October 17

Dua Kata Populer untuk Santri MI Al-Zaytun

Image result for lauk tambahanMalam Kamis minggu lalu saat kita ngobrol ditelepon, di awal obrolan ceria seperti biasa, eeeee tidak lama kemudian suaranya terdengar mau mewek alias akting. Dalam hati heeeemmm…mau minta sesuatu dech. Kenapa saya bilang akting karena sikap melo melo gitu sudah menjadi kebiasaan dia jika menginginkan sesuatu. Jika apa yang dia mau dan kita kabulkan, hoooooooo langsung seketika berubah ceria dan cerita panjang lebar dech.

Dasar anak cerdik….hehehe

Kembali ke isi pembicaraan malam itu:

Fatan :Assalamu’alaikum, mi”

Umi:”Wa’alaikumussalam”

Fatan:”kapan Abi kesini, mi?”

Umi : ” besok saat menjemput kak Fatan libur semester”.

Fatan: “haa masih lama…(di sini dah mulai akting sedihnya)”

Umi: “loooo, sebentar lagi kak….. liburannya, sekarang sudah pertengahan oktober, liburnya bulan Desember awal”

 Fatan: “iya tapi masih lama”…

Fatan: “umi…umi…aku mau dikirimin jajanan dan lauk tambahan kayak Muharram kemarin”

Umi: “ooooo, boleh…boleh…tapi umi tidak janji loooo ya”

Fatan: “iya..iya….kirim kripik pedes, usus krispi, lalu eeeee…sambel terasi…hehhe”….umi….umi…iya ya ternyata sebentar lagi liburannya…kok cepet ya?” (sudah lupa akting sedihnya…haaaaaa)

Umi: “apanya yang cepet kak?”

Fatan: “semester satu ini rasanya cepet banget, beda dengan semester dua dech…”

Umi: ” ada-ada aja kakak ini, ya sama to kak, wong sama-sama 5 bulannya” (Biasa muncul keceriaannya, karena apa yang dia minta di rasa dia dapat)

Fatan:”hehehe…iya ya mi”

Dari cuplikan obrolan diatas, para sahabat mungkin sudah tahu maksut judul yang saya buat.

Belum tahu yaaaaaaaaaaaaa….

Kami berduapun mendengar dua kata ini, pertama kali ketika Anak kami minta dibelikan stik panjang rasanya gurih di kantin santri, “setiap mau makan ke kantin santri kak Fatan membawanya. Tetapi sejak kelas dua setahu kami, kebiasaan tersebut tidak pernah dia kerjakan lagi. Mungkin bosen juga dia…Akhir-akhir bulan ini saja kak Fatan mulai mengeluh lagi dengan minta dikiriminlah atau minta sama umi pengasuhnya.

Yaaaa dua kata populer itu sudah mulai kejawab yaitu segala sesuatu yang dibawa Fatan atau santri lainnya saat ke kantin santri yaitu “Lauk tambahan”, bisa berupa stik panjang khas mahad yang biasa di jual di toko santri, bisa kripik singkong pedas, abon, kecap pedas, sambel dan banyak lagi. Padahal menu yang disediakan Ma’had saya rasa sudah mencukupi untuk kelengkapan gizinya.

Anak kami kalau ditanya, kenapa kok membawa lauk tambahan? dia menjawab ” biar ada sedikit beda atau lebih mantaaappp”.

Akan tetapi semua lauk tambahan itu juga atas ijin abi-abi yang menjaga kantin santri loooo, tidak sembarangan boleh dibawa dan di makan.

Haaaaaaaaaaa semoga cerita “lauk tambahan” ini sedikit berguna untuk para orangtua jika berkunjung menjenguk buah hati yang kebetulan sekolah di pesantren,, jangan lupa membawakannya, pasti sang buah hati anda senang sekali menerimanya.

Alhamdulillahirrobbil’alamin…………………………..

