Mengapa Harus Boarding School

Apa itu Sistem Boarding School?

masjid

Pengertian Boarding School adalah sistem sekolah dengan asrama, dimana peserta didik dan juga para guru dan pengelola sekolah tinggal di asrama yang berada dalam lingkungan sekolah dalam kurun waktu tertentu biasanya satu semester diselingi dengan berlibur satu bulan sampai menamatkan sekolahnya (Arsy Karima Zahra, 2008: 145).

Sistem pendidikan seperti itu secara tradisional  jejaknya dapat kita selami dalam dinamika kehidupan pesantren.

Kami sebagai orangtua meyakini bahwa sekolah dengan sistem bording school atau banyak dikenal sekolah pesantren mempunyai kelebihan yang tidak dimiliki sistem sekolah yang lain. Aturan dalam bording school sangat tersistem dan terencana dengan dinamis atau terus berkembang, sesuai perkembangan zaman yang ada dan tidak meninggalkan aturan agama. Agama inilah yang menjadi pembeda dengan yang lain. Dalam pesantren nilai-nilai agama yang menjadi tonggak dasar yang ditanamkan dalam setiap siswa. Nilai-nilai agama itu sendiri seperti  nilai kasih-sayang, nilai baik-buruk, nilai toleransi dan kebersamaa, dan nilai-nilai Illahiah yang lainnya yang akan diterapkan dalam setiap langkah para siswa, sehingga kami yakin bahwa anak-anak kami akan menjadi orang yang bertanggung jawab akan seluruh hidup mereka kepada Tuhan dan menjaga kelestarian semua ciptaanNYA.

Memang benar tidak semua pendidikan dengan sistem boarding school atau pesantren ini, sesuai dengan apa yang kami inginkan. Oleh karena itu sejak anak kami belum dilahirkan di muka bumi ini, kami sudah mulai melakukan survey tiap pesantren yang ada di negri tercinta ini. selain itu kebetulan sang suami dulunya adalah alumnus dari salah satu pesantren di Jawa Timur. Jadi lebih memudahkan untuk mencari tempat yang labih sesuai dengan apa yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak-anak kami. karena semakin dini usia anak-anak kami sekolah di pesantren maka hasilnya akan lebih baik untuk mereka. Karena itulah kami harus hati-hati mencari pesantren.

Sebenarnya seperti apa sekolah yang kami cari?

hijau2

  1. Pertama : sekolah yang mendukung kesehatan secara jasmani

Apa itu sehat jasmani menurut versi kami “Faktor makanan” adalah faktor penting yang harus benar-benar terjaga kemurniannya, yaitu bebas dari MSG, bebas zat pewarna berbahaya, bebas bahan pengawet pengawet. Secara otomatis kami ingin anak-anak kami bebas dari jajanan liar seperti yang beredar disekitar kita.

Selain faktor makanan ” faktor udara juga penting” karena udara yang kita hirup setiap hari adalah sumber kelangsungan kesehatan tubuh anak-anak.

hijau1

Karena bukan apa-apa, jika kesehatan jasmani sehat maka otak akan mudah dan cepat menerima setiap setimulus yang diterima atau setiap ilmu yang di dengar, di baca, dilihat  sehari-hari akan mudah dicerna dan dipahami oleh anak-anak kami.

2. Kedua : Sekolah yang mendukung kesehatan Rohani

Sudah jelas bahwa sehat rohani itu berkaitan erat dengan hubungan antara manusia dengan sang pencipta. Yaitu kami ingin anak-anak kami belajar secara keseluruhan tentang arti hidup ini sesuai kitab suci kita yaitu Al-Quran. Anak-Anak kami memahami tentang siapa dan mengapa Allah itu menciptakan manusia, bumi serta semua isinya.

Selain bisa menghafal Al-quran, kami juga ingin anak-anak kami bisa menjadi pemimpin dirinya sendiri sesuai dengan apa yang diinginkan sang pencipta. Amiiin

Ada yang lebih penting lagi yaitu “Lingkungan” faktor inilah yang akan membantu anak-anak kami membawa arus yang baik atau buruk. Ada satu hadis yang mengatakan bahwa” jika kita ingin menjadi orang yang sholeh, maka bertemanlah dengan orang yang sholeh”. Hal inilah mengapa kami meyakini lingkungan di pesantren bisa meminimkan perilaku-perilaku yang dilanggar aturan-atutan agama islam.

