May 19

Kacamata Berbeda

Tiga hari yang lalu entah kenapa saya ingin jalan-jalan mengelilingi komplek perumahan yang dari dulu tidak ada hal yang membuat ku merasa waow gitu looohhhh tinggal di lingkungan ini. Padahal dulu saya yang menggebu-gebu untuk beli rumah di komplek ini.

Haahhh sudahlah jangan terus-terusan mengeluh yaaaa….entar kebawa arus negatif dech…..arus apaan tuuuh?? yaaaa arus menyalahkan diri sendiri, menyalahkan orang lainlah atau ujung-ujungnya menyalahkan Sang pemilik pikiran…Astagfirullah…

Balik ke tema yuuukkkkk….

Sebenarnya saat jalan-jalan komplek waktu itu ada satu percakapan antara saya dengan tetangga yang mengispirasi kembali tulisanku….

waaahhhh ternyata ada yang membuat waoow juga loooo…

Waowwnya itu pastinya membuat diri ini sadar akan indahnya perbedaan yang diciptakan Tuhan.

Semua teman-teman yang biasa membaca tulisan saya pasti sudah tahu tentang gambaran sekolah anak saya yang di Al-Zaytun, jadi wajarlah tetanggapun sebagian besar mengetahui juga tentang itu….Alhamdulillah dengan keunikan dan perbedaan tindakan untuk menyekolahkan anak kami jauh disana yang mana usianya masih kecil, jika saya bertemu dengan tetangga hal itu bisa buat basa-basi untuk memulai percakapan….entah itu hanya tanya”kakak tidak libur/kapan njenguk kesana”. Percakapan sepele itu akan terasa indah jika ada saling timbal balik yang saling menguntungkan.

Kenapa saya membuat judul “Kacamata Berbeda”???????

Karena setiap individu, setiap kata-kata yang dikeluarkan dari mulut kita pasti akan berbeda entah itu volume bicaranya, entah itu logatnya ada yang jawa,madura,batak dan banyak lagi. Bahkan kita terkadang bisa merasakan kok omongannya menyakitkan, menyenangkan dan terkadang membuat kita bosen jika ngobrol dengannya. Dan yang luarbiasa lagi isi kata-katanya bisa merubah perilaku seseorang dari yang jelek menjadi yang baik atau sebaliknya. Luarbiasa bukan dengan perpaduan antara mulut,gigi dan lidah bisa menghasilkan sesuatu yang besar. Benar tidak?

Padahal Tuhan menciptakan makhluknya tanpa ada cacat sedikitpun, jadi manusia itu awal mulanya sama…terus apa yang membedakan kok ada orang yang mengasikkan, menjengkelkan saat bicara???? Apa dooong???

Untuk menjawab itu, menurut versi saya yang masih perlu banyak guru dan ilmu ini, saya mengambil contoh sebuah kacamata. Karena kacamata itu bisa dimaknai secara fisik atau non fisik.

Kalau secara fisik ciri-cirinya yang pasti ada dua kaca untuk dua mata kita, ada alat untuk menempelkan agar kacamata tidak jatuh. Akan tetapi dibalik bentuknya ada ukuran min/plus yang berbeda setiap individu yang memakainya. Ukuran min/plus itulah manusia atau kita sendiri yang menyebabkannya, bukan sang pencipta.

Untuk kacamata non fisik saya menyebutnya kacamata pikiran.  Pikiran-pikiran kita itupun bisa memunculkan persepsi atau pendapat yang berbeda jadi bisa dibilang kacamata pikiran inipun memiliki banyak jenis dan fungsinya. Kacamata pikiran ini juga kadang disebut dengan paradigma kali yaaa. Paradigma memberi kita sudut pandang tertentu terhadap suatu masalah. Kacamata pikiran ini membuat kita memandang segala sesuatu dalam suatu bingkai kacamata itu. Warna dunia jadi memiliki warna seperti kacamata tersebut. Kemungkinan hampir semua orang manusia memiliki kacamata ini.

Dan banyaknya pengalaman serta bacaan-bacaan buku, mendengarkan berbagai ceramah, menonton sehingga pikiran kita bisa diajak lebih fleksibel dan terbuka untuk menerima segala informasi dan pastinya bisa memilah-milah mana informasi yang baik dan buruk sesuai perkembangan zaman, tidak kaku atau kolot dalam menanggapi masalah yang setiap hari bahkan setiap jam muncul dengan  wajah berbeda. Hal-hal itulah yang akan mempengaruhi indahnya, bagusnya, dewasanya, keterbukaan, sempitnya kita dalam memandang masalah.

OK….Alhamdulillah…cerita ngalor ngidul ku kali ini bisa mengobati rasa kangenku sudah lama tidak utak/atik huruf di keybord cantikku…..

 

Be Sociable, Share!


Copyright 2017. All rights reserved.

Posted May 19, 2017 by Nur Widayati in category "Cerita Sang Ibu