 

Category: Cerita Anak, Cerita Sang Ibu | Comments Off on Dua Kata Populer untuk Santri MI Al-Zaytun
October 16

Ridhoilah Selalu Pikiran dan Perilakunya Tuhan

Lagi cari ide buat menulis …eeeeeeeee muncul foto ini di Fecebook….jreng…jreng…cerita tentang sosok yang ada di foto ini yuuuuuukkk.

Setiap melihat suamiku ini…dimanapun berada, kapanpun waktunya, apapun kondisinya, selalu hati berdoa semoga Alloh selalu meridhoi dan menunjukkan setiap fikiran dan tindak tanduk beliau.

lanjut lagi yoooookkkk….tema ini tertunda 3 hari dech…..

Kebetulan tokoh dalam tulisan ini, satu minggu ke depan nginep di tempat penuh kenangan kita berdua…huk….uhuk….yaitu kota Malang kota tak terlupakan.

Jadi bebas mau menulis apa saja…hehehe

Sebelum berangkat ke Malang tadi pagi, suamiku bilang “alhamdulillah saya dapat ilmu lagi”

Saya bertanya “ilmu apa, bi?”…….

Abi menjawab “yang kita benci itu kebatilan dalam individu, bukan membenci sosok individunya, karena setiap individu itu adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, yang mana Tuhan tidak pernah menciptakan individu yang jelek apalagi gagal”.

Setelah mendengar hal tersebut saya berfikir  dan mencoba memaknai ilmu itu ” Memang benar jika kita membenci orangnya maka apapun baiknya ucapan, ajakan atau apa saja yang keluar dari orang yang kita benci maka kita tidak akan mendengarkankannya apalagi mengikutinya”.

Akan tetapi jika yang kita utamakan sifat atau karakter dan kepribadian dalam sesorang maka seberat apapun orang itu menghina, menyakiti kita maka tidak akan menutupi sifat atau perilaku yang baik pada seseorang tersebut dimata kita. Kita akan terus welcome terhadap ilmu yang dibawanya, kita akan terus berdampingan dengan damai dan indahnya. Karena rasa kebencian hanya akan membatasi gerak-gerik kita pada puncak kesuksesan dimata Tuhan.

Ilmu-ilmu seperti itulah yang aku banggakan dari suamiku. Semoga sifat yang baik yang bisa mendekatkan padaMu Tuhan dekatkan pada kami dan sifat buruk yang bisa menjauhkan kami dariMu Tuhan, jauhkan dari kami.

Sehat dan lancar selalu untuk suamiku….(Maannajah) dan untuk kedua buah hatiku…

Terima kasih Tuhan atas limpahan karunia dan rezeki kepada keluarga kami sampai detik ini….

Alhamdulillahirrobbil’alamin…………………

 

 

 

 

 

 

Category: Cerita Sang Ibu, Love | Comments Off on Ridhoilah Selalu Pikiran dan Perilakunya Tuhan
October 12

Hikmah di balik Menumpuknya Piring Kotor di Dapur

Image result for cucian piring numpuk

Waaaah para bunda di manapun berada, kalau ngomongin cucian piring yang menumpuk tak berarutan, kalau saya: “geleng-geleng kepala yang ada sambil badan terasa lemas dan hati berkata kapan aku bisa bebas dari mencuci piring……khayalan terkadang muncul….”seandainya punya teman yang bisa mencuci pasti dapurku tidak seruwet ini, seandainya aku punya kantong ajaib doraemon, tinggal bilang bimsalabim adagedabra….piring kotorku seketika bersih dan langsung menempati tempatnya masing-masing” hehehehehh…..tangisan si kecil mengingatkanku untuk segera mencuci piring.

Jika para bunda yang sehari-harinya di rumah untuk mengurus keindahan rumah, pekerjaan yang satu ini pasti tidak bisa dihindari dan bisa berkali-kali dilakukan dalam setiap harinya.

