March 6

Mengapa MPASI (Makanan Pendamping ASI) Diberikan pada Bayi Usia 6 Bulan???

MPASI adalah kepanjangan dari Makanan Pendamping Air Susu Ibu, karena pada usia tertentu kandungan dalam ASI kita ada unsur gizi yang hilang, padahal gizi tersebut sangat dibutuhkan oleh bayi untuk tumbuh kembang mereka. Karena itulah makanan pendamping ASI mulai atau harus diberikan pada bayi kita.

Menurut berbagai studi yang telah di teliti oleh pihak WHO, seperti yang dijelaskan oleh dr.Klara Yuliarti, SpA(K), beliau ini dr Spesialis Anak, Konsultan Nutrisi dan Penyakit Metabolik Anak, bahwa 54 negara berat dan panjang atau tinggi bayi usia sekitar 4-6 bulan itu mengalami penurunan. Usia 4-6 bulan adalah usia untuk memulai memberi makan Dan Alasan menurunnya berat dan panjang bayi karena turunnya kwalitas makanan bayi karena orang tua tidak punya biaya untuk memberi makan yang baik, atau tidak tahu makanan yang baik itu bagaiman. Selain itu tingginya tingkat infeksi pada bayi karena kurang dijaga kebersihan disekiar bayi padahal bayi mulai banyak mengeksplorasi kemampuannya.

Dari hasil penelitian, ASI memenuhi energi pada bayi hanya sampai usia 6 bulan tetapi sebagian besar, karena setiap orang itu berbeda-beda. Akan tetapi pada usia setelah 6 bulan energi itu mutlak tidak mencukupi pada bayi, jadi harus dipenuhi dari makan tambahan. Kenapa?? karena kadar protein pada ASI sudah turun sejak usia 4 bulan. Unsur energi tersebut adalah protein dan lemak. Karena itulah makanan mulai dibutuhkan untuk memberikan kekurangan protein dan lemak tersebut pada bayi kita.

Ada penelitian dari Amerika juga, yaitu diteliti oleh Katrin Dewey (salah satu pakar sekali tentang MPASI di Amerika yang sering menulis untuk WHO)…Kebutuhan gizi pada bayi yang harus dipenuhi dalam ASI sejak usia 6 bulan yang paling banyak adalah zat besi karena dalam ASI kandungan zat besi itu benar-benar hilang. Selain zat besi ada vitamin D dan seng. Untuk vitamin D khusus berlaku pada negara Amerika karena kebutuhan vitamin D anak Indonesi sudah terpenuhi dengan matahari yang setiap hari memancar di atas kita, kalau di Amerika matahari tidak pasti. Hasil penelitian ini juga yang menguatkan jika makanan pendamping harus diberikan.

Berhubung harus tepat waktu dalam pemberian makan pada bayi yang berarti MPASI diberikan saat ASI tidak mencukupi lagi, maka pada usia 6 bulanlah bayi harus mulai di beri makan pendamping untuk menopang kebutuhan gizi pada bayi kita. Jika tidak segera diberikan maka akan banyak hal yang akan menghambat tumbuh kembang sang bayi.

Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=P9gWuXZcibg

Panduan MPASI – dr Klara Yuliarti, dokter spesialis anak (Part 2)

 

Category: Parenting, Perkembangan Anak | Comments Off on Mengapa MPASI (Makanan Pendamping ASI) Diberikan pada Bayi Usia 6 Bulan???
March 4

Tiga Hal Penyebab Bayi Menangis saat Tidur Malam Hari

Saat bayi tidak nyenyak tidur di malam hari, sebentar-sebentar terbangun dan merengek. Kita sebagai seorang ibu sangat sedih dan bingung melihat buah hati kita menangis tanpa sebab.

Perlu kita ketahui tangisan bayi bukan karena tidak ada sebab. Karena dengan tangisan inilah sang bayi menunjukkan reaksi jika ada sesuatu hal yang terjadi pada dirinya.

Ada beberapa hal yang perlu bunda cek pada bayi bunda jika kejadian menangis secara tiba-tiba dan membuat bayi kita tidak nyenyak saat malam hari.

HAUS   

Jika bayi kita merasa haus secara otomatis bayi akan menangis, yang awalnya hanya rengekan kecil sambil mulut dibuka, digerak-gerakan ke kanan kiri untuk mencari puting ibunda. Jika tidak ketemu yang dicarinya lama-lama tangisan bayi akan keluar

Karena itu para bunda yang baik, jika hal ini terjadi langkah pertama kita segera memberi ASI. Jika ternyata Asi bukan penyebab tangisan sang bayi. Bisa jadi alasan yang kedua ini penyebabnya.

GIGITAN SERANGGA (nyamuk atau semut)

Gigitan serangga inilah yang sering terjadi juga, terutama nyamuk. Jika hal ini terjadi kita harus segera melihat semua anggota tubuh bayi, jika ada bekas gigitan nyamuk atau yang lain segera kita kasih minyak penghilang gatal yang cocok dengan kulit bayi kita.

KECAPEK-AN

Kalau pada bayi saya, hal ke tiga inilah yang terakhir kali saya cek. Jika ke dua hal diatas sudah kita lakukan dan bayi masih menangis, berarti bayi saya badannya capek. Saat itu juga dedek saya pijat ringan sambil saya beri ASI. Tubuh yang biasa saya pijat punggung, kedua betis kaki, dan sekitar ketiak. Cara pijat yang saya pakai seperti pijat sensoris pada bayi yaitu gerakan satu arah (dari atas kebawah).

