March 31

Mudahnya Menghilangkan Kecanduan Game Online

Pada zaman sekarang siapa yang tidak kenal game online, mulai usia balita sampai usia lanjut, sudah pasti mengenalnya baik itu memainkannya atau hanya sekedar melihat karena menemani anak, cucu bermain game online ini.

online

Game online ini akan sangat memberi dampak negatif jika menyebabkan kecanduan akan game online ini. Sekarang anak-anak kita tinggal ketik atau klik  di komputer, game online model apapun sudah tersedia. Baik itu game yang berhubungan dengan kekerasan, seksual, menjauhkan dari sikap toleransi dan perdamaian antar sesama. Selain mudah untuk memilih, game online juga tidak dikenakan biaya alias gratis.

Karena itu jika anak-anak calon pemimpin, penerus bangsa ini jika sudah susah lepas dari geme online ini, bukan hanya orangtua yang rugi, tetapi anak anak kita ini akan susah untuk berkembang dan akan semakin jauh dari tujuan hidup manusia itu sendiri.

apa itu game online?….

Game Online atau sering disebut Online Games adalah sebuah permainan (games) yang dimainkan di dalam suatu jaringan (baik LAN maupun Internet).

online 2

Menurut penelitian yang pernah dipublikasikan dalam jurnal Pediatrics—yang antara lain dilakukan di Seattle Children’s Research Institute (2011), Iowa State University (2010), dan Stanford University School of Medicine (2009), kebanyakan main game bisa mengganggu proses tumbuh kembang anak, antara lain berupa:

1. Masalah sosialisasi.

Berhubung lebih banyak menghabiskan waktu untuk bermain dengan mesin (bukan manusia), si praremaja bisa merasa canggung dan kurang nyaman kala datang kesempatan untuk bergaul dengan temannya.

2.Masalah komunikasi.

Kegiatan berkomunikasi bukan sebatas berbicara dan mendengarkan kalimat yang terucap, tetapi juga membaca ekspresi lawan bicara. Anak yang kurang sering bersosialisasi biasanya kesulitan melakukan hal ini.

3.Mengikis empati.

Seringkali anak menyukai jenis game yang melibatkan kekerasan, seperti perang-perangan, martial art, dan sebagainya. Efek samping dari memainkan jenis game ini adalah terpicunya agresivitas anak dan terkikisnya empati si kecil terhadap orang lain.

4.Gangguan motorik.

Tubuh yang kurang aktif bergerak akan mengurangi kesempatan anak untuk melatih kemampuan motoriknya. Risikonya, anak bisa terserang obesitas dan pertumbuhan tinggi badannya tidak maksimal.

5.Gangguan kesehatan.

Menatap layar video games secara konstan dalam waktu lama bisa mencetus serangan sakit kepala, nyeri leher, gangguan tidur, dan gangguan penglihatan.

Memang dibalik kerugian itu ada sedikit manfaat yang bisa dilatih oleh anak atau siapapun yang memainkan game online….

Hal yang positif adalah:

  1. Meningkatkan koordinasi tangan, kaki dan juga mata karena biasanya melibatkan hal tersebut.
  2. Melatih konsentrasi karena ada beberapa game yang melatih kita untuk konsentrasi sewaktu bermain game
  3. Melatih membuat strategi, bertahan dan melawan terhadap kawan dan musuh dalam permainan
  4. Meningkatkan kemampuan bahasa khususnya bahasa asing karena sebagian game berbahasa inggris sehingga kita ditunutut untuk memahami apa yang dimaksud dalam game
  5. Melatih kesabaran, mau menerima kekalahan dan karena tanpa beban jadi dapat mengurangi stress

Saya menulis tentang game online ini, karena saya ingin berbagi kepada semua orangtua yang mungkin mempunyai permasalahan yang sama dengan saya, yaitu ketakutan dan kekhawatiran terhadap tumbuh kembang anak gara-gara kecanduan game online.

Sejak usia 1 tahun anak kami sudah sangat mengidolakan benda yang bernama komputer atau laptop. Karena pekerjaan abinya tidak bisa pisah dari alat modern tersebut, sampai-sampai saya menyebut komputer itu sebagai istri pertama suami saya. Sehingga kondisi tersebut sangat mendukung untuk anak kita juga menyukai itu.

Akan tetapi untuk usia dibawah 3 tahun saya masih bisa mengarahkan ke hal yang positif, seperti dengan menyukai komputer tersebut anak kami dengan mudah untuk belajar mengenali huruf, menulis bahkan membaca. Diusia 3 tahun anak kami sudah bisa membaca,menulis dan berhitung dengan bermain komputer tersebut.. Hal itulah saya bisa mengambil manfaat dari komputer tersebut.

