October 6

Tidak Aku Ulangi Kesalahan Masa Lalu

masa lalu

Masa lalu adalah segala sesuatu yang telah terjadi, baik kita memutuskan untuk terjadi berdasarkan kemauan kita atau tidak. Keadaan kita saat ini adalah hasil dari masa lalu kita
Masa lalu sangatlah berjasa besar untuk mendukung kesuksesan kita sekarang dan masa depan. Karena itu berhati-hatilah & bijaksanalah dalam menjalani masa depan, karena masa depan kita pasti akan menjadi masa lalu kita.

Dalam cerita kali ini, masa lalu yang saya maksut adalah masa lalu yang berkaitan dengan pendidikan yang saya berikan pada anak kami.

Untuk anak kami yang pertama, banyak cita-cita yang hanya menjadi keinginan saja. Semua itu karena rasa malas yang sering menemani saya, sehingga muncullah fikiran “sebentar-sebentar, atau nanti saja” dan akhirnya kecewalah yang saya dapat. Tahu-tahu anak kami sudah jauh dengan kami.

Sekarang Allah swt, memberi amanah yang kedua dan saya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan kedua ini. Sehingga muncullah cerita “TIDAK AKU ULANGI KESALAHAN MASA LALU”.

Agar tidak kecewa lagi, sejak usia 2 bulan anak kami yang kedua kami asuh sendiri, tanpa campur tangan orangtua. Dengan tujuan kami biar belajar merawat dan sentuhan kami benar-benar dirasakan anak kami sejak kecil. Yang dulunya, saat anak pertama usia 6 bulan saya baru bisa mandikan sendiri, untuk anak yang kedua sejak usia 1 bulan saya sudah pegang sendiri. Saat dulu sang Abi baru bisa gendong anak kami saat lehernya sudah kuat, sudah bisa merangkak, untuk yang kedua ini mulai usia 2 bulan yang kepalanya belum kuat, masih harus penuh hati-hati, sang Abi bisa melakukan dengan sendiri.

Semakin kecil usia bayi jika dirawat oleh kedua orang tua, maka semua faktor tumbuh kembang anak akan sangat terdukung dengan lebih baik. Terutama kasih sayang tidak tergantikan.

hafalan

Selain diatas, saya ingin anak pertama kami bisa menghafal juz amma sebelum usia 6 tahun. Karena “sebentar-sebentar”, akhirnya keinginan itu tidak saya dapatkan. Walaupun untuk membaca menulis berhitung. Pada usia 3 tahun anak saya sudah bisa melakukan 3 hal itu tanpa ada masalah. Saya anggap, hal itu sukses untuk anak saya yang pertama.

Akan tetapi, keinginan yang pertama (hafal juz amma) terabaikan….Sekaranglah saatnya untuk membayar keinginan masa lalu itu.

Untuk mendukung cita-cita itu, anak kami yang kedua mulai usia 3 bulan sudah saya latih dan masukkan program menghafal Juz Amma. Dengan cara membiasakan setiap pagi, siang, sore, dan malam kita bacakan ayat-ayat Al-Quran mulai surat-surat pendek. Selama 4 hari saya bacakan satu surat yang sama, surat tersebut saya bacakan 3x setiap kali waktu baca..jadi setiap hari saya bacakan 12 kali surat yang sama, selama 4 hari. Hari ke 5 ganti surat yg lain.

Alat elektronik kita pakai hanya sebagai pendukung saja. Saat santai kita putarkan juz amma.

Semoga kami bisa konsisten terus dalam menjalankan komitmen ini. Bismillahirrohmanirrohim……

Sebenarnya masih banyak keinginan yang belum terpenuhi, akan tetapi 2 keinginan inilah yang akan menjadi prioritas utama saya, selain itu perkembangan motorik,sensoris koqnitif,akademik,sosial dengan sendirinya akan berjalan dan terlatih sesuai usia tumbuh kembang dedek Fakhrin.

(Semua ini harus dilakukan dengan menyenangkan, tanpa paksaan)

Kami bangga dengan peninggalan pengalaman masa lalu kakak Fatan di usia 0 bulan sampai 6 tahun…..Dengan masa lalu itu Umi bisa memperbaiki cara menyanyangi dedek Fakhrin.

Kakak Fatan sebagai guru, tauladan, sekaligus anak yang hebat dan mengagumkan buat Abi dan Umi.

Teruslah menjadi anak yang membanggakan semua pihak kak Fatan

kita saaaaayang kak Fatan

Alhamdulillahirrobbil”alamin……………………………………………………………..

Be Sociable, Share!


Copyright 2017. All rights reserved.

Posted October 6, 2015 by Nur Widayati in category "Cerita Sang Ibu", "Parenting