Alhamdulillah, setelah survey kemana-mana, akhirnya kami mendapat tempat/ sekolah yang sesuai dengan apa yang kami inginkan. bahkan melebihi yang kami inginkan.  Dimana itu?  ” Ma’had Al-Zaytun” , kampus ini terletak di Desa Mekarjaya, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

maz

Apa itu kelebihannya?

Penghijauan ada dimana-mana, tidak boleh sembarang alat transportasi masuk. semua karyawa, guru dan semua penghuni sekolah hanya boleh jalan kaki dan pakai sepeda onthel. Jadi sangat mendukung kesegaran dan kesehatan udara dan semua lingkungan sekitar sekolah.

padi

kemurnian makanan sangat terjamin, karena semua hasil produksi sekolah mulai dari barang mentah menjadi siap makan adalah sudah ada team khusus sendiri yang benar-benar dibidangnya. Sehingga ketakutan kami akan adanya MSG, bahan pengawet, pewarna berbahaya bisa diatasi di Ma’had Al-Zaytunini. Untuk porsi setip makanpun sudah ada takarannya tersendiri setiap siswa. semua itu untuk menjaga kandungan gizi dalam tubuh siswa.

ikanpatin

Selain itu, Konsep pendidikan pesantren modern Al-Zaytun unik dan menarik. Di sini, para santri tidak saja dididik akhlak berdasarkan ajaran agama Islam sebagaimana pesantren yang mengacu  ke Al-Quran dan Hadist, namun juga diajarkan ketrampilan buat bekal hidup buat dunia nyata seperti bercocok tanam, berwirausaha, bahkan kursus memperoleh ketrampilan  Teknologi Informasi dan pemahaman software komputer pada level  tertentu.

Kata Wiena Safitri, lulusan S2 Teknologi Informasi dari Universitas Indonesia (UI) Jakarta, “Di Agic, kami menjalin kerjasama dengan lembaga pendidikan luar negeri seperti Inggris dan Amerika untuk membangun pusat pengkajian dan pengajaran Teknologi Informasi pada level praktis,” Dengan adanya lembaga seperti AGIC, para santri diharapkan juga memiliki ketrampilan dan sertifikat Teknologi Informasi agar mereka dapat bersaing mendapatkan pekerjaan di berbagai perusahaan di kota besar.

komputer

Selain hal diatas, kami membaca dari motto Ma’had Al-Zaytun ini, sejak pertama kali , kami sudah merasa jatuh cinta karena lain dari pada yang lain. Mau tahu Motto apa itu? “Al-Zaytun Pusat Pedidikan Pengembangan Budaya Toleransi dan Perdamaian”.

Dengan motto tersebut diyakini bahwa “ilmu Allah dengan segala renik-detailnya hanya akan didapat dengan cara didikan dan ajaran yang selalu dijiwai oleh toleransi dan damai.

malam hari

Karena itulah kami yakin dan merasa lega”, secara otomatis lingkungan di Ma’had Al-Zaytun sangat mendukung proses belajar mengajar dan tumbuh kembang anak-anak kami….

Alhamdulillahirrobil’alamin………….

Kegagalan Lomba Pertama-ku

teman

Pada awal-awal sekolah di Ma’had Al-Zaytun, sungguh sesuatu banget buat saya. Disamping penuh perjuangan untuk beradaptasi dengan teman-baru, ibu baru, tempat tidur yang baru, dan banyak lagi “pokoknya semua serba baru”. Rasanya kayak permen nano-nano, yang rasanya asin-manis-asam-mungkin sedikit ada pahit juga..hehehe