Seiring bertambahnya usia anak kami, dan didukung dengan kelancarannya menulis, membaca.. anak kami sangat mudah untuk  mencari berbagai model game online di komputer tanpa bantuan siapapun.. mulai itulah kami mulai khawatir akan keberadaan komputer tersebut.

Anak kami di usia 5th, menurut kami sudah kecanduan akan game online ini. sehari itu kalau tidak memainkan game online ini, seperti kebingungan dia, makan susah, tidur susah.

walaupun sudah kami buat aturan main game online ini, kami tetap khawatir akan tumbuh kembang anak kami kedepannya.

bulliying

Meskipun  anak kami program homes schooling atau belajar di rumah dengan saya dan abinya sebagai guru favoritnya...kami tetap tidak bisa menghendel perilaku-perilaku yang kurang bermoral (marah-marah, merebut, bertengkar dll) saat bermain dengan teman-temannya. Kami merasa selama anak kita masih berhubungan dengan alat-alat modern itu (internet, laptop,tab, tontonan tv yang kurang mendidik, dll), kita tidak bisa merubah kebiasaan-kebiasaan anak kita yang nantinya akan berujung menghilangnya karakter moral, rasa toleransi, kebersamaan dan empati dengan sesamanya.

Karena dari berbagai pertimbangan efek negatif diatas, akhirnya sejak kekhawatiran itu muncul, kurang labih anak kami usia 3 tahun. kami sudah menjelaskan pada anak kami…bahwa nanti kalau dia sudah usia sekolah SD (6 tahun)… anak kami akan sekolah di Ma’had Al-Zaytun, tempatnya jauh dari umi /abi. Kami sering kali menjelaskan bahwa di sekolah nanti tidak ada komputer, tidak ada game online, tidak ada nonton tv.

“Haaaaaa………tidak mau mi….saya sekolah di sini aja. dekat abi/umi dan bisa main game online dech”.….itulah respon yang wajar untuk anak yang sudah kecanduan dengan game online. dengan usia yang masih balita.. kami tidak marah, bahkan kami terus menerus menjelaskan manfaatnya nanti sekolah di Ma’had Al-Zaytun (http://ayobercerita.com/mengapa-harus-boarding-school/)

Singkat cerita……………….., kami sangat terkejut dengan apa yang terjadi dengan anak kami. “ternyata  mudah sekali menghilangkan kecanduan game online anak kami”.. saat usianya sudah usia 6 tahun, yaitu usia SD, anak kami waktunya sekolah jauh dengan kami….saat itulah ternyata anak kami memahami dengan apa yang kami jelaskan dan fahamkan selama ini.. saatnya sekolah SD, anak kami mau sekolah jauh dengan konsekuwensi tidak ada game online, tidak ada tv.

tv

Mulai awal datang ke Ma’had Al-Zaytun anak kami tidak merengek minta main game online….dia hanya mengingatkan bahwa,,,,“main game onlinenya nanti kalau lliburan ya mi”…..padahal saat itu saya masih bingung “bagaimana nanti kalau anak kami merengek minta game online dan menolak untuk sekolah di Ma’had Al-Zaytun. Jujur kami sangat khawatir awal sekolah disana. Bagaimana caranya untuk menghilangkan kecanduan game tersebut….

Kami hanya penuh keyakinan dan selalu berdo’a kepada Allah swt untuk pertolongan-Nya. Dengan anak kami sekolah di Ma’had Al-Zaytun ini merupakan tempat terbaik untuk pembelajaran tentang makna kehidupan buat anak kami.

Alhamdulillahirrobbil’alamin, Allah swt mendengarkan doa dan memberikan kemudahan serta kelancaran untuk anak kami…..

Segala sesuatu akan lebih mudah jika kita melakukan apapun dengan tujuan utama hanya ibadah pada Allah swt.

Itulah…pengalaman yang ingin saya bagi dengan teman-teman, ketakutan, kekkhawatiran kita akan hilang dan pertolongan Allah swt akan mendekat jika keyakinan akan kebenaran terhadap Allah lebih kuat di hati kita untuk kebaikan anak-anak kita.

Alhamdulillahirrobbil’alamin……..

Be Sociable, Share!


Copyright 2017. All rights reserved.

Posted March 31, 2015 by Nur Widayati in category "Parenting