Setiap cucian menumpuk banyak, dalam hati berkata  rasa malas yang menyebabkan hal ini, menumpuk itu karena dari satu piring tidak segera di cuci sehingga piring-piring kotor selanjutnya ikutan duduk manis dengan segala sisa kotoran yang ada….akhirnya secara tidak sadar….saatnya makan  kebingungan mencari piring bersih di rak…..dan terkadang karena malas mencuci, mulut berucap “nanti aja dech…nunggu piring bersih dulu”….hahaha akhirnya makan siangpun terlewatkan.

Inti cerita kali ini sebenarnya bukan masalah bersih atau kotor sebuah piring akan tetapi sebuah permasalahan yang ada dalam diri kita. Kita tahu kok berat ringan sebuah masalah setiap individu itu awalnya tidak jauh beda dengan awal mula menumpuknya piring kotor tersebut.

Bagaimana tidak, ada masalah satu tidak segera diselesaikan…”nanti ajalah…ini kan hanya sepele”….”besok ajalah semua ini salah dia”…..dan banyak lagi kata-kata untuk mempertahankan diri agar diri kita tampak kuat dan percaya diri.

Secara tidak kita sadari….kesalahan ringan atau sepele itu saat kita mau tidur tiba-tiba terlintas di depan mata…dan dengan sadarnya kita stop untuk menutup erat masalah itu.

Eeeeeeee…..pada waktu berikutnya kita mendapat masalah yang sama dan kita menganggap hal tersebut sesuatu yang sepele lagi….”….dengan sengaja kita tutup lagi tanpa memperdulikan akibat dari masalah itu.

Tanpa kita sadari, tiba-tiba muncul berbagai pertanyaan “looo kenapa ya aku sering di bohongi pacarku?….kenapa ya aku susah melupakan dia?

Pertanyaan itu muncul karena otak kita capek, otak kita juga pintar looooo otak kita tujuannya untuk mengingatkan kita agar jangan suka menumpuk masalah…..bisa meledak nich isi otakku…(kata otak)…meskipun hanya sepele tetapi bisa menumpuk menjadi luar biasa berat, tidak ada uang 1000 kalau tidak ada 10 rupiah dan lama-lama membuat diri kita tidak nyaman atau bahkan bisa membuat rasa berani kita hilang, percaya diri kita memudar…..

Kata sang guru :

Pertama “jika kita mau naik kelas maka selesaikan soal atau teka-teki yang menunggu di hadapanmu”. (Entah itu benar atau salah jawaban kita yang penting kita telah menyelesaikannya. Sehingga kita akan tahu benar dan salah dan akan tahu cara memperbaiki kesalahan-kesalahan kita)

Kedua “Masalah itu muncul karena kita takut menghadapi konsekwensi yang akan kita terima”

Dari 2 kalimat diatas hanya ada satu kata yang bisa menyelesaikan yaitu “keberanian” (jika salah ya katakan salah lalu minta maaf dan perbaiki kesalahan) “(jika itu tugas kita maka harus kita kerjakan dengan sungguh-sungguh dan jika tidak sanggup ya katakan tidak sanggup), “(kalau resikonya kita harus menangis ya harus siap dibilang cengeng), (resikonya harus berjauhan ya harus siap di tinggal)

keberanian di atas menurut pendapat saya looooo…..

Jika rasa berani ini hilang dalam diri kita maka diri kita akan terkungkung dalam tubuh kita sendiri….kita akan susah bergerak ke kanan atau ke kiri bahkan kita akan kehilangan sebuah pilihan akan masa depan.

Jika jelek pemandangan rumah karena menumpuknya piring kotor maka bisa di bersihkan dengan hitungan detik. Akan tetapi jelek karena masalah yang kita timbulkan perlu proses yang lama dan semua tergantung setiap individu.

Semoga bermanfaat….

Mohon maaf dan saran jika ada kesalahan

Alhamdulillahirrobbil’alamin…..

 

Category: Cerita Sang Ibu | Comments Off on Hikmah di balik Menumpuknya Piring Kotor di Dapur