Teman-teman mau tahu, awal semester kls 1 ini saya luarbiasa banget looooo….kata “Abi-Umi saya sih…”. Bagaimana tidak luarbiasa, karena saya salahsatu peserta lomba yang diadakan di sekolah, dan hebatnya langsung ditunjuk Bpk/Ibu Guru loooo….Mau tahu lomba apa? “lomba Asmaul husna”, lomba ini tidak hanya sekedar menghafal saja, tetapi kalau saya ingin menjadi pemenang, harus bisa memahami apa itu Asmaul Husna. Tidak mudah-kan untuk menjadi yang luarbiasa….Untuk mengikuti lomba tersebut ada beberapa tahapan latihan yang harus saya ikuti..kalau tidak salah, tahapan pertama saya harus hafal bacaan Asmaul Husna, kemudian tahapan kedua harus bisa menulis apa saja bacaan Asmaul Husna tersebut, kemudian ada tahapan untuk sahut-sahutan bacaan Asmaul Husna, contoh kalau ustadzah atau Ustad membaca 3 bacaan asmaul Husna yang pertaman maka saya dan teman-teman yang lain harus melanjutkan bacaan selanjutnya secara urut dan benar. Alhamdulillah sampai tahap ini saya bisa menjalankan dengan baik dan cepat loooo.

JUARA

Kalau tidak salah, tahapan latihan lomba tersebut kita jalani antara 1 atau 2 bulan dech…..Singkat cerita saya dan teman-teman sudah siap dan mantap untuk melaju melawan kakak kls 2 dan 3.. kami dan para guru yakin pasti kita bisa menang.

Saya tidak lupa juga memberi kabar pada Abi dan Umi dirumah setiap perkembangan tentang persiapan lomba ini. Ketika saya sudah hafal 10-35-50 sampai 100 Asmaul Husna. Mereka selalu mensuport dan memberi pujian setiap apa yang saya kerjakan dan dapatkan. Hal itulah salah satunya yang membuat saya semangat mengikuti lomba ini.

Tanpa sadar waktu lomba sudah semakin dekat, dan kami semua senang dan tidak sabar menunggu hari itu. Apa yang terjadi …..”Ternyata lomba yang sudah saya nanti-nantikan tidak seperti yang saya harapkan….hemmm “waktu itu di sekolah lagi musim kena wabah cacar atau cangkrangen”…ada beberapa teman yang sudah kena dan gugur untuk tidak ikut lomba….pada saat itu Umi pendamping saya mendapat arahan dari berbagai guru kls 1, agar saya dijaga dengan baik agar tidak tertular cacar tersebut…..setelah mendapat arahan tersebut saya disuruh minum yang banyak dan diberi vitamin dech…pokoknya saya harus sehat dan menjaga kesehatan.

sakit-1

Apapun sudah kami kerjakan, akan tetapi kondisi tubuh saya tidak mendukung agar tidak tertular….akhirnya saya tertular juga sakit cacar itu..kalau tidak salah lomba kurang 4 hari lagi….bintik-bintik merah ditubuh saya sudah pada keluar, walaupun belum banyak..para guru langsung menyuruh saya untuk banyak istirahat dan minum air kelapa setiap harinya…Umi pendamping saya juga sudah memberi saya air kelapa, obat dari dokter..saya juga sudah meminum semua itu….Tetapi saat hari lomba berlangsung “saya belum kunjung sembuh juga dan bahkan bintik-bintik merah semakin banyak keluar dan menutupi hampir seluruh muka dan badan saya”.

Sedih dan sedikit jengkel sih saya, karena tidak bisa ikut lomba…..melihat kesedihan saya itu Umi pendamping dan para guru memberi pemahaman pada saya “lomba ini belum waktunya untuk Fatan, masih banyak lagi lomba-lomba yang akan diselenggaran oleh sekolah dan Fatan bisa ikut lagi dan bisa menjadi juara dech….” Lama-lama saya juga merasa enjoy dan melupakan kegagalan saya untuk mengikuti lomba tersebut.

salah, gagal

Tidak lupa juga saya memberi kabar pada Abi-Umi di rumah tentang kegagalan saya yang pertama ini. Abi-Umi mendengar kabar itu bilang pada saya ” tidak apa-apa sayang, mas Fatan sudah hebat kok, karena sudah berusaha keras untuk mengikuti lomba itu dan Abi-Umi bangga sama mas Fatan, walaupun tidak jadi ikut lomba, ok!”.

Senang sekali saya mendengar jawaban Abi-Umi tersebut….saya sayang Abi dan Umi…

Sampai jumpa bulan depan……