Proses Menghentikan Diapers Dengan Nyaman

Image may contain: 1 person, sitting

“Adek mau pipis?…”heeh, sambil dengan anggukan dedek Fakhrin menjawab pertanyaan saya siang tadi”….dengan cepatnya saya langsung menggendongnya dan membawa ke kamar mandi, eeee pipis benar dia”….pelukan, ciuman serta kata-kata hebat, pintar langsung saya berikan untuk memuji dia. Ingat pujian yang tidak berlebihan dan tepat pada waktunya sangat membantu perkembangan koqnitifnya seperti si kecil tahu “oooo seperti ini looo prilaku yang harus saya lakukan” jadi tanpa dia sadari aturan benar salah, baik/buruk, boleh/tidak sudah mulai dibiasakan.

Bagi saya, luarbiasa loooo kejadian seperti di atas , karena yang biasanya saat tidur, ketika dia menggeliat-gliat menandakan kalau mau buang air kecil dan saat di gendong ke kamar mandi dia menolak, marah sambil menangis, tetapi hari ini dengan mata terbuka dan menjawab dengan manisnya”heeh” waowww respon yang benar-benar saya tunggu.

Saya menunggu respon seperti itu butuh waktu kurang lebih 8 bulan….ketika adek Fakhrin usia 12 bulan sampai sekarang 20 bulan adalah mulainya saya mengenalkan dia tentang toilet training (pipis/eek di kamar mandi)…targetnya sih usia dua tahun bebas dari diapers. Alhamdulillah saat ini dirumah sudah bebas diapers, ketika bepergian atau menginap di rumah saudara saja diapers masih dipakai. Cukup lama juga ya…..hahaha…bagi saya ya memang lama….karena  proses untuk meninggalkan kebiasaan itu sangat lama dan panjaaaaang. Karena itulah semakin dini menghentikan pemakaian diapers maka akan semakin mudah dan yang pasti akan mendukung tahapan-tahapan perkembangan pada bayi, khususnya perkembangan sensoriknya.

Apa itu perkembangan sensorik? yaitu perkembangan ke 5 indra bayi kita (indera penglihatan, rasa, sentuhan, penciuman, dan pendengaran). Jadi dengan tidak menggunakan diapers atau popok sekali pakai, bayi kita telah melatih indra sentuhannya, dia bisa merasakan oooo  saya mau pipis/eek. Jadi terlatih pula koqnitifnya untuk mengajak dia agar tidak pipis atau eek sembarangan biasa disebut NGOMPOL. Karena alasan itulah jangan sampai terlambat kita menghentikan pemakaian diapers.

Dengan proses yang lama dan menyenangkan maka hasilnya juga akan mengasikkan…kalimat itu yang menjadikan modal awal saya untuk menghentikan pemakaian diapers kedua anak kami.

Untuk detailnya modal pertama ini saya membuat target yang mana setiap dua bulan ada peningkatan perlakuan. Seperti bulan 12 sampai 14 bulan gencar-gencarnya mengenalkan kalau pipis atau eek di kamar mandi sambil observasi. Bulan 14 sampai 16 bulan siang hari bebas dari diapers, bulan 16 sampai 18 siang malam bebas diapers. Untuk bulan 18 sampai sekarang tahap pemantapan untuk ekspansi keluar…. hahahaha kayak pemilihan gubernur aja.

Modal kedua saya harus bekerja keras, why? karena tenaga kita harus terforsir untuk selalu mengawasi gerak-gerik anak kita, dengan maksut agar tahu petunjuk yang diberikan ketika mau pipis atau eek. Setiap anak berbeda loooo tanda-tanda yang ditunjukkan…jadi yaaa kerja keras untuk mengetahuinya, selain itu kita jangan bosen-bosen mengingatkan agar pipis atau eek itu di toilet.

Kerja keras yang benar-benar saya rasakan adalah pada waktu malam hari, karena terkadang rasa kantuk membuat males saya untuk menaturnya (mengantarkan si kecil ke toilet), tapi alhamdulillah karena sudah niat melatih toilet training saya tetap manaturnya walaupun dengan mata kriyip-kriyip (orang jawa bilang). Kebetulan kalau tidur, adek Fakhrin memberi petunjuk kalau mau pipis, dianya bergerak ke kanan/kiri sambil bersuara “e..e…e” seperti minta minum tapi ketika di beri minum dia menolak, saat itulah waktu yang tepat untuk menggendong ke kamar mandi.

Modal ketiga sabar dan selalu tersenyum jika anak kita berulang-ulang masih ngompol dan eeknya bercecer ke mana-mana.

Modal keempat Reward atau hadiah jika bayi kita bisa pipis dan eek pada tempat yang sudah kita kenalkan padanya.

Dan jangan lupa sebelum tidur malam kita biasakan pipis dulu.

Pada dasarnya bayi kita itu memiliki jam khusus kok untuk pipis dan eek, jadi jika kita memahaminya akan memudahkan kita untuk menatur si bayi tercinta kita. Sehingga dengan mengetahui kapan waktu kebiasaan dia pipis kita siap-siap untuk menggendongnya ke toilet. Jam khusus untuk bayi kita itu siang hari sekitar pukul 06.00 wib sampai 07.00 wib dan sekitar pukul 11.00 wib sampai pukul 13.00 wib. Untuk malam harinya antara pukul 20.00 wib sampai 21.00 wib dan antara pukul 00.00 wib sampai 01.00 wib.

Oya kalau untuk buang air besar bayi kita biasanya sehari satu kali, bisa pagi hari atau siang hari.

Sekarang juga sudah ada celana khusus toilet training kok, jika buah hati kita pipis maka tidak akan bercecer kemana-mana, bagusnya si kecil bisa merasakan kalau celananya basah. Maka semakin memudahkan kita untuk melatih toilet training.

Ke empat modal itulah yang saya lakukan. Dengan tetap ceria dan tersenyum tidak ada rasa malas dan capek untuk kebaikan buah hati kita.

Alhamdulillahirrobbil’alamin………………

 

 

Be Sociable, Share!