December 9

Jangan Bangga Dengan Kehebatan Pribadimu

kelompok menanam manis bunga imut cinta makanan hijau merah menghasilkan warna amfibi bersama mainan Flora senang hubungan jamur hewan terbang agaric lucu angka-angka keberuntungan kebersamaan katak fotografi makro rasa tanaman berbunga iri iri tanaman tanahYa Allah lamaaaaaa banget saya tidak bercerita lewat tulisan sederhana dalam web tercinta ini. Hampir-hampir jari jemari ini kebingungan mencari letak antara satu huruf dengan huruf yang lain, lebaaaay dikit aaah

10 menit yang lalu saya baru melihat video tentang terbakarnya patung Yesus di negara Amerika yang tersambar petir waktu dini hari. Entah video ini beneran atau rekayasa, akan tetapi reaksi awal saya saat melihatnya, gemetar, merinding dan ada rasa energi yang luarbiasa, sampai-sampai susah di gambarkan…cek ilaah.

Bagaimana tidak gemetar coba, belum lama ini Presiden Amerika Donald Trump Akui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Gara-gara hal ini, netizen menuding bahwa kejadian mengerikan yang menimpa kota Los Angeles adalah karma dari apa yang Trump lakukan. Kejadian mengerikan Salah satunya yaaaaa terbakarnya patung Yesus itu kali…

Jika kejadian ini benar, menurut pendapat saya, Allah menunjukkan kebesaranNYA kepada semua makhluk ciptaanNYA. Allah yang maha besar menyentil akan keserakahan, kesombongan, kebatilan para pemimpin yang bertindak sewenang-wenang di bumi ini.

Sentilan ini bukan hanya untuk Negara Amerika kali, tapi bagi semua orang dimanapun berada, tak terkecuali yang menulis ini, saya pastinya. Kehebatan, kekayaan, kekuasaan, yang pada jaman now menjadi sembahan diatas sang Pencipta.

Selain kejadian di luar negri, saya juga mau bercerita tentang kejadian unik di negeri tercinta ini, yaitu pencekalan terhadap salah satu ustadz saat berkunjung untuk berceramah di suatu daerah yang mayoritas penduduknya non muslim. Hebatnya lagi dengan pencekalan ini, semua orang muncul sifat jahatnya, sifat merasa benarnya, yang jelas sifat manusiawinya hilang, entah itu umat yang mengatas namakan islamlah, umat yang lain atau umat golput lah.

Saya bukan menyalahkan kekecewaan umat islam, atau umat lain akan tetapi saya kecewa dengan ucapan-uscapan yang menakutkan di setiap komen-komen yang di sosial media, bahkan obrolan para pendukung yang hanya suka mengekor tanpa ilmu yang jelas.

Semoga dengan kejadian sentilan-sentilan Allah maha besar diatas bisa menyadarkan betapa merugikan diri sendiri jika jiwa satu dengan jiwa yang lain saling menyakiti.

Betapa indahnya jika kita satu dengan yang lain saling bahu membahu membangun budaya baru dan menjaga budaya lama yang telah diperjuangkan oleh pendahulu-pendahulu kita. Cara bahu membahupun sebenarnya sudah ada dalam kitab semua agama.

Ya Allah semoga saya dan keluarga besar saya menjadi manusia yang hidup di jalan lurusMU seperti manusia pada Zaman Nabi-Nabi yang Allah ridhoi.

Aaaaamiiiin

 

Be Sociable, Share!


Copyright 2017. All rights reserved.

Posted December 9, 2017 by Nur Widayati in category "Cerita Sang Ibu", "Parenting", "Pendidikan", "Uncategorized