggu kamar mandi yang di sukai, jadi walaupun ada kamar mandi yang kosong tetapi tidak disukai dia tidak mau mandi di kamar mandi yang kosong, dia memilih nunggu teman sampai selesai, baru kita mandi di kamar mandi favorit.

Hebat-hebat kan teman-teman saya….hehe…hehe….Kalau saya selalu bikin umi pengasuh marah-marah, habis paling sulit dibangunkan, padahal saat dibangunkan saya menjawab dan membuka mata, tetapi tidak segera bangun dan kekamar mandi seperti teman-teman. Jadinya selalu terakhir bangun. “Aku sendiri juga tidak tahu kenapa saya susah bangun ya kalau dibangunin?”. Mungkin masih awal di asrama, jadi membuat aku super males untuk mandi pagi. Tetapi lama kelamaan umi pengasuh saya, capek juga marah-marah, dan saya juga bosen dengerin umi pengasuh ngomel, sehingga kalau dengar suara umi pengasuh¬† bilang “bangun-bangun…”saya langsung bangun dan duduk, tetapi hanya duduk-duduk di tempat tidur dengan alasan antri di tempat tidur saja daripada antri di kamar mandi. Setelah umi pengasuh keluar untuk membangunkan anak di kamar lain, aku tidur lagi, sambil tidur-tidur ayam, tiba-tiba terdengar suara umi pengasuh membuka pintu, saya langsung “lariiiiii kekamar mandi tanpa bersuara” biar tidak di marahi. Setelah selesai mandi “eeeee umi pengasuh masih di kamar dan bilang seperti biasanya”Ya Allah…fatan baru mandi” dengan nada tinggi gitu….aku langsung cepat-cepat pakai seragam dan lari ke selasar untuk sholat subuh…kabuuuuuur biar tidak lama-lama dengar umi pengasuh bernyanyi…”jangan ditiru ya….”untuk adegan ini…hehehe

Kami bersepuluh ini, berasal dari daerah yang berbeda-beda, ada yang dari Trenggalek, Kediri, Bandung, Jakarta dan saya dari Sidoarjo. Yang lucu Itu gaya bahasa kami yang berbeda-beda, kami yang dari Jawa Timur khas dengan bahasa Indonesia yang medok, jadi sering ditirukan atau ditertawakan oleh kakak- kakak dan teman-teman sekamar dech….tetapi kami cuek saja tuh….

Awalnya kami belum saling mengenal, jadi masih saling egois, sering bertengkar gara-gara mainan, tempat duduk dan banyak dech….hampir-hampir aku tidak kerasan, karena ada teman sekamar yang suka usil, mengganggu, kasar. Tetapi lama-kelamaan karena sudah saling kenal, merasa senasib seperjuangan kali ya (jauh dari rumah, apa-apa dikerjakan sendiri dll)…jadinya muncullah saling berbagi, saling mengingatkan, saling menolang, pokoknya kebersamaan mulai ada. Tidak secepat dan semudah itu untuk merubah sifat egois kami looooo, perjuangan umi pengasuh super hebat….bisa membuat kami lumayan baik dech…hehehe

Be Sociable, Share!