Keunikan Usia 9 Bulan Pada Bayi Ku

Pada perkembangan bayi, tiap bulannya sangat unik dan amazing, kita akan mendapatkan banyak pelajaran, keanehan, kebingungan (kok gini ya…kok bisa ya…dll) pada bayi kita.

Bayi sudah mulai menguasai beberapa gerakan seperti merangkak, belajar duduk dan juga belajar berdiri. Jadi kita dituntut lebih waspada untuk menjaganya agar keamanan dan kesehatan bayi tetap terjaga.

Kita akan rugi besar jika kehilangan masa-masa setiap perubahan pada bayi kita, yang mana perubahannya sangat cepat dan ketika kita ingin mengulangnya kita tidak bisa ulang lagi masa-masa tumbuh kembangnya.

Pada Bayi dengan usia 9 bulan, dia sudah mulai menjadi penjelajah, mau melakukan semua hal dengan sendirian, marah jika disuapin….waaaw pokoknya makin luarbiasa bayi di usia 9 bulan.

Bayi sudah mulai bisa merangkak, menuju ke bebarapa tempat, bahkan tempat yang sempit pun menjadi kesukaan dia.

Seperti pada foto anak kami di samping…..dia jika dalam keadaan sehat dan fit….semua tempat didatangi dan saat melihat kursi, kasur, dan benda disampingnya langsung buat bantuan untuk berdiri. kalau sudah berdiri dia melihat ke  saya sambil senyum dan melepas tangan satunya….seperti mau menunjukkan bahwa “hore aku bisa berdiri”…hahaha….(seandainya dedek bisa bicara).

Uniknya lagi sejak usia 9 bulan lebih 2 minggu, bayi kami super merengek jika saya tidak kelihatan di depan matanya…..berarti dedek mulai merasa ketakutan jika sang ibu akan pergi tidak kembali..hik…hik….Perlu kita ketahui perubahan emosi ketakutan sendiri, takut ditinggal orang terdekatnya itu pasti akan dihadapi semua bayi. Dan itu memberi clue pada kita, sudah waktunya kita memberi stimulus atau materi belajar tentang kehadiran atau ketidakhadiran orang terdekat.

Sebelum kita pergi kita jelaskan “sayang, umi mau kedapur sebentar” si bayi pasti menangis…dan kita terus saja berjalan kedapur sambil bersuara. dengan tujuan bayi akan belajar untuk mengetahui bahwa sang ibu ada didekat bayi. Proses untuk membuat nyaman bayi saat sendirian tidak instan terjadi…Tetapi butuh waktu lama dan kekonsistenan kita sebagai ibu untuk terus membimbingnya.

Bayi kami juga mulai senang naik turun kasur…jika kita pura-pura kejar, dedek tambah tertawa-tawa sambil cepat-cepat mencapai yang dia tuju. Tepuk tangan dedek sudah mulai tertata, dalam arti jika mendengar lagu “kalau kau suka hati tepuk tangan”- “maka dedek langsung merespon dengan bertepuk tangan.

Satu lagi yang kadang membuat saya geleng-geleng kepala..apa itu “dedek suka membuang-buang pakaian yang sudah tertata rapi, membongkar benda-benda dalam kotak. Saat seperti inilah kita harus siapkan kotak sendiri dengan isi mainan yang dia suka…jadi kalau dedek mau memporak porandakan pakaiannya atau benda-benda bukan miliknya…kita harus langsung memberi kotak khusus dia, persediaannya jangan hanya satu kotak, karena bayi itu juga mudah bosan dan pintar mengidentifikasi benda loooo (yah ini dah bosen…maka akan cari yang baru). Amazingkan…..

Perkembangan bayi usia 9 bulan setiap anak berbeda-beda….dan perbedaan itu bukan menentukan kepandaian atau kecerdasan pada bayi.

Mengapa MPASI (Makanan Pendamping ASI) Diberikan pada Bayi Usia 6 Bulan???

MPASI adalah kepanjangan dari Makanan Pendamping Air Susu Ibu, karena pada usia tertentu kandungan dalam ASI kita ada unsur gizi yang hilang, padahal gizi tersebut sangat dibutuhkan oleh bayi untuk tumbuh kembang mereka. Karena itulah makanan pendamping ASI mulai atau harus diberikan pada bayi kita.

Menurut berbagai studi yang telah di teliti oleh pihak WHO, seperti yang dijelaskan oleh dr.Klara Yuliarti, SpA(K), beliau ini dr Spesialis Anak, Konsultan Nutrisi dan Penyakit Metabolik Anak, bahwa 54 negara berat dan panjang atau tinggi bayi usia sekitar 4-6 bulan itu mengalami penurunan. Usia 4-6 bulan adalah usia untuk memulai memberi makan Dan Alasan menurunnya berat dan panjang bayi karena turunnya kwalitas makanan bayi karena orang tua tidak punya biaya untuk memberi makan yang baik, atau tidak tahu makanan yang baik itu bagaiman. Selain itu tingginya tingkat infeksi pada bayi karena kurang dijaga kebersihan disekiar bayi padahal bayi mulai banyak mengeksplorasi kemampuannya.

Dari hasil penelitian, ASI memenuhi energi pada bayi hanya sampai usia 6 bulan tetapi sebagian besar, karena setiap orang itu berbeda-beda. Akan tetapi pada usia setelah 6 bulan energi itu mutlak tidak mencukupi pada bayi, jadi harus dipenuhi dari makan tambahan. Kenapa?? karena kadar protein pada ASI sudah turun sejak usia 4 bulan. Unsur energi tersebut adalah protein dan lemak. Karena itulah makanan mulai dibutuhkan untuk memberikan kekurangan protein dan lemak tersebut pada bayi kita.

Ada penelitian dari Amerika juga, yaitu diteliti oleh Katrin Dewey (salah satu pakar sekali tentang MPASI di Amerika yang sering menulis untuk WHO)…Kebutuhan gizi pada bayi yang harus dipenuhi dalam ASI sejak usia 6 bulan yang paling banyak adalah zat besi karena dalam ASI kandungan zat besi itu benar-benar hilang. Selain zat besi ada vitamin D dan seng. Untuk vitamin D khusus berlaku pada negara Amerika karena kebutuhan vitamin D anak Indonesi sudah terpenuhi dengan matahari yang setiap hari memancar di atas kita, kalau di Amerika matahari tidak pasti. Hasil penelitian ini juga yang menguatkan jika makanan pendamping harus diberikan.

Berhubung harus tepat waktu dalam pemberian makan pada bayi yang berarti MPASI diberikan saat ASI tidak mencukupi lagi, maka pada usia 6 bulanlah bayi harus mulai di beri makan pendamping untuk menopang kebutuhan gizi pada bayi kita. Jika tidak segera diberikan maka akan banyak hal yang akan menghambat tumbuh kembang sang bayi.

Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=P9gWuXZcibg

Panduan MPASI – dr Klara Yuliarti, dokter spesialis anak (Part 2)