January 21

Pesan untuk Ku

Image result for hidup kuatUmi Ida, kamu adalah seorang perempuan yang dilahirkan Tuhan lewat rahim seorang Ibu. Kamu dilahirkan bukan hanya kebetulan semata, tetapi karena pilihan Sang Maha Esa. Kamu bukan perempuan yang biasa-biasa saja tetapi kamu perempuan yang luarbiasa.

Saat kamu mengatakan “aku perempuan luarbiasa adalah penyemangat diriku sendiri. Aku kini bukan bayi kecil, mungil, imut seperti 35 tahun yang lalu. Aku tumbuh menjadi perempuan dewasa yang harus mandiri, harus kuat menghadapi goncangan-goncangan dalam hidup ini.

Umi ida, sekarang kamu sudah dipanggil dengan sebutan “umi”, itu berarti kamu sudah bersuami dan memiliki putra/putri titipan Illahi.

Umi Ida, Tugasmu makin lengkap dan berat untuk menjadi seorang perempuan. Kamu harus bisa menjadi pelengkap, pengontrol suami saat permasalahan melandanya, Bukan hanya bisa menyalahkan, menekannya, meminta, memaksa akan kemauan yang tidak semestinya. Apalagi suamimu adalah seorang Imam bukan sembarang imam dalam keluargamu saja, Kamu harus faham suamimu adalah seorang imam yang butuh Tuhan, bukan Tuhan yang butuh suami atau kamu.

Jika kamu sadar, suamimu butuh Tuhan, pasti perjalanan ibadah atau tujuan hidupmu akan tepat pada sasaran. Kamu jangan hanya faham akan tugas menjadi istri, ibu saja, melainkan harus benar-benar kamu kerjakan tugas itu. Jadilah perempuan yang mau melakukan apa yang benar sebagai bagian dari kehidupan, bukan hanya tahu apa yang benar semata.

Umi Ida, zaman sekarang banyak cara syetan menarik suamimu agar membawamu melenceng pada aturan Tuhan. Karena itu kamu juga harus berilmu agama yang kental agar bisa mengingatkan akan kebenaran, jangan sampai saat suami salah, kamu diam dan ngikut kayak rombongan bebek di dalam kandang. Bukan itu tujuan Tuhan menjadikanmu manusia pilihan.

Umi Ida, bersyukurlah kamu mendapatkan suami yang bisa melanjutkan tugas bapakmu untuk membawamu pada surga tujuan akhir hidupmu. Karena indahnya surga perlu tembok,benteng yang kuat yaitu aqidah tentang keagamaan itu sendiri.

Betuuuuuul itu semua sobat, “terimakasih sosok putih dalam diriku selalu menjagaku, akan tetapi sosok hitam dalam dirikupun terkadang menggelitik hati, otak dan langkah ini untuk menyerah”, akan tetapi Alhamdulillah, sekali lagi Alhamdulillah suamiku yang selalu menghapus kegelian gelitikan sosok hitam diriku, dengan ilmunya yang bisa memahamkan kegalauanku, dengan data-data fakta dari sumbernya yang bisa membuatku semakin berfikiran luas,besar saat permasalahan menimpaku.

Semoga langkahku menjadi pendamping seorang Imam besar dalam menjalankan tugas dari Tuhan akan selalu berjalan lurus sesuai aturan Tuhan.

Alhamdulillahirrobbil’alamin

 

 

 

 

Category: Cerita Sang Ibu, Parenting, Pendidikan | Comments Off on Pesan untuk Ku