Yaaaa ketiga hal inilah yang biasa terjadi pada bayi saya, jika saya langsung tanggap pada setiap kejadian , Alhamdulillah bayi saya langsung diam dan tidur lagi.

Catatan untuk kecapek-an “bayi saya kalau waktu mau mandi pagi dan sore saya pijat sensoris lagi” untuk membuat lebih rileks lagi tubuh dedek. Selama 15-30 menit.

 

Category: Parenting, Perkembangan Anak | Comments Off on Tiga Hal Penyebab Bayi Menangis saat Tidur Malam Hari
March 1

Pendidikan Al-Zaytun Telah Membuka Mata Ku

Anak-anak itu aset bangsa.. yang harus dididik dengan baik dan benar sesuai tuntunan Ilahi agar tumbuh menjadi manusia yang ber-iman dan ber-ilmu. Bukan diajarai untuk merendahkan diri mereka sendiri dengan berbagai atribut yang sudah tidak sewajarnya seperti orang tidak punya harga diri lagi.

Banyak tokoh-tokoh pendidikan, Psikolog bahkan ahli parenting sering meneriakkan dengan lantang, hilangkan OSPEK yang tidak ada manfaatnya.

Seperti gambar di samping, kita pasti menyebutkan bahwa anak-anak kita lagi menjalankan Masa Orientasi Siswa (MOS), Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), atau kini disebut Masa Orientasi Peserta Didik (MOPD) merupakan sebuah kegiatan yang umum dilaksanakan di sekolah guna menyambut kedatangan siswa baru.

Masa orientasi lazim kita jumpai hampir di tiap sekolah, mulai dari tingkat SMP, SMA, hingga perguruan tinggi. Bahkan tingkat SD sekarang sudah mulai bermunculan. Tak pandang itu sekolah negeri maupun swasta, semua menggunakan cara itu untuk mengenalkan almamater pada siswa barunya.

Ironisnya, kita akan Syok, gemetar dan mengalir air mata saat melihat foto dan membaca berita kekerasan OSPEK dan MOS di media sosial dan media masa. Tidak melulu jalan jongkok, kekerasan OSPEK dan MOS sudah sangat merendahkan dan melecehkan secara seksual seperti laporan siswa dalam artikel yang ditulis Kompas bahwa: “Mahasiswa baru laki-laki disuruh berhubungan seperti suami istri dengan para mahasiswi baru. “Yang tidak manusiawi juga, peserta ospek diberi singkong yang bentuknya seperti alat kelamin dan diminta untuk alat oral.” Foto-foto –kekerasan OSPEK, seperti yang diunggah oleh warga, menggambarkan derajat kekerasan yang makin tinggi. (https://www.change.org/p/mendiknas-m-nuh-stop-ospek-mos)

Akan tetapi jika saya melihat siswa-siswi Al-Zaytun pada gambar yang atas, mengingatkan akan pengalaman saya untuk anak kami. Pertama kali mengetahui Al-Zaytun saya merasakan ada angin segar untuk sekolah anak-anak kami. Karena jika anak-anak kami sekolah di Al-Zaytun akan terselamatkan dari kekejaman sistem pendidikan yang jauh dari ajaran Ilahi atau fitrah yang diberikan Tuhan. Yang pasti setelah anak kami sekolah disana, Anak kami belajar mencintai dan memahami akan negara kelahirannya, makin mengenal sejarah-sejarah tokoh agama, tokoh bangsa, belajar untuk bertanggung jawab dan menghormati tugas-tugas sebagai manusia sosial, dan belajar untuk mengaplikasikan perintah dan larangan Tuhan dalam kehidupan sehari-harinya.

Satu lagi yang membuat kami yakin akan Sekolah Al-Zaytun yaitu Al-Zaytun mempunyai bentuk dan sistem pendidikan yang mempunyai landasan pokok “Pesantren spirit but modern system“. Landasan pendidikan ini bersifat terbuka. Tidak hanya terbuka pada sistem pendidikan modern akan tetapi terbuka juga untuk menerima dan mendidik santri dari semua penganut agama, untuk dididik memahami ajaran agamanya masing-masing dengan baik.

Dengan sistem seperti diatas, kami berusaha untuk memberi kebebasan pada anak-anak kami untuk mencari, menggali dan memahami agama yang benar itu yang mana. Dan kami berharap tidak meninggalkan generasi keturunan yang asal ngikut saja.

Kami juga berharap anak kami bisa mempelajari indahnya hidup penuh perbedaan, penuh warna-warni. Jika budaya-budaya menerima dengan banyak individu dari berbagai keyakinan setiap harinya, maka jiwa toleransi akan terbentuk dalam diri anak-anak kami. Dan kedamaianlah yang akan terpancar setiap perilaku mereka.

Kesuksesan anak bukan karena orang lain, tetapi -ya…. karena orang tua dan kehancuran anak, ya….karena orang tua juga. Kalimat inilah yang membuat saya takut jika asal-asalan menyekolahkan anak-anak kami.

Alhamdulillahirrobbil’alamin………

 

Category: Al-Zaytun Kita, Parenting, Pendidikan | Comments Off on Pendidikan Al-Zaytun Telah Membuka Mata Ku