Berbagai Gaya Berbagai Pula Keunggulan Kalian

Sebelum panjang lebar bercerita, lewat paragraf pertama ini saya mohon ijin untuk Abi/Umi yang punya para jagoan di samping kanan tulisan saya ini….mohon maaf jagoan-jagoan anda saya jadikan model untuk bercerita. Dengan yakinnya, pasti para Abi dan Umi mengijinkannya karena kalian adalah raja dan ratunya jagoan, hahaha….(dijawab sendiri akhirnya).

Terima kasih untuk umi Aa’ G, karena sudah meluncurkan foto ke Surabaya……hehehhe

Dari ke 6 jagoan ini adalah contoh segelintir para santri yang sejak usia dini sudah di biasakan untuk mandiri, berjuang tanpa keluarga inti, dan yang penting kalian berusaha untuk melengkapi kekurangan yang ada pada orangtua kalian. Kekurangan apa yaaaaaaa? yang pasti kurangnya ilmu yang mempelajari apa itu maknanya hidup, bagaimana caranya menghadapi hidup yang sesuai hakikat sang Maha Pencipta.

Ya Allah, betapa luarbiasanya hasil ciptaan Engkau,,,, keberagaman, keunikan serta perbedaan yang tampak dari fisik para jagoan ini adalah gambaran betapa maha besarnya Tuhan kita, maha dari segala Maha. Jika kita amati anak kembar saja pasti ada yang berbeda…itulah hebatnya sang Pencipta.

Apalagi ngomongin sebuah bakat, kelebihan atau keunggulan masing-masing individu….waoowwww yang pasti setiap anak juga memiliki bakat yang beragam, walaupun sama bakat dalam bidang olahraga, tetapi pasti ada bedanya, entah itu dia ahli di bagian penyerang, bagian pertahanan atau pada bagian penyemangat. Semua itu sudah diatur sama Tuhan. Tergantung bagaimana kita sebagai orang tua mengantarkan mereka.

Teruslah kalian berjabat tangan, saling bekerja sama dalam keadaan apapun, saling tolong-menolong, saling berbagi cerita, saling percaya dan tegur-menegurlah dalam kebaikan. Karena hal itulah yang bisa membuat kalian terus menjadi sosok yang kuat, hebat, luarbiasa. Abi dan umi meskipun berada jauh dari kalian dengan sikap yang santun, moral yang anggun tapi perkasa sangat mengokohkan hati kami yang terkadang tersayat-sayat pedih karena melihat sebagian jiwa kita jauh…jauh dan jauh dari pandangan kita. (rasa pedih itu susah untuk di tuliskan)..hik…hik…hik…

Ayo para jagoan, belajarlah dan berjuanglah sampai apa yang kalian inginkan tercapai…

Ayo para jagoan jadilah individu yang tidak mudah bosan akan kegagalan….

Ayo para jagoan jadilah manusia seperti yang Tuhan inginkan…..

Semoga segelintir doa yang tertulis diatas bisa membuat anak kami terus nyaman, bahagia, dan selalu semangat menjalankan setiap aktifitas di sana.

Alhamdulillahirrobbil’alami………….

 

 

Dua Kata Populer untuk Santri MI Al-Zaytun

Image result for lauk tambahanMalam Kamis minggu lalu saat kita ngobrol ditelepon, di awal obrolan ceria seperti biasa, eeeee tidak lama kemudian suaranya terdengar mau mewek alias akting. Dalam hati heeeemmm…mau minta sesuatu dech. Kenapa saya bilang akting karena sikap melo melo gitu sudah menjadi kebiasaan dia jika menginginkan sesuatu. Jika apa yang dia mau dan kita kabulkan, hoooooooo langsung seketika berubah ceria dan cerita panjang lebar dech.

Dasar anak cerdik….hehehe

Kembali ke isi pembicaraan malam itu:

Fatan :Assalamu’alaikum, mi”

Umi:”Wa’alaikumussalam”

Fatan:”kapan Abi kesini, mi?”

Umi : ” besok saat menjemput kak Fatan libur semester”.

Fatan: “haa masih lama…(di sini dah mulai akting sedihnya)”

Umi: “loooo, sebentar lagi kak….. liburannya, sekarang sudah pertengahan oktober, liburnya bulan Desember awal”

¬†Fatan: “iya tapi masih lama”…

Fatan: “umi…umi…aku mau dikirimin jajanan dan lauk tambahan kayak Muharram kemarin”

Umi: “ooooo, boleh…boleh…tapi umi tidak janji loooo ya”

Fatan: “iya..iya….kirim kripik pedes, usus krispi, lalu eeeee…sambel terasi…hehhe”….umi….umi…iya ya ternyata sebentar lagi liburannya…kok cepet ya?” (sudah lupa akting sedihnya…haaaaaa)

Umi: “apanya yang cepet kak?”

Fatan: “semester satu ini rasanya cepet banget, beda dengan semester dua dech…”

Umi: ” ada-ada aja kakak ini, ya sama to kak, wong sama-sama 5 bulannya” (Biasa muncul keceriaannya, karena apa yang dia minta di rasa dia dapat)

Fatan:”hehehe…iya ya mi”

Dari cuplikan obrolan diatas, para sahabat mungkin sudah tahu maksut judul yang saya buat.

Belum tahu yaaaaaaaaaaaaa….

Kami berduapun mendengar dua kata ini, pertama kali ketika Anak kami minta dibelikan stik panjang rasanya gurih di kantin santri, “setiap mau makan ke kantin santri kak Fatan membawanya. Tetapi sejak kelas dua setahu kami, kebiasaan tersebut tidak pernah dia kerjakan lagi. Mungkin bosen juga dia…Akhir-akhir bulan ini saja kak Fatan mulai mengeluh lagi dengan minta dikiriminlah atau minta sama umi pengasuhnya.

Yaaaa dua kata populer itu sudah mulai kejawab yaitu segala sesuatu yang dibawa Fatan atau santri lainnya saat ke kantin santri yaitu “Lauk tambahan”, bisa berupa stik panjang khas mahad yang biasa di jual di toko santri, bisa kripik singkong pedas, abon, kecap pedas, sambel dan banyak lagi. Padahal menu yang disediakan Ma’had saya rasa sudah mencukupi untuk kelengkapan gizinya.

Anak kami kalau ditanya, kenapa kok membawa lauk tambahan? dia menjawab ” biar ada sedikit beda atau lebih mantaaappp”.

Akan tetapi semua lauk tambahan itu juga atas ijin abi-abi yang menjaga kantin santri loooo, tidak sembarangan boleh dibawa dan di makan.

Haaaaaaaaaaa semoga cerita “lauk tambahan” ini sedikit berguna untuk para orangtua jika berkunjung menjenguk buah hati yang kebetulan sekolah di pesantren,, jangan lupa membawakannya, pasti sang buah hati anda senang sekali menerimanya.

Alhamdulillahirrobbil’alamin